2021: Inikah Rancangan-Nya?

Best Regards, Live Through This, 09 January 2021
Apa yang kau alami kini Mungkin tak dapat engkau mengerti Cobaan yang engkau alami Tak melebihi kekuatanmu Tuhanmu tak akan memberi Ular beracun pada yang minta roti Satu hal tanamkan di hati Indah semua yang Tuhan beri Tangan Tuhan sedang merenda Suatu karya yang agung mulia Saatnya 'kan tiba nanti Kau lihat pelangi kasih-Nya

Tak terasa kita sudah akan memasuki pertengahan bulan Januari di tahun 2021. Seakan baru saja menyambut tahun yang baru dengan penuh harapan yang baru juga tentunya. Jika boleh bertanya, apakah sudah ada harapan di tahun ini yang tercapai? Lebih baik dari tahun 2020 kemarin, mungkin? Apakah iya sudah lebih baik? Atau malah makin buruk?

Ketika sedang merenungkan jawaban dari pertanyaan serupa—tentang kehidupan di tahun yang baru ini, playlist saya memutar lagu Maria Shandy yang berjudul ‘Pelangi Kasih’. Lirik yang dinyanyikannya menyadarkan saya akan tahun 2020 yang telah saya lalui. Mungkin memang tahun 2020 penuh peristiwa yang tidak dapat kita mengerti. Di bulan Januari saya masih bertemu dengan ribuan orang dalam event wisuda universitas, memberi selamat kepada rekan-rekan yang diwisuda serta berfoto bersama—tanpa masker dan tanpa khawatir berdekatan. Bulan Februari saya masih melakukan rutinitas berenang seminggu tiga kali. Tiba-tiba pada bulan Maret tersiar kabar bahwa di Ibukota telah diterapkan lockdown. Suatu kondisi yang mana menutup dan memberhentikan sebagian besar aktivitas, seperti pekerjaan dan kegiatan pembelajaran. Semua orang dirumahkan, melakukan semua aktivitas dari rumah. Benar-benar sesuatu yang sulit untuk dimengerti.


Lantas dengan segala ketidaktahuan kita, apa yang kita perbuat? Bisa dipastikan hal pertama yang terlintas adalah melakukan protes (walau dalam hati) kepada pemerintah (dan juga kepada Tuhan) kenapa mesti ada lockdown? Lockdown pun tidak hanya satu atau dua bulan, bahkan hampir 6 bulan sebelum beberapa kebijakan dilonggarkan dan diberlakukan protokol kesehatan yang ketat ketika melakukan aktivitas keluar rumah. Berapa banyak dari kita yang justru bersyukur dengan apa yang terjadi? Saya kira, di awal peristiwa ini hampir tidak ada. Banyak usaha mengalami kebangkrutan, sebagian pegawai mengalami putus hubungan kerja (PHK), fresh graduate sulit mencari pekerjaan karena harus bersaing juga dengan pegawai yang mengalami PHK sedangkan lapangan pekerjaan tidak banyak melakukan rekrutmen. Anak-anak sekolah mesti beradaptasi untuk belajar secara daring, para guru memutar otak untuk menyampaikan materi dengan metode yang baru, dan orangtua yang biasanya bekerja mengambil peran ganda sebagai guru privat bagi anak mereka, terutama bagi yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Bagaimana dengan situasi seperti itu dapat bersyukur dan bersukacita? Apakah semua ini bisa kita mengerti begitu saja?

Tapi, sadarkah kita bahwa tak peduli kesukaran apa yang mungkin kita sedang alami, kasih karunia Allah cukuplah bagi kita (2 Korintus 12:7-10) karena Allah itu baik, dan segala sesuatu yang Dia perbuat adalah baik (Mazmur 34:9; 119:68; Efesus 1:3-14)? Meskipun banyak hal yang tidak kita mengerti, jangan pernah tinggalkan Tuhan. Dia memiliki blueprint kehidupanmu (Mazmur 139:13-17), dari awal hingga akhir. Sampaikan semua kekhawatiranmu kepada-Nya dan tetaplah berada di jalan-Nya apapun yang terjadi. Selalu berserah dan andalkan Tuhan dalam setiap peristiwa hidupmu. Berserah bukan berarti menyerah. Berserah adalah ketika kita memiliki rencana, mengusahakan yang terbaik, dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Sedangkan menyerah berarti kita berhenti berjalan, berhenti berusaha dan tidak memiliki rencana apapun untuk dilakukan atau diperjuangkan. Karena itu lebih baik berserah agar tidak terlalu kecewa apabila hasil yang diterima belum sesuai, pasti ada waktu yang tepat untuk menuai hasil yang sesuai atau bahkan lebih baik.

Tetap semangat menjalani hidup, tahun 2021 masih panjang untuk dilalui dan kita tidak pernah tahu apa yang telah direncanakan-Nya bagi kita. Tentu saja berusaha itu perlu tapi jangan lupa juga untuk berdoa—selalu andalkanlah Dia. Ora et Labora, hingga pada akhirnya kita akan melihat pelangi yang telah dipersiapkan Tuhan bagi kita.

LATEST POST

 

Sepanjang jantung berdetak, rasa itu memang akan senantiasa ada.Dan tidak akan pernah bisa kulupakan...
by A.Z. Myra Johanna P. | 05 Sep 2021

Membaca tema diatas, mungkin membuatmu “terusik”. Apalagi ketika kita membahas issue&nbs...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 05 Sep 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhenti berarti "tidak bergerak, tidak berjalan, ti...
by Yessica Anggi | 29 Aug 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER