Mau Dong, Damai Sejahtera!

Going Deeper, God's Words, 03 October 2020
Dunia mungkin bisa memberi damai sejahtera, tetapi percayalah, itu hanya semu. Tidak bertahan lama dan bahkan akan hilang.

Damai sejahtera adalah salah satu hal yang selalu dicari semua orang. Semua orang ingin hidup tenang, tidak tertekan, bahagia, dll. Itulah mengapa banyak orang yang mencari damai sejahtera dengan berbagai cara. Misalnya dengan “miras”, ada yang beranggapan kalau minum minuman keras (miras) bisa menenangkan hatinya.

Apakah dengan tidak adanya masalah atau pergumulan dalam hidup seseorang barulah damai sejahtera itu ada? Tentu tidak. Ya, seperti pujian yang mengatakan “Tuhan tak pernah janji langit selalu biru, tetapi Dia berjanji selalu menyertai," bukankah ini adalah satu hal yang sangat menenangkan hati?

Penyebab hilangnya damai sejahtera itu banyak, terkhususnya dalam masa seperti saat ini, yaitu pandemi Covid-19. Setiap orang atau keluarga pasti punya pergumulannya masing-masing.

Photo by Javardh on Unsplash 

Mari kita melihat pada Firman Tuhan dalam Filipi 4:6-9.

Ayat 6-7 berkata “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

Tuhan menginginkan agar kita tidak kuatir tentang apapun juga. Ini berarti semua hal, tentang makanan, minuman, pakaian, pekerjaan, pasangan hidup, dll, karena Tuhan tahu apa yang kita butuhkan.

Apa yang ada di pikiran kita, akan mempengaruhi damai sejahtera dalam hidup kita. Oleh karena itu, apa saja hal penting yang dimasukkan dalam pikiran kita dalam ayat 8?

  • Semua yang benar
  • Semua yang mulia
  • Semua yang adil
  • Semua yang suci
  • Semua yang manis
  • Semua yang sedap didengar
  • Semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji.

Beberapa kali saya mendengar kisah pasien yang sembuh dari Covid-19, di situ mereka membagikan tips-tips mereka dalam menghadapi virus tersebut, dan salah satunya adalah berpikir positif dan optimis untuk sembuh.

Jadi begitu besar pengaruh pikiran terhadap masalah yang dialami.

Pada ayat 9, menurut Paulus, jemaat Filipi telah pelajari, terima, dengar dan lihat semua pengajarannya tentang Allah. Apakah itu cukup? Ternyata belum, tetapi semua itu harus dilakukan. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Photo by Tamara Menzi on Unsplash 

Tuhanlah sumber damai sejahtera. Yohanes 14:27 mengatakan “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Dunia mungkin bisa memberi damai sejahtera, tetapi percayalah, itu hanya semu. Tidak bertahan lama dan bahkan akan hilang.

Apapun suasana hati kita saat ini, apa yang membuat kita tertekan saat ini, marilah datang dan cari Tuhan. Kelegaan sejati akan Dia berikan.

LATEST POST

 

"Ayo, kita naik gunung bersama!" Demikian beberapa teman mengajakku, dan aku menyetujuinya...
by Olyvia Hulda | 05 Dec 2020

Satu lagi karya ajaib buatan tangan Tim Dapur Visinema yang diberkati dengan kreativitas tanpa batas...
by Grifith Mercia | 05 Dec 2020

Note: Silahkan membaca Part 1 dan Part 2 terlebih dahulu.Kini kita telah memasuki bagian akhir dari...
by Alviedo Yuda | 05 Dec 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER