Jangan Terpuruk, Mari Berperang Mematikan Dosa!

Going Deeper, God's Words, 20 February 2022
Meskipun sulit dan penuh pergumulan, tetaplah beriman dan percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu!

“Aku sudah berdosa dan terus menerus jatuh ke dalam dosa, aku tidak layak datang kepada-Nya”

“Apa Tuhan mau mengampuniku?”

“Aku tidak bisa lepas dari dosa ini! Sangat sulit!”

Pernahkah kamu menyatakan hal tersebut ketika bergumul di dalam dosa?  

Kita tahu bahwa setiap manusia tidak ada satupun yang tidak berdosa. Kita memiliki natur berdosa tersebut. Namun, apa yang menjadi respon kita terhadap dosa? Apa hanya minta ampun kepada Tuhan dan menjalankan kehidupan normal seperti biasanya?

Kita semua tahu ada banyak perbuatan jahat yang bisa saja kita lakukan. Setiap orang memiliki pergumulan akan dosa-dosa. Ada yang bergumul dengan senang berbohong, berbicara kasar, dosa seksual, menyakiti sesama, dan lainnya.

Sebagai seorang Kristen, Tuhan ingin kita sebagai umat-Nya untuk ikut aktif dalam memerangi dosa. Dikutip dari buku Mematikan Dosa karya John Owen, ia menyampaikan:

"Orang percaya sejati, yang secara pasti terbebas dari kuasa dosa yang menyebabkan penghukuman, masih harus bergumulan seumur hidup untuk mematikan sisa-sisa kuasa dosa yang masih ada di dalam diri mereka.”

Mengapa Perlu Mematikan Dosa?

Karena setiap manusia memiliki sisa-sisa dosa yang begitu licik sehingga kita perlu memerangi setiap dosa tersebut. Dosa tersebut tidak akan pernah puas dan selalu mencari cara untuk menggoda kita untuk semakin jauh dengan Tuhan. Dosa membuat kita menjauhi perbuatan-perbuatan baik Tuhan kehendaki untuk kita lakukan. Dosa selalu berusaha untuk memberikan tuntutan kecil hingga tuntutan besar.

Contohnya, ketika kita membiarkan pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal tentang hawa napsu, dosa akan menuntut kita hingga perzinahan jika memungkinkan. Maka dari itu, kita tidak bisa membuka celah sekecil apapun itu terhadap dosa.

Apakah Bisa Hanya Memerangi Satu Dosa?

Teman-teman, bila kita ingin memerangi dosa dan berusaha menjaga kekudusan, kita tidak bisa hanya terlalu fokus untuk memerangi satu dosa saja. Coba bayangkan, anggap saja kita adalah seorang yang ingin memerangi dosa berbohong, kita bergumul untuk selalu berkata jujur kepada setiap orang. Kita juga meminta pertolongan Tuhan untuk membantu kita di saat godaan untuk berbohong muncul.

Namun, bagaimana dengan dosa lain? Apakah kita masih sulit konsentrasi saat berdoa, membaca alkitab, memiliki kesombongan, rasa iri hati, dan lainnya? Bila iya, mari sama-sama pikirkan kembali apakah kita benar-benar ingin memerangi dosa.

Bila kita ingin memerangi dosa, kita juga perlu waspada terhadap dosa-dosa lainnya. tidak hanya sekedar satu dosa yang terus menganggu. Ingat teman, setiap dosa baik kecil maupun besar, semuanya mendukakan Tuhan.

Bagaimana Mematikan Dosa? 

Kita harus memiliki kesadaran bahwa Tuhan Maha Tahu. Ia melihat hati dan setiap tingkah laku kita. Maka dari itu, apa kita masih berani hidup sembarangan dan bermain dengan dosa di hadapan Tuhan? Sebagai seorang manusia berdosa, kita tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari dosa 100%, dosa hanya bisa dilawan melalui pekerjaan Roh Kudus yang mengubahkan hati kita.

Teman-teman, mari koyak hatimu, kembali berbalik kepada Tuhan (Yoel 2:13), dan minta belas kasihan-Nya. Minta pengampunan dan mau meninggalkan setiap kesalahan di masa lalu, mulailah tanamkan tekad untuk mau dibentuk oleh Tuhan, meskipun prosesnya tidak instan.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, apakah sudah cukup kita hanya minta ampun saja kepada Tuhan dan menganggap semuanya seperti sediakala? Tentu tidak hanya itu. Kita juga perlu aktif memerangi dosa dengan belajar mengandalkan dan menaruh harapan kepada Tuhan (Yeremia 17:7). Menyadari diri bahwa kita tidak bisa mematikan dosa dengan kekuatan kita sendiri, kita perlu pertolongan dari Tuhan yang dapat memampukan kita.

Selain itu, bangunlah hubungan yang intim dengan Tuhan melalui disiplin rohani seperti saat teduh, membaca Alkitab, berdoa, menyanyikan pujian dan lainnya. Meskipun Tuhan sudah tahu tentang setiap kisah hidup kita, ingatlah bahwa Tuhan juga ingin memiliki relasi yang baik dengan kita sebagai umat-Nya.

Tanamkan pola pikir bahwa kita melakukan disiplin rohani bukan untuk melepaskan diri dari dosa atau takut dihukum oleh Tuhan, tetapi dengan kesadaran bahwa Tuhan sudah mengasihi kita dengan melihat kembali apa yang sudah Ia lakukan di atas kayu salib.

Meskipun sulit dan penuh pergumulan, tetaplah beriman dan percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan segala sesuatu! 

Tuhan memberkati.



LATEST POST

 

Rasanya bukan hal yang asing jika kita menjadi skeptis dengan hal-hal yang bersifat doktrinal. Benar...
by Ellen Kosakoy | 28 Sep 2022

Hari itu, Seekor burung pipit luka sayap sebelah. Bulu rontok bak tersayat sembilu.Berteng...
by Hendrik Siboro | 28 Sep 2022

Shalom, Ignite People! Kali ini, aku mau membagikan kesaksian nyata dari seorang suster yang ma...
by Nuel Lubis | 28 Sep 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER