Selamat Ulang Tahun: Mari Membangun Rumah Bersama [Bagian Terakhir]

All About GKI, Spotlight, 25 August 2023
Dalam persekutuan kasih yang akrab serta anugerah penciptaan, pemeliharaan, penyelamatan, dan pembaruan oleh Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kami sebagai Gereja Kristen Indonesia hidup dan berkarya di tengah kekayaan dan kepelbagaian warisan sejarah, budaya, dan lingkungan alam Indonesia. - Konfesi GKI 2014

Ini adalah bagian terakhir dari sekuel tulisan saya berjudul Selamat Ulang Tahun: Mari Membangun Rumah Bersama. Sebenarnya, alasan terbesar saya menulis tulisan ini adalah sebuah refleksi pribadi saya dalam momen ulang tahun Gereja Kristen Indonesia, rumah kita bersama yang di dalamnya kita merasakan kasih Allah lewat setiap gerak layan dan kesaksian kita. Dalam peziarahan iman saya, bisa dibilang saya sudah melewati banyak momen yang saya habiskan bersama Gereja Kristen Indonesia. Ya, sinode inilah yang pertama-tama mengajari saya makna melayani sejak remaja dan menjadi Gereja dimana saya akhirnya memutuskan untuk percaya dan mengakui Tuhan Yesus dengan mantap dalam iman kristiani. Berbagai dinamika sudah saya rasakan juga dalam sinode ini. Senang, sedih bahkan hingga kecewa dan terluka. Begitu banyak orang di dalamnya yang sejatinya adalah cerminan Gereja, karena Gereja adalah orangnya. 


Berbagai manusia yang ada di dalam GKIlah yang sampai hari ini membuat GKI masih ada dan terus ada. Eksistensi GKI yang masih terasa hingga saat ini ada karena orang-orang di dalam GKI masih memberi diri sampai hari ini, termasuk IGNITE People. Ya, kalian yang masih mau bersama-sama berjalan, membangun GKI menjadi gereja dan rumah yang nyaman bagi setiap anggota keluarga di dalamnya. Kita bersama-sama bersinergi membangun sebuah rumah bersama, dengan segala keterbatasan kita sebagai masing-masing dan keterbatasan gereja kita, untuk satu tujuan: misi Kerajaan Allah di dunia ini.


Dalam momen ulang tahun GKI kali ini, saya tergerak untuk memperkenalkan lebih dalam Konfesi GKI Tahun 2014. Konfesi yang akhirnya mencetuskan sebuah pengakuan bersama kita sebagai satu gereja. Kita yang semula terdiri dari GKI Jawa Barat, GKI Jawa Tengah, dan GKI Jawa Timur yang telah bersatu sejak 26 Agustus 1988, GKI berkeinginan untuk melakukan pengakuan keimanan secara formal dan kontekstual di hadapan Allah dan seluruh dunia, khususnya di Indonesia dalam konteks kepelbagaian. Pengakuan GKI merupakan representasi lahiriah dari keimanan yang diakui dan diwujudkan bersama sebagai satu gereja. GKI, sebagai gereja yang mempercayai Pengakuan Iman Rasuli, Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, dan Pengakuan Iman Athanasius. Tiga Pengakuan Iman ini merupakan pernyataan iman yang berasal dari Alkitab dan dianut serta dimiliki oleh gereja ekumenis. Dalam arti tertentu, GKI berusaha untuk berkomitmen pada persekutuan ekumenis dalam gereja universal dengan menganut ketiga kredo tersebut. Sebaliknya, GKI ingin mengaitkan diri dengan cinta persekutuan melalui rumusan pengakuannya, baik di dalam tubuh GKI maupun dalam konteks kehidupan GKI di tengah kekayaan dan keberagaman konteks alam, budaya, dan agama di Indonesia. Maka dari itu, Konfesi ini dirumuskan pada tahun 2014 dan menjadi sebuah pengakuan bersama yang akan terus digaungkan. 


Image by Author

Kekayaan dan keberagaman yang dimiliki GKI dianugerahkan Tuhan sebagai upaya untuk menawarkan eratnya komunitas cinta kasih di tengah keberagaman budaya Indonesia, dengan keberagaman sejarah masa lalu GKI dalam lingkungan yang khas. Dalam Konfesi 2014 ini GKI menyadari bahwa komunitas cinta kasih yang erat dapat dibina di dunia demi kemuliaan Allah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh Kudus karena kekayaan dan keberagaman yang ada di Indonesia baik suku, budaya, kepercayaan, dan lingkungan alam ini merupakan sebuah anugerah. Dalam sebuah keberagaman, seringkali yang kita jumpai adalah sebuah bentuk ejekan, skeptis, dan salah tafsir mengenai Tuhan yang agung misterius itu. Yang menyatakan diriNya sebagai Bapa-Anak-Roh Kudus di tengah keberagaman. Bahkan kita harus mengakui bahwa realitas Tuhan melampaui pemahaman kita terhadap doktrin Trinitas kita secara keseluruhan. Tidak ada satu pun pemikiran teologis yang dapat membahas misteri Allah Tritunggal. Namun menariknya, di tengah-tengah ketidakpahaman kita dalam mendefinisikan Allah Trinitas, justru Ia juga yang mempersatukan kita dalam GerejaNya. 


Dengan menunjukkan kasih-Nya yang tak terbatas kepada semua orang, kita diminta untuk meninggikan Tuhan sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Allah Tritunggal yang mengundang kita untuk ikut ambil bagian dalam persekutuan kasih-Nya meskipun keagungan keberadaan-Nya, yang melampaui segala pemahaman dan nalar manusia dalam misteri Trinitarian. GKI sebagai komunitas cinta kasih dipanggil untuk mampu menembus setiap tembok dan sekat perbedaan. Seperti pesan Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus 6:13, “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu yang tadinya jauh, telah menjadi dekat oleh darah Kristus." Hanya karena anugerah-Nya, Allah telah menghancurkan tembok pemisah yang berkaitan dengan konflik melalui karya penebusan Kristus (Ef. 6:14).


Image by Author

Kewajiban Allah Tritunggal untuk menciptakan, menopang, menyelamatkan, dan meregenerasi seluruh ciptaan itulah yang dimaksud sebagai “perbuatan baik Allah Tritunggal”. Allah Tritunggal memanggil kita untuk melakukan pekerjaan ini sehingga mungkin kita familiar dengan penyebutan rekan sekerja Allah. Rekan sekerja Allah adalah kita dalam Gereja-Nya, terkhusus kita di dalam GKI. Kita dipanggil untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini sekarang. Kerajaan Allah adalah suatu proses dinamika yang menghasilkan kesatuan kasih yang erat dari Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus... bukannya sebuah lokasi atau struktur kelembagaan tertentu. Tuhan itu satu, maka gereja pada hakikatnya juga satu. Meskipun ada perbedaan baik di dalam maupun di antara gereja-gereja, namun gereja berpendapat bahwa Roh Kuduslah yang akhirnya menyatukan kita dalam semua aspek kehidupan dan bahwa kita semua menganut landasan Injil yang sama, yang pada akhirnya mengarah pada satu kesatuan dan kesepakatan yang sama.


Konfesi GKI 2014 ini akhirnya menyatukan kita dalam kepelbagaian. Seperti lagu sekolah minggu yang sudah tidak asing bagi kita yang mengatakan bahwa Gereja bukanlah gedungnya, Konfesi GKI 2014 membuat kita semakin mengerti bahwa Allah Tritunggal, memanggil kita untuk terus bersatu. Sama seperti peran Allah Tritunggal yang berbeda namun satu tujuan, Gereja juga hadir di tengah-tengah dunia. Allah Bapa yang merawat, Yesus Kristus yang hadir di tengah-tengah dunia untuk menyelamatkan dan menyatakan kasih, serta Roh Kudus yang menghimpun kita sebagai satu Gereja, komunitas cinta kasih kepada sesama. 


Image by Author

Melalui pandemi, kita belajar dan semakin menyadari bahwa sejatinya gereja sebagai sebuah komunitas cinta kasih Allah tidak terbatas hanya sebagai gedungnya belaka. Kita merasakan betul bahwa gereja adalah orangnya. Bagaimana komunitas cinta kasih saling merawat dan menjaga, saling memperkuat satu dengan yang lainnya karena esensi sebenarnya dari gereja adalah kita, orang-orang di dalamnya. Kita bersyukur kita berangsur-angsur pulih dari keadaan pandemi yang melanda selama hampir tiga tahun. Kegiatan menggereja kita juga berangsur-angsur kembali seperti semula. Konfesi GKI dan ulang tahun penyatuan GKI menjadi refleksi bagi kita untuk melihat kembali gereja ini. Apakah kita dapat kembali merasakan kasih Tuhan lewat setiap aktifitas kita ? Apakah kita masih terus menjadi rekan sekerja Allah Tritunggal dalam tugas Kerajaan Allah bagi dunia ini? 


Kiranya GKI, gereja dan rumah kita bersama dan kita yang ada di dalamnya, semakin menyadari pertama-tama bahwa gereja ini milik Allah, dan demi pekerjaan Allah. Kita dipanggil  untuk senantiasa menghadirkan kerajaan Allah lewat wadah cinta kasihNya karna kita adalah rekan sekerja Allah.  Sebagai sebuah persekutuan yang akrab dan hangat, marilah terus berderap menjadi satu kesatuan. Ditengah kepelbagaian dan keunikan perbedaan, marilah kita saling bergandengan tangan karna rintangan kita kedepan berat dan penuh tantangan. 


Image by Author

Berbarislah utuh

Bersatulah teguh

Hai seluruh Gereja Kristen Indonesia 


Selamat ulang tahun Gerejaku, Gerejamu, Gereja kita semua! Soli Deo Gloria!

LATEST POST

 

Musa dan Yohanes merupakan penulis kitab pertama dan terakhir dalam Alkitab. Maka akan sangat menari...
by Jeffry Immanuel | 24 May 2024

Ethan Winters dan Mia baru saja memulai hidup barunya yang tentram dan damai bersama Rosemary, bayi...
by Olyvia Hulda | 23 May 2024

Respons terhadap Progresive ChristianityIstilah progresive Christianity terdengar belakangan ini. Ha...
by Immanuel Elson | 19 May 2024

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER