Pentakosta dan Sang Penolong

Going Deeper, God's Words, 19 May 2020
Datanglah, ya sumber rahmat, selaraskan hatiku menyanyikan kasih s'lamat yang tak kunjung berhenti. Ajar aku madah indah, gita balai sorgaMu. Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu- Kidung Jemaat 240a : 1

Ada sebuah kebiasaan yang menarik yang kerap saya jumpai dalam Ibadah Minggu Pentakosta. Minggu pencurahan Roh Kudus yaitu Ibadah Unduh-unduh. Di dalamnya biasanya umat diajak untuk menyerahkan persembahan syukur tahunan dan mempersembahkan segala hasil dari bumi (tumbuhan dan buah buahan) kepada gereja untuk diolah dan dirasakan bersama sama sebagai satu komunitas. Pentakosta sendiri adalah hari panen bagi bangsa Yahudi untuk mengucap syukur pada karya penyertaan Allah selama setahun. Alkitab menceritakan pada kita di dalam Kisah Para Rasul 2:1-3. di mana para murid menunggu Sang Penghibur yang dijanjikan oleh Yesus jauh sebelum kisah penyaliban-Nya. Para murid tidak tahu siapa dan seperti apa sosok  Sang Penghibur yang dijanjikan, namun mereka tetap bertekun dan berdoa.

"Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;  dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus" (Kis 2 : 2-4a) dan mereka kemudian dapat berkata kata dengan kata kata yang mereka sendiri belum pernah mendengarnya (ayat 4b). 

Roh Kudus dalam rupa lidah-lidah api datang ke atas mereka dan mereka dapat berkata kata dengan bahasa yang mereka sendiri belum pernah menggunakannya. Roh itu lah yang selama ini mereka nantikan. Sang Penolong yang dijanjikan membuat mereka dapat mempersaksikan Tuhan kepada bangsa-bangsa yang mendengar apa yang mereka katakan dalam bahasa mereka masing masing. Dan hari itu tiga ribu (3000) jiwa percaya dan memutuskan diri untuk dibaptis dan menjadi pengikut Kristus. 


Datanglah Ya Sumber Rahmat

Jauh sebelum para murid menerima Kuasa Roh Kudus, Yesus telah menjanjikan Kehadiran Sang Penghibur ini. 

"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu."   Yohanes 14 : 16-18

Di dalam perenungan ini saya melihat bahwa Yesus sudah sangat memikirkan apa yang akan Ia sediakan jika kelak suatu saat IA harus kembali. Pesan ini disampaikan-Nya semalam sebelum akhirnya Ia harus menderita. Perkataan Yesus ini memberi pengharapan kepada para murid untuk tidak goyah di dalam dunia ini. Yesus juga mengatakan bahwa Sang Penghibur adalah Pribadi yang akan mengajarkan segala sesuatu dan akan mengingatkan kita akan Dia dan segala firman-Nya (ayat 26). Kita percaya Roh Kudus itu juga telah tinggal di dalam diri kita saat kita benar benar menerima Yesus menjadi Tuhan dan Raja atas diri kita. Roh Kudus itu juga yang membantu dan mengajarkan kita berdoa kepada Allah saat kita tidak tahu caranya berdoa (Roma 8 : 26). Roh Kudus sangat berperan di dalam iman kekristenan. Bagaimana jika kita coba menyambungkannya dengan masa masa yang sedang kita alami sekarang? Menulis soal pandemi memang belum ada habis habisnya. Tapi bagaimana dengan kita ? Apakah kita merasakan peran Sang Penolong itu dalam masa masa tersulit di dalam diri kita ? Jika kita di dalam Dia dan Dia di dalam kita, seharusnya kita merasakan penyertaan Allah tersebut bahkan dalam masa paling sulit seperti sekarang. Yang menjadi pertanyaan bagi kita sekarang, apakah kita sudah benar benar berada di dalam DIA dan bergantung penuh keyakinan kepada-Nya bahwa DIA turut bekerja bagi kita? Sulit dan mungkin terkesan naif saat kita kembali melihat kenyataan yang ada di depan kita sekarang. Kondisi ekonomi menjadi makin sulit, banyak orang mulai khawatir akan kehidupannya dan lain sebagainya. 

Sebagai orang Kristen kita dipanggil untuk menjadi saksi, namun apakah kita dapat bersaksi disaat seperti ini?  Serta, mampukah kita tetap bersyukur dalam situasi yang kalut seperti sekarang? Ya, saya tahu kita semua sudah berusaha semaksimal mungkin untuk terus mempertahankan iman di saat tersulit seperti sekarang dan saya mengapresiasi setiap kita yang sudah bertahan sampai sejauh ini. Allah di dalam Roh Kudus benar benar telah bekerja bagi setiap kita sampai kita bisa bertahan sejauh ini. Kiranya Kidung Jemaat 240a, Datanglah, Ya Sumber Rahmat, terus menjadi kerinduan kita untuk tetap merasakan aman di dalam pertolongan Sang Penolong serta memampukan kita mengungkapkan rasa syukur kita pada-Nya


Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihan-Mu

Soli Deo Gloria

LATEST POST

 

            Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga di Malang mend...
by Yawan Yafet Wirawan | 20 Oct 2020

"Aku yakin kamu pasti senang kalau orang lain menganggap kamu ‘incredible’!"(...
by Timothy Aditya Sutantyo | 20 Oct 2020

Mungkin aku hanyalah seorang mahasiswa biasa dan masih jauh sekali untuk membicarakan pernikahan. Te...
by Yeheskiel Dewabrata | 19 Oct 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER