Seperti Kita tengah Membuat Bolu Pandan

Best Regards, Live Through This, 21 December 2021
"Kurangi berekspektasi yang agak berlebihan. Perbanyak bersyukur. Terus bersandarlah kepada Tuhan." - Nuel Lubis


 

Suatu ketika aku meminta mami untuk dibuatkan kue bolu pandan. Yah, aku suka sekali makan kue bolu pandan. mami langsung mengabulkan permohonan. Tergesa-gesa mami pergi keluar rumah untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat seloyang kue pandan. Sampai sekarang, aku masih ingat beberapa bahannya. Ada telur, mentega, tepung terigu, dan yang kuingat, dilebur menjadi sebuah adonan yang suka aku cicipi. 

Lalu, karena suatu hal, terjadi suatu insiden. Bolunya sedikit berbeda dari bolu yang biasanya pernah aku makan. Sedikit gosong. Ah, masih enak, kok, pikir aku saat itu. mami memang jago sekali membuat kue pandan. Gosong pun, masih bisa dinikmati. 


Belajar dari pengalaman aku saat diriku masih kecil dulu, aku hanya mau berterimakasih karena Tuhan sudah mau mengabulkan nyaris seluruh permohonan aku kepada-Nya. Walau tidak sama persis dengan kemauan aku, aku tetap bersyukur sudah didengar dan dikabulkan Tuhan. Tuhan pun begitu, yang seperti mami membuatkan kue pandan untuk aku. Tidak sama persis, tapi tetap dikabulkan. Kalau direnungkan lagi, sebenarnya Tuhan tidak pernah bilang tidak. Saking baiknya, Ia berkata "Iya" untuk seluruh permohonan kita, tapi harus mengikuti kehendak Tuhan. Bahkan sebelum kita minta, Tuhan sudah mendengar dan mengabulkannya secara misterius. 

Mungkin aku harus lebih keras lagi untuk mendapatkan seluruh permohonan aku, jika aku sangat berhasrat untuk dikabulkan sesuai keinginan hati aku. Untuk sekarang ini, bersyukur terlebih dulu. Dinikmati saja dulu. Untuk sekarang, terima kasih, Tuhan, atas kasih-Mu. Aku sudah menerimanya. Thank you a lot, God! 


Dikabulkan, tidak dikabulkan, aku baru sadar, itu hanya persoalan sudut pandang. Jika kita memandang dari sudut satu, mungkin seperti tidak terkabul. Akan tetapi, jika memandang dari sudut lainnya, sebetulnya sudah terkabul. 

Ini hanya semacam note to myself saja. Sekadar itu. Bisa dibilang, ini kesaksian iman aku juga di sepanjang 2021 ini. Aku merasa perihal berdoa itu seperti kita tengah membuat suatu sajian kuliner. Tak harus kue bolu pandan. Bisa apa saja dan harus menggunakan buku resep. Coba, deh, pikirkan sejenak. Siapa, sih, yang tidak kesal jika hasilnya tidak sesuai resep, padahal sudah jadi. Entah itu karena gosong, kemanisan, atau keasinan. Kita menginginkan hasilnya itu sesuai resep. Karena itulah, begitu hasilnya tidak sesuai resep, kita merasa gagal. 

Begitu juga dengan saat kita berdoa. Kita memaksakan diri agar sesuai ekspektasi. Tumpek blek, harus sama sesuai pikiran kita. Saat kita melihat agak berbeda sedikit, padahal sudah terkabul, kita mendumel. Mencak-mencak seharian. Malas, deh, untuk bersyukur. Nah, pada saat kita merasa doa kita tidak terkabul, jangan menyalahkan Tuhan. Mungkin sudah dikabulkan, namun sedikit berbeda dari ekspektasi kita. Pernahkah kita merenungi bagaimana cara kerja pikiran Tuhan semata agar kita lebih menikmati apa yang Tuhan sediakan dan memperbanyak bersyukur? Yuk, kurangi berekspektasi dan perbanyak bersyukur! 

Hey, Tuhan selalu mendengar dan berkata "Ya" untuk setiap doa dan permohonan kita. Pernahkah kita melepaskan ekspektasi kita dan lebih peka melihat ke dalam pikiran Tuhan agar lebih mengetahui setiap doa dan permohonan kita dikabulkan Tuhan? 







Merry Christmas 2021 and Happy New Year 2022!

 

Pesan Natal dari Nuel Lubis:

Kurangi berekspektasi yang agak berlebihan. Perbanyak bersyukur. Terus bersandarlah kepada Tuhan. 


LATEST POST

 

Hai Ignite People!Sebagian dari kita mungkin ada yang masih belajar di sekolah atau di kampus, dan s...
by Verry Yovelin | 02 Aug 2022

Beberapa kali orang tuaku pernah bercerita waktu masih balita, aku pernah hampir kejatuhan vas belin...
by Regina Megumi | 02 Aug 2022

Doa memang cukup kita ucapkan, namun terkabul atau tidaknya kita tidak ada yang tahu. Yang jelas, da...
by Willi Bordus Bayu Setiawan | 23 Jul 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER