LOOK OUT! Sebuah Retret ala Komisi Remaja & Pemuda GKI Kelapa Cengkir

All About GKI, Spotlight, 29 June 2019
Sejatinya, apa yang menjadi titik fokus dari suatu tindakan nyata tidak selamanya berada di akhir, namun bagaimana seseorang menemukan siapa dirinya di dalam hal-hal kecil yang dilakukan untuk sekitar.

Kita mungkin kerap disuguhkan dengan informasi tentang anak-anak muda zaman sekarang yang melakukan beberapa aksi nyata dan turut memberikan talentanya untuk kehidupan yang lebih baik. Tak hanya dalam satu dan dua aspek yang terbatas, namun melalui beragam bidang kecil yang dikuasai oleh setiap individu. Begitu kreatif, persis seperti ciri generasi muda zaman sekarang.

Seberapa kecil aksi atau seberapa muda usia seseorang, memang tak pernah mutlak menentukan hasil akhir yang dicapai. Tidak selamanya sebuah hal kecil menimbulkan hasil akhir yang kurang berdampak. Generasi Z juga semakin cenderung berorientasi pada proses dan self-development, bukan sekadar hasil akhir yang sesuai ekspektasi atau tidak. Maka dari itu, generasi Z ditantang untuk berani mengambil satu langkah lebih maju untuk beraksi secara nyata untuk menjadi berkat bagi dunia.

Semakin kritis sesuai perkembangan dunia dan zaman, anak-anak muda Kristiani tidak sepatutnya hanya diam saja dan memilih untuk terbawa arus. Kegiatan retret seperti yang dilaksanakan oleh Komisi Remaja dan Komisi Pemuda GKI Kelapa Cengkir menjadi pilihan yang baik agar generasi muda dapat berkontribusi untuk melihat kondisi lingkungan dan aktif dalam menciptakan 'dunia' yang lebih baik melalui aksi kecil.

Mengusung tema "LOOK OUT", Komisi Remaja dan Pemuda GKI Kelapa Cengkir ingin menyadarkan setiap peserta tentang pentingnya peran generasi Z saat ini dalam menghadapi lingkungan sekitar, seperti keluarga, masyarakat, dan gereja, yang sedang dan akan terus berubah secara dinamis.

Yuk, simak keseruan para peserta Retret Remaja dan Pemuda GKI Kelapa Cengkir pada 21-23 Juni 2019 lalu di Puncak.

Hari Jumat pagi, semua peserta berkumpul di gereja untuk pergi bersama-sama ke Vila Rudian. Disambut dengan acara Mission Z sebagai grand opening retreat, dimana para peserta menjalankan berbagai macam permainan untuk saling mengenal satu sama lain, mulai dari mengenal nama, tanggal lahir, hingga ukuran sepatu!

Mission Z

Eits, tidak hanya itu! Peserta juga mengikuti acara talkshow "Mata Olive" dengan Pdt. Stella Luciana dari GKI Menteng sebagai narasumbernya, lho! Di sini, peserta belajar mengenal generasi Z dan relasi mereka dengan orang tua dalam menentukan masa depan dan pengambilan keputusan di dalam kehidupan. Ingat, komunikasi antara generasi Z dan generasi X sangat diperlukan, ya!

Mata Olive dengan narasumber Kak Stella

Tidak sampai "Mata Olive", peserta juga menutup hari dengan acara "Teens XXI" yang menayangkan film "I'm Not Stupid Too" sebagai aplikasi dan wujud nyata dari talkshow sebelumnya, "Mata Olive". Peserta dapat belajar kasus nyata di dalam kehidupan tentang pentingnya relasi yang baik antara generasi Z dan orang tua.

Pada hari kedua, teman-teman peserta dari pemuda sudah datang dan bergabung dengan peserta di hari pertama, nih! Sebagai anak muda Kristen, peserta turut membuka hari dengan saat teduh, mengambil waktu pribadi di tengah alam untuk bersyukur atas berkat dan anugerah yang telah diterima setiap pribadi. Setelahnya, untuk membakar semangat, peserta juga melakukan senam pagi bersama dengan lagu dari berbagai genre yang dipandu oleh teman-teman kita!

Setelah penyegaran jasmani dan rohani, peserta turut hadir dalam acara "Showi Show" bersama Pdt Winner Pananjaya dari GKI Kelapa Cengkir sebagai narasumber. Talkshow kali ini mengupas habis bagaimana generasi Z harus berhadapan dengan lingkungan sosial, khususnya dalam beberapa kasus yang sedang marak belakangan ini, yaitu bullying, LGBTIQ, dan kerusakan lingkungan yang perlu generasi Z jadikan fokus utama dan. Acara ini diakhiri dengan mini action yang akan dilakukan tiap peserta sebagai wujud nyata generasi Z untuk menjaga lingkungan mulai dari sepulang retret ini.

Showi Show dengan narasumber Kak Winner

Tak hanya disuguhkan talkshow menarik, peserta juga dapat meningkatkan rasa kekeluargaan antarkomisi dengan "Morning War". Peserta melakukan banyak variasi games secara berkelompok yang super seru, mulai dari games dengan balon, lipstik, tepung, dan games menebak kata yang mengundang banyak tawa!

Morning War

Keseruan peserta lain saat Morning War

Ini dia, tim pemenang Morning War!

Sebelum melanjutkan acara talkshow, peserta melakukan games akhir dari keseluruhan games pada Morning War siang harinya. Setelah itu, peserta tak hanya diberikan banyak insight tentang relasi dengan orang tua dan lingkungan sosial melalui kedua talkshow sebelumnya, tetapi juga relasi generasi Z dengan gereja dan komunitas di dalamnya bersama talkshow "AA dan Mamah" yang menghadirkan Pdt Gatot Pujo Tamtama sebagai Aa Gatot. Generasi Z jadi tahu persis bagaimana caranya tetap bertumbuh menjadi generasi masa kini yang tetap memegang dasar yang kuat di dalam kehidupannya dan dalam perubahan zaman yang dinamis, yaitu Tuhan Yesus.

Games penutupan Morning War

Games penutupan Morning War

AA dan Mamah dengan narasumber Bapak Gatot

Peserta juga diberi kesempatan untuk merasakan hadirat Tuhan dan diingatkan bagaimana Tuhan telah menciptakan setiap individu dengan begitu unik dan indah melalui Praise and Worship. Peserta diajak kembali sadar bahwa di tengah kesibukan dan pergumulan pribadi, peserta tengah dikumpulkan menjadi satu untuk fokus pada Tuhan yang selalu menunggu kita kembali di balik benteng pertahanan yang tanpa disadari kita ciptakan ketika tengah berada di dalam masalah.

Di hari kedua, seluruh peserta menutup hari dengan sharing di dalam grup kecil di dalam acara "Hello Counselor". Ada 4 grup kecil yang membahas hal berbeda, yaitu tentang keluarga, pertemanan, spiritual, dan problema hati. Peserta diajak untuk saling terbuka dan menjadi sumber penguatan bagi satu sama lain yang tengah merasakan pergumulan di dalam bidang yang sama. Peserta juga dapat merasakan arti komunitas Kristen yang ada untuk mereka di dalam keluarga Komisi Remaja dan Pemuda GKI Kelapa Cengkir.

Surprise! Pada hari ketiga dini hari, peserta dibangunkan mulai pukul empat pagi untuk acara "House of Feeling", di mana peserta juga belajar untuk percaya kepada komunitas dan juga orang lain ketika mereka tidak dapat melihat hal apa yang tengah terjadi di sekitar mereka. 

Bangun kembali pada pagi hari, peserta langsung disuguhkan oleh "End Game", yaitu game kolosal sekaligus aktivitas outdoor penutupan selama retret. Peserta sama-sama memiliki goal untuk mengeluarkan bola dari dalam pipa dengan cara menyalurkan air lewat botol dan paralon. Tidak hanya melatih kerja sama peserta, "End Game" juga mengajarkan peserta untuk terus menanamkan komunikasi di antara masing-masing anggota sebagai bagian dari komunitas.

Pemanasan sebelum End Game

Kekompakan pembimbing, pemuda, dan remaja pada End Game

End Game

Keceriaan setelah End Game

Selanjutnya, tak lupa peserta juga mengikuti Ibadah Minggu dengan tema "Look Out!" yang merangkum seluruh acara dan talkshow selama retret ini. Peserta kembali diingatkan tentang bagaimana menjadi generasi Z yang dapat menjadi garam dan terang melalui relasi dengan keluarga, masyarakat, dan gereja. Ibadah minggu kali ini dibawakan oleh Kak Priska.

Kak Priska sebagai pembicara Ibadah Minggu

Ibadah Minggu : Look Out!


1 Timotius 4:12 Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Kami tidak membiarkan seorang pun menganggap kami rendah karena kami muda. Kami ada di sini sebagai komunitas Komisi Remaja dan Pemuda GKI Kelapa Cengkir yang menjadi teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataan kami, dalam tingkah laku kami, dalam kasih kami, dalam kesetiaan kami dan dalam kesucian kami. We are KeCe and we are ready to LOOK OUT!

Komisi Remaja dan Pemuda GKI Kelapa CengkirPembicara dan Kakak Pembimbing Komisi Remaja dan Pemuda GKI Kelapa Cengkir




LATEST POST

 

Kita semua tentu tidak asing dengan DC Comics—salah satu perusahaan komik terbesar di Amerika...
by Febrian Eka Sandi Nugroho | 09 Oct 2019

Beberapa tahun lalu, saya mengerjakan penulisan untuk sebuah majalah ‘untuk kalangan Kris...
by Sobat Anonim | 09 Oct 2019

Kekacauan di Indonesia yang terjadi beberapa pekan terakhir melukai hati saya. Bisa dibilang, setiap...
by Eleazar Evan Moeljono | 05 Oct 2019

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]om

READ OTHER