Let's Do It

Going Deeper, God's Words, 13 June 2020
Cinta tanpa pembuktian adalah hal yang palsu.

“If you love me, you will keep my commandments. If anyone loves me, he will keep my word, and my Father will love him, and we will come to him and make our home with him. Whoever does not love me does not keep my words.”

Jesus-


            Apa yang pertama kali kita pikirkan ketika mendengar kata “cinta”? Mungkin kita akan berpikir cinta itu adalah bunga, boneka, cokelat, barang branded, dan lain sebagainya. Atau mungkin ada juga di antara kita yang berpikir bahwa cinta itu adalah ketika pasanganku pergi mengajak kencan dan mengucapkan kata-kata romantis di tempat yang romantis pula. Namun, apakah cinta hanya sebatas bunga, boneka, cokelat, barang branded, tempat yang indah dan kata-kata yang romantis? Tentu saja setiap kita kurang setuju dengan hal tersebut. Cinta tidak hanya sebatas barang, kata-kata maupun tempat yang romantis. Cinta lebih dari itu semua. Cinta adalah sesuatu yang tidak bisa kita lihat namun bisa dirasakan. Cinta haruslah diungkapkan melalui tindakan yang nyata bukan hanya sebatas ucapan di bibir saja.

            Ketika kita menyatakan cinta kepada seseorang, itu berarti kita harus siap menunjukkan dan membuktikannya melalui tindakan kita terhadap orang tersebut. Cinta tanpa pembuktian adalah hal yang palsu. Demikian juga halnya dengan cinta kita kepada Tuhan. Cinta kepada Tuhan harus dibuktikan melalui tindakan dalam seluruh kehidupan kita. Firman Tuhan dalam Yohanes 14:15 mengatakan, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Sebagai penekanan, firman ini juga diulang kembali dalam ayat 21, 23 dan 24. Berdasarkan hal ini, kita dapat melihat bahwa mengasihi Tuhan menjadi satu paket dengan melakukan seluruh perintah Tuhan! Jadi, dasar kita untuk melakukan seluruh perintah Tuhan adalah karena kasih kita kepada Tuhan. Mengasihi Tuhan tanpa melakukan firman-Nya? That’s a fake love!

            Adapun firman ini diucapkan oleh Tuhan Yesus ketika Ia sedang berkumpul dengan para murid-Nya sebelum hari raya Paskah dimulai. Pada waktu itu, setelah Tuhan Yesus selesai membasuh kaki para murid-Nya, Ia memberikan nasihat kepada para murid menjelang waktu kematian-Nya yang semakin dekat. Tuhan Yesus rindu para murid dapat mengasihi-Nya seperti Tuhan telah mengasihi mereka. Bagi Tuhan Yesus, apabila para murid mengasihi-Nya, maka mereka akan melakukan setiap perintah yang telah Tuhan berikan kepada mereka.

Mengasihi dalam ayat 15 merupakan sebuah kata kerja yang terus menerus dilakukan dan menghasilkan suatu tindakan, yaitu melakukan perintah Tuhan. Mengasihi pada bagian ini lebih dimaksudkan seperti kasih yang Tuhan berikan kepada manusia, yaitu kasih yang rela berkorban dan penuh dengan totalitas. Jadi, apabila kita mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan, maka kita akan melakukan seluruh firman-Nya dengan penuh totalitas. Kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Tuhan apabila kita tidak melakukan firman Tuhan. 

Yohanes 14:23 mengatakan, “Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku.” 

Mengasihi Tuhan harus dibuktikan melalui tindakan, yaitu melakukan seluruh firman Tuhan. Barangsiapa melakukan perintah Tuhan, ia pasti mengasihi Tuhan. Begitu pula sebaliknya, barangsiapa mengasihi Tuhan, ia pasti melakukan perintah Tuhan. Jangan pernah kita katakan bahwa kita mengasihi Tuhan, tetapi kita tidak pernah melakukan perintah-Nya! Ketika melakukan setiap firman Tuhan, maka Tuhan akan menyatakan diri-Nya kepada setiap kita. 

Hal ini jelas dicatat dalam Yohanes 14:21 yang mengatakan bahwa “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapaku dan Akupun akan mengasihi Dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Sebaliknya, ketika kita tidak melakukan setiap firman-Nya, maka Tuhan tidak akan menyatakan diri-Nya kepada kita. Ketika Tuhan tidak menyatakan diri-Nya, itulah saat dimana kita mengalami keterpisahan dengan Tuhan. Jadi, mari kita membuktikan kasih kita kepada Tuhan dengan cara melakukan setiap firman-Nya! Tentu saja hal ini sulit. Tetapi sulit bukan berarti tidak bisa. Sulit hanya membutuhkan usaha yang lebih. Mintalah pertolongan Roh Kudus, maka kita akan bisa mengasihi Tuhan dan membuktikan kasih itu. So, Lets Do it!

LATEST POST

 

"Ibadah seharusnya memelihara kehidupan bukan malah mengancam kehidupan"Minggu, 19 Juli 20...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 11 Aug 2020

Lee Ha-yi, atau yang lebih dikenal dengan nama Lee Hi, merupakan seorang singer-songwriter asal Kore...
by Jerell Michael Cussoy | 11 Aug 2020

Sudah bertahun-tahun aku melihat anakku terkulai lemah di atas ranjangnya. Tubuhnya panas, sewaktu-w...
by Hendrik Siboro | 11 Aug 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER