Karunia atau Kutukan?

Going Deeper, God's Words, 13 April 2022
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. - Yohanes 4:24

Fenomena anak indigo tentu sudah tidak asing lagi bagi kita. Apalagi akhir-akhir ini, banyak content creator yang (mengaku) memiliki kemampuan supranatural dan membuat konten-konten tentang "kemampuan" mereka tersebut. Sebenarnya, indigo sendiri tidaklah terbatas pada kemampuan bisa melihat makhluk tak kasat mata. Indigo sendiri memiliki pengertian yang lebih luas, dan kemampuan supranatural ini memiliki bentuk yang beragam. Misalnya saja mendapatkan "vision", bisa berkomunikasi dengan sosok yang tak kasat mata, dan melihat "energi" atau aura tertentu dari orang lain.

Lalu, bagaimana kita sebagai orang Kristen menyikapi hal ini? Harus diakui, tidak sedikit gereja maupun orang percaya yang—dengan mudahmenghakimi orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural adalah orang-orang yang dikutuk. Contohnya saja ketika ada seseorang yang "diserahkan" pada roh-roh leluhur oleh orang tuanya. Salah satu dampaknya adalah adanya "kemampuan" untuk dapat melihat "roh" lain. Sayangnya, ikatan seperti ini harus diputuskan, karena dapat (sangat) berdampak buruk pada berbagai aspek kehidupannya, apalagi "dilanjutkan" pada anak-cucu berikutnya.


Kalau begitu, apakah kemampuan supranatural seperti itu adalah kutukan?

Bagaimana dengan orang-orang yang memiliki karunia untuk berbicara, mendengarkan, dan menafsirkan bahasa Roh?


Sebagai orang percaya, kita perlu menyelami segala sesuatu secara lebih mendalam. Memang ada yang namanya kutukan turunan—yang didapatkan jika orang tua (atau kerabat) kita pernah mengadakan transaksi dengan Iblis lalu menumbalkan kita (dan ini ironis). Namun syukur pada Allah, kutukan itu hanya bisa dipatahkan dalam nama Yesus. Butuh waktu, apalagi kalau ada kepahitan dan berbagai emosi negatif yang sudah menguasai jiwa kita dan kita harus deal dengan itu.

Oke, itu tentang "kemampuan" bisa melihat roh-roh. Sekarang, bagaimana dengan kemampuan supranatural yang dituliskan Paulus di dalam 1 Korintus 12?


Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. ... Sebab kepada ... yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. - 1 Korintus 12:1-13


Ya, perlu disadari bahwa Tuhan pun memberikan karunia-karunia supranatural, TETAPI Dia memberikannya berdasarkan hikmat-Nya. Karunia rohani tersebut bersifat menumbuhkan dan untuk melayani orang lain bagi kemuliaan Tuhan, bukan untuk menakut-nakuti apalagi merusak kehidupan. Bahkan sejak Perjanjian Lama, Tuhan sendiri berfirman:


"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.

- Yoel 2:28-29


Photo by Mulyadi on Unsplash  


"Tapi penglihatan seperti apa yang dimaksud? Apakah masih ada penglihatan seperti itu di zaman postmodern ini?"

"Bagaimana dengan mujizat?"

"Bagaimana dengan bahasa Roh?"

(dan daftar pertanyaan ini bisa berlanjut)


Penglihatan terakhir yang dituliskan di dalam Alkitab terjadi ketika Yohanes berada di pulau Patmos. Saat itu, dia dibuang ke sana untuk menjalani hukumannya karena pemberitaan Injil yang dilakukannya, dan di sanalah dia mendapatkan penglihatan berupa kerajaan Allah yang akan datang (dan ditulisnya di dalam kitab Wahyu). Terlepas penglihatan maupun nubuat yang diterima oleh orang-orang lain setelah Alkitab dikanonkan, kita perlu bertanya apa pesan di balik keduanya. Mengapa? Karena karunia rohani bertujuan untuk menyatakan kehadiran Allah bagi kemuliaan-Nya. Tidak jarang kita mendengar ada orang yang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus karena menerima penglihatan, bukan?

Tuhan memberi karunia bukan tanpa tujuan. Jika ada orang yang berkata bahwa karunia supranatural tidak jadi berkat, maka itu salah besar. Karena beberapa orang yang bisa memakai karunianya dengan baik, mereka memakai itu untuk menolong orang lain. Disadari atau tidak, nyatanya banyak orang-orang yang memiliki sakit atau masalah supranatural karena kuasa gelap. Mereka lalu mencari penyelesaian ke orang pintar karena mungkin gereja tidak bisa menyelesaikannya. Jika ada orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural karena kuasa gelap, lalu menggunakannya untuk maksud jahat (seperti santet), maka bukankah tidak mustahil Tuhan juga memakai anak-anak-Nya untuk menolong orang-orang yang mengalami masalah tersebut?

Kemampuan supranatural sebenarnya sudah ada sejak jaman dulu. Bahkan Alkitab banyak mencatat perbuatan ajaib yang dilakukan oleh hamba-hambaNya atas seizin kuasa Tuhan. Contohnya, Musa membelah laut, mengubah tongkat jadi ular, dsb. Jika kemampuan itu dilakukan oleh seseorang di zaman sekarang—katakan Musa membelah lautan di masa kiniapakah kita mempercayai bahwa itu adalah kuasa Tuhan? Saya yakin banyak orang percaya yang mengutuki perbuatan Musa.

Santo dan santa, murid-murid Yesus, hamba-hamba-Nya, apakah Ignite People pikir mereka adalah manusia biasa? Di agama Katolik ada yang disebut dengan orang-orang kudus/orang suci. Yakinkah Ignite People bahwa mereka orang biasa? Yusuf pun termasuk salah satu orang istimewa itu. Dia penafsir mimpi. Bukan hanya penafsir, tetapi dia sendiri pernah mendapat mimpi-mimpi dari Tuhan. Di zaman sekarang, jika kita bercerita atau mendengar cerita ada orang yang mendapat "vision" Tuhan, apakah kita percaya? Kebanyakan kita pasti menghakimi itu sesat. Belum lagi kesaksian orang-orang yang pergi ke surga atau neraka.


Photo by Adrienne Merritt on Unsplash


Namun, dari semua ini, mari jangan merasa bahwa diri kita paling benar. Janganlah kita merendahkan dan menghakimi orang lain hanya karena kita mempercayai Alkitab. Alkitab tidak lagi menjadi kebenaran ketika hidup kita tidak berkenan. Karena sejatinya kebenaran sejati adalah Allah itu sendiri. Alkitab hanyalah secuil kisah yang Tuhan ingin kita tahu. Namun, pengenalan kita akan Dia berlangsung seumur hidup dengan menjalin hubungan pribadi dengan-Nya. Allah begitu besar, misterius dan pikiran-Nya tidak terselami. Siapa kita hingga bisa mengklaim tahu segala hal tentang Tuhan hanya dengan membaca Alkitab? 

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. - Yohanes 4:24

Kiranya ayat di atas membuka pandangan kita bahwa dunia lain (alias dunia alam roh) itu ada, tetapi kita memiliki Allah yang jauh lebih besar daripada roh-roh itu. Dari situ seharusnya kita sudah mulai belaja membuka diri. Lalu pertanyaannya, mengapa Alkitab tidak membahas alam roh/dunia roh/dunia lain? Jawabannya sederhana: karena tidak semua hal manusia perlu tahu. Rahasia Ilahi itu banyak. Namun, jika ada orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya itu adalah karunia. Dengan demikian, kita tidak perlu terus-terusan mempertanyakan kenapa ada orang yang diberi karunia supranatural ada yang tidak. Apakah orang yang memiliki karunia supranatural itu menjamin bahwa kehidupannya lebih baik daripada yang tidak? Belum tentu. Semua pemberian yang baik datangnya dari Allah, bukan? Walau klise, semuanya terserah pada diri-Nya yang mengaruniakan hal-hal baik ini, karena setiap orang masing-masing pada akhirnya harus mempertanggungjawabkan karunia yang ia miliki.

LATEST POST

 

Ignite People, dijumpai hari sulit selama hayat di kandung badan tidak menjadi masalah asal ada iman...
by Jeane Marlessy | 26 Jun 2022

Photo by Nick Fewings on Unsplash Ya Bapa, aku datang ke hadapan-Mu tanpa jemu-jemu.Engkau tah...
by Ms. Maya | 26 Jun 2022

Hai Ignite People! Apa kabar kalian?Ternyata, sudah hampir setahun aku ga menulis.Sempat bingung mau...
by Regina Megumi | 26 Jun 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER