Belajar Dari Bahasa Gaul “CMIIW”

Best Regards, Live Through This, 07 October 2020
Milikilah sikap hati yang besar serta tidak egois dengan membuka diri untuk dikoreksi, sehingga kita menjadi pribadi yang dewasa dan membawa kemuliaan nama Tuhan.

Bahasa gaul sering digunakan di kalangan anak muda, tidak terkecuali pemuda-pemudi Kristen. Bisanya bahasa gaul ini kita temukan dalam media sosial. Salah satu bahasa gaul yang sering digunakan di media sosial adalah “CMIIW”. Apakah arti dari “CMIIW”? “CMIIW adalah singkatan dari kalimat bahasa Inggris Correct Me If I am Wrong yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dapat berarti “Koreksilah jika saya salah. Dari bahasa gaul ini kita dapat mencermati ada nilai positif yang dapat dipelajari.

Kita dapat mencermati bahwa banyak orang di dunia ini yang sering kali tidak mau dikoreksi atau diberi masukan dari orang lain. Seringkali kita memakai standar dalam kehidupan kita, bahwa kita adalah orang yang paling sempurna di dunia ini. Kita lupa bahwa manusia itu bukanlah pribadi yang sempurna. Satu istilah yang kita sering dengar adalah “nobody's perfect.” Maka dari itu, pada saat seseorang melakukan kesalahan dan menerima teguran, baik itu dari orang tua, guru, dosen, pimpinan di tempat kerja, bahkan pemimpin rohani atau hamba Tuhan di gereja, kita dapat mencermati ada beberapa respon. Ada yang dapat menerima dengan lapang dada, tetapi lebih banyak orang yang mengeraskan hati, tersinggung, marah dan bersikeras tidak mau mengakui kesalahannya.

Jika kita mencermati menurut ilmu psikologi, respons sebagian manusia ketika pertama kali menerima kritik atau koreksi adalah defensif. Tindakan refleks ini berguna untuk membuat kita merasa kita lebih baik, tetapi di saat bersamaan, ia mengungkapkan rasa tidak aman, cacat karakter, dan sikap tidak menyenangkan dalam diri kita. Salah satu contoh adalah pada saat kita mendapat sebuah kritikan atau masukan, kita berkata hal itu bukan untuk kita, melainkan untuk orang lain, sehingga sepenuhnya kita dapat menghindari dan mengabaikan kritikan tersebut.

Kita dapat mencermati bahwa kata “CMIIW” memiliki makna yang dalam mengenai cara kita seharusnya memiliki hati untuk dapat menerima koreksi dan teguran jika kita salah. Jika kita mencermati di dalam pembelajaran iman Kekristenan, hal ini juga selaras. 

"karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang."  (Ibrani 12:6, 8).

Di dalam iman Kekristenan, Allah sering kali memberikan teguran kepada umat-Nya. Tuhan memberikan teguran terhadap umat-Nya ada berbagai cara: melalui firman-Nya, masalah, peristiwa atau situasi yang terjadi. Maka dari hal tersebut, saat kita menerima teguran Tuhan dalam bentuk apa pun, belajarlah untuk tetap mengucap syukur, karena setiap teguran-Nya selalu mendatangkan kebaikan bagi kita, membuat hidup kita jauh lebih baik, memurnikan iman, dan bukti bahwa Dia sangat mengasihi dan memedulikan kita. Justru ketika kita bebas dari teguran Tuhan berarti kita ini adalah anak-anak gampang. Alkitab terjemahan baru LAI menggunakan "anak-anak gampang" yang bisa kita pahami juga sebagai "anak tidak sah" dalam terjemahan Bahasa Indonesia Masa Kini. Jika Allah pernah, sedang atau kelak menegur kita,  hal itu sangat wajar, karena kita anak-Nya.

Sebagai anak-anak Tuhan, sudah selayaknya kita menerima didikan-Nya dalam bentuk teguran. Jangan sekali-kali berusaha lari dari teguran, sebab 

"Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat."  (Amsal 10:17).

Dari hal ini, kita dapat mencermati bahwa teguran dari Allah merupakan proses didikan yang Allah sedang kerjakan bagi setiap umat percaya. Selain teguran dari Tuhan, seringkali setiap orang percaya juga mendapat teguran dari sesamanya. Maka dari itu, jika kita mendapatkan teguran, seharusnya kita memahami bahwa itu adalah proses pendewasaan, dan kehidupan kita dapat lebih berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun sebagai orang-orang percaya kita harus memiliki cara menegur yang baik, seperti halnya kita memakan sebuah obat yang dibungkus oleh kapsul. Tahukah kita mengapa ada obat yang dimasukan ke dalam kapsul? Alasanya sederhana saja, hal tersebut dikarenakan kapsul tidak terasa pahit, tanpa menghilangkan khasiatnya. Maka dari itu, sebagai anak Allah kita harus terus terang kepada orang saat memberikan suatu teguran kepada sesama. Tetap tegas, namun dibalut dengan tutur kata yang lembut.

Maka dari itu, yuk kita belajar dari hal sederhana lewat bahasa gaul “CMIIW” untuk memiliki sikap hati yang besar dan tidak egois, dengan membuka diri untuk dikoreksi.

Dalam Amsal 27:7 juga tertulis bahwa besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Masukan dari sesama manusia dapat membuat kita semakin bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa bahkan membawa kita memuliakan nama Tuhan. 

LATEST POST

 

"Ayo, kita naik gunung bersama!" Demikian beberapa teman mengajakku, dan aku menyetujuinya...
by Olyvia Hulda | 05 Dec 2020

Satu lagi karya ajaib buatan tangan Tim Dapur Visinema yang diberkati dengan kreativitas tanpa batas...
by Grifith Mercia | 05 Dec 2020

Note: Silahkan membaca Part 1 dan Part 2 terlebih dahulu.Kini kita telah memasuki bagian akhir dari...
by Alviedo Yuda | 05 Dec 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER