Memahami Keunikan Inkarnasi Yesus Kristus: Seperti Apa?

Going Deeper, God's Words, 26 June 2020
Adanya kasih dan pengorbanan yang besar oleh Yesus Kristus bagi manusia, keselamatan kekal yang dihadirkan bagi yang percaya kepada-Nya dan kerendahan hati yang sejati sebagai teladan yang benar, itulah INKARNASI.

Inkarnasi Yesus Kristus merupakan salah satu peristiwa yang memiliki pengaruh yang besar dan kuat terhadap Kekristenan. Latar belakang serta hal-hal yang menjelaskan tentang inkarnasi Kristus merupakan bagian yang penting dan tidak bisa diabaikan oleh umat manusia. Ajaran tentang inkarnasi Yesus Kristus merupakan bagian yang fundamental dan menjadi hal yang mendasar terhadap pengajaran keselamatan dalam kehidupan orang percaya. Oleh karena itu, pemahaman yang benar terhadap inkarnasi Yesus Kristus perlu dimiliki oleh setiap orang yang mengaku percaya kepada Yesus yang adalah sungguh-sungguh Allah dan manusia yang sepenuhnya.

Tindakan Yesus Kristus dengan mengambil natur manusia menjadi suatu keunikan dari ajaran tersebut, bahkan bagi hidup orang Kristen secara khususnya. Maka menurut saya, menemukan dan merenungkan keunikan inkarnasi Yesus Kristus membuat kita sebagai umat tebusan-Nya menjadi sadar akan kedaulatan, kasih, dan kuasa dari pribadi Allah Tritunggal itu. Sebab itu, melalui tulisan ini, saya akan mencoba menjelaskan dengan sederhana keunikan inkarnasi Yesus Kristus.

Saya akan memulai menjelaskan topik ini dengan memperlihatkan kenuikan inkarnasi Yesus Kristus melalui definisi atau pengertian dari inkarnasi itu sendiri.


Apa itu inkarnasi?

            Secara sederhana, inkarnasi merupakan salah satu pengajaran mengenai pribadi Yesus Kristus. Inkarnasi itu sendiri secara khusus mengarah kepada kemanusiaan dari Allah Anak. Secara literal, inkarnasi dapat disebut sebagai “enfleshment” yang menjelaskan bahwa Firman atau Allah Anak tersebut mengambil rupa seorang manusia (Yoh. 1:14). Hal tersebut berfokus kepada tindakan atau peristiwa Yesus berinkarnasi menjadi manusia dan menjelaskan tentang kemanusiaan sejati dari Yesus Kristus tanpa adanya dosa karena hasil dari natur ilahi-Nya sebagai Allah.[1] Oleh karena itu, tindakan Allah Anak yang menjadi manusia (homo factus) atau Allah yang menjelma menjadi manusia (incarnatus) melalui pekerjaan Roh Kudus (de Spiritu Sancto) yang kemudian dilahirkan melalui perawan Maria (ex Maria virgine) merupakan peristiwa keselamatan yang terjadi terhadap manusia melalui inkarnasi yang Yesus lakukan.[2]

            Dari pemahaman mendasar yang coba saya berikan memperlihatkan bahwa inkarnasi yang Yesus kerjakan merupakan suatu karya dari Allah Bapa bagi manusia melalui diri Yesus Kristus yang datang dalam wujud manusia. Ketika Yesus menjadi manusia, Ia hadir di tengah dunia dengan keilahian dan ketidakberdosaan-Nya. Tidak berhenti sampai di situ, tindakan Yesus berinkarnasi juga memperlihatkan kasih-Nya yang besar bagi manusia dan kesetian-Nya dalam menggenapi janji-Nya. Oleh sebab itu, tindakan Kristus berinkarnasi merupakan tindakan yang dikerjakan karena inisiatif diri-Nya untuk merendahkan diri dan mengambil rupa seorang manusia untuk mencari yang terhilang dan terasing supaya melaluinya relasi antara manusia dengan Allah dipulihkan.


Bagaimana Alkitab memperlihatkan keunikan inkarnasi Yesus Kristus?

Selanjutnya, memahami keunikan inkarnasi Yesus Kristus juga harus dilihat dari cara Alkitab memandang. Inkarnasi Yesus Kristus menjadi manusia diperlihatkan dengan sangat jelas di dalam Alkitab meski kata inkarnasi tidak digunakan secara literal di dalam Alkitab. Inkarnasi Yesus dikatakan sebagai Firman Allah yang menjadi daging serta mengambil rupa manusia dan merupakan Anak Tunggal dari Allah Bapa yang datang dan diam di tengah-tengah umat manusia (Yoh. 1:14). Inkarnasi Yesus Kristus, pribadi Allah yang tidak kelihatan tersebut ingin memperlihatkan bahwa ada rencana ilahi yang sedang dikerjakan-Nya (Yoh. 1:17-18). Hal tersebut menunjukkan konsistensi Allah Bapa dan Yesus Kristus di dalam kuasa dan kebijaksaan-Nya (Mzm. 103:19; 104:24). Inkarnasi juga merupakan rencana besar yang telah Allah rancangkan untuk membawa dan merangkul kembali semua makhluk ciptaan-Nya (Mzm. 33:11).[3]

            Tujuan dari inkarnasi yang telah Allah rancangkan memperlihatkan bahwa Kristus, Sang Juruselamat merendahkan diri-Nya, bahkan rela menderita dan mati demi dosa seluruh manusia. Oleh karena itu, Ia akan ditinggikan dan diagungkan oleh Allah Bapa (Fil. 2:5-11). Inkarnasi juga dikerjakan sebagai cara untuk memuliakan Yesus, Anak Allah yang tunggal (Ibr. 2:10-13) serta mengajak setiap orang percaya untuk memiliki hidup semakin serupa dengan-Nya (Rm. 8:29).[4] Maka yang perlu kita sadari dan hayati bahwa inkarnasi yang Yesus lakukan menunjukkan kerendahan hati yang sejati yang diperlihatkan oleh Yesus Kristus dengan menjadi manusia demi menebus manusia itu sendiri tanpa mengesampingkan kemahakuasaan dan keilahian-Nya.


Keunikan inkarnasi Yesus Kristus berdasarkan alasan, tujuan dan dampak inkarnasi tersebut

            Memahami keunikan inkarnasi Yesus Kristus dapat dilihat melalui bentuk kehadiran ilahi Yesus Krisus dengan cara yang sederhana yaitu datang sebagai wujud manusia. Inkarnasi Yesus juga merupakan suatu peristiwa yang dapat dikatakan unik karena merupakan inisiatif Allah Bapa yang mengutus Yesus datang ke dunia dan hadir di tengah kehidupan umat manusia dalam wujud manusia itu sendiri, di mana pada dasarnya Ia merupakan Anak Allah yang kekal, pribadi kedua dari Allah Tritunggal yang tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Konsep inilah yang kemudian menunjukkan betapa tidak terbatasnya kuasa dan kedaulatan Yesus.

            Maka dalam inkarnasi Yesus itulah, kita kemudian dapat menyadari bahwa kehadiran-Nya nyata di tengah umat manusia juga memperlihatkan bahwa ada kepedulian dan cinta yang Yesus nyatakan terhadap kita yang adalah orang berdosa. Cinta dan kepedulian itulah yang menjadi dasar supaya relasi antara manusia dengan Allah pulih kembali. Bahkan inkarnasi-Nya juga mencerminkan kemuliaan Allah Bapa dan menunjukkan bahwa Yesus itulah Allah dalam natur kemanusiaan-Nya yang tidak berdosa. Lebih daripada itu, inkarnasi Yesus Kristus ingin menyatakan bahwa Dialah Juruselamat bagi dunia dengan cara berinkarnasi untuk menebus manusia dan memberikan keselamatan yang kekal bagi yang percaya kepada-Nya.

                Oleh sebab itu, penebusan yang dilakukan Kristus dalam wujud manusia merupakan maksud dari inkarnasi yang Ia lakukan karena natur manusia yang tidak berdosa itulah yang membuat Ia layak menggantikan manusia (1Yoh. 3:5). Kematian-Nya menjadi pengganti bagi seluruh manusia sehingga membuat setiap orang dapat diselamatkan dari kebinasaan. Dalam hal ini, Yesus menjadi Anak domba Allah yang diberikan untuk penebusan dan penghapusan dosa seisi dunia (Yoh. 1:29, 36).[5] Tindakan inkarnasi Yesus menunjukkan adanya penderitaan yang Yesus alami sekaligus menunjukkan betapa besar kasih-Nya bagi manusia. Maka, Kristus mengajak setiap kita orang yang mengaku percaya dan yang sudah menerima anugerah keselamatan dipanggil untuk ambil bagian dalam penderitaan Yesus Kristus (1Pet. 2:21).

              Allah yang datang ke dunia menjadi wujud manusia melalui Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus ingin menunjukkan bahwa Ia telah mengalahkan dosa dan membuat manusia terluput dari hukuman maut sehingga manusia juga dituntut untuk meneladani kehidupan Yesus dengan memiliki hidup yang kudus dan benar di hadapan Allah. Biarlah kita sebagai orang yang sudah ditebus dan sudah menerima anugerah keselamatan dari-Nya mampu merefleksikan kasih Yesus bagi dunia yang belum mengenal kasih dan kuasa-Nya.

            

[1]. New Dictionary of Theology, Historical and Systematic, s.v. “INCARNATION.”

[2]. Thomas C. Oden, The Word of life, Systematic Theology, vol. 2 (Peabody: Hendrickson Publishers, 2006), hal. 93.

[3] Charles R. Swindoll dan Roy B. Zuck, ed., understanding christian theology (Nashville: Nelson Publishers, 2003), hal. 306.

[4] Swindoll dan Zuck, understanding christian theology, hal. 307.

[5] Thiessen, Lectures in Systematic, hal. 213.

LATEST POST

 

"Ibadah seharusnya memelihara kehidupan bukan malah mengancam kehidupan"Minggu, 19 Juli 20...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 11 Aug 2020

Lee Ha-yi, atau yang lebih dikenal dengan nama Lee Hi, merupakan seorang singer-songwriter asal Kore...
by Jerell Michael Cussoy | 11 Aug 2020

Sudah bertahun-tahun aku melihat anakku terkulai lemah di atas ranjangnya. Tubuhnya panas, sewaktu-w...
by Hendrik Siboro | 11 Aug 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER