Denominasi: Satu atau Banyak?

Going Deeper, God's Words, 07 May 2020
Kelihatannya saat ini denominasi Kristen menunjukkan bahwa ada banyak Kekristenan saat ini. Sebenarnya Kristen itu satu atau banyak?

Di dalam sejarah Kekristenan sampai hari ini kelihatannya ada banyak sekali perpecahan yang terjadi. Lebih dari lima ratus tahun yang lalu, Kekristenan lahir di dalam nuansa perpecahan. Martin Luther yang dianggap sebagai tokoh kunci dari Reformasi Kekristenan. Dia mempublikasikan 95 tesis di depan sebuah gereja dan kemudian memisahkan diri dari Gereja Katolik. Setelah itu, muncul tokoh-tokoh reformasi lainnya seperti John Calvin, John Knox, Zwingli, dan masih banyak tokoh lainnya. Tokoh-tokoh reformasi menjadi pelopor yang membawa semangat kembali ke Alkitab.

Setelah itu, Kekristenan kemudian mulai terpecah menjadi berbagai denominasi sampai hari ini. Seolah-olah muncul pertentangan antara denominasi yang satu dengan yang lainnya yang menunjukkan bahwa denominasi menjadi bukti perpecahan di dalam Kekristenan. Namun, benarkah demikian? Benarkah denominasi adalah bukti perpecahan gereja Kristen? Artikel ini akan mencoba untuk menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan apa yang dikatakan Alkitab tentang perbedaan di dalam gereja dalam 1 Korintus 12:12-31.

            Paulus menekankan kesatuan anggota-anggota tubuh kepada jemaat di Korintus dalam 1 Korintus 12:12-31. Paulus menganalogikan jemaat yang berbeda-beda sebagai anggota tubuh yang banyak tetapi merupakan satu tubuh (12:12). Paulus menyadari bahwa perbedaan di antara jemaat tidak dapat dihindarkan. Perbedaan tentu menjadi masalah terbesar di dalam kesatuan tubuh Kristus. Gereja mula-mula pada waktu itu terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Dilihat dari latar belakang bangsa dalam gereja mula-mula ada yang orang Yahudi, orang Yunani, atau bahkan bangsa-bangsa lainnya. Demikian juga bila dilihat dari statusnya gereja mula-mula menerima baik itu budak maupun orang merdeka. Selain itu, Paulus juga menunjukkan adanya perbedaan karunia-karunia pelayanan di dalam jemaat. Perbedaan yang mencolok terlihat di tengah-tengah komunitas Kristen mula-mula pada waktu itu.

            Paulus mengatakan bahwa perbedaan-perbedaan itu memang ada dan perlu di dalam tubuh Kristus. Andaikata semuanya sama dan tidak ada perbedaan maka Kekristenan tidak dapat dikatakan sebagai satu tubuh Kristus (12:19). Di dalam perbedaan, setiap anggota yang berbeda harus saling memperhatikan supaya tidak terjadi perpecahan. Ketika satu anggota menderita maka anggota yang lainnya turut menderita dan jika satu anggota dihormati, maka semua anggota lain juga turut bersukacita (12:26). Sekali lagi, Alkitab tidak menentang adanya perbedaan di dalam tubuh Kristus, tetapi setiap anggota yang berbeda harus saling memperhatikan satu dengan yang lain.            Denominasi-denominasi Kristen yang ada bukankah sedang menunjukkan perbedaan-perbedaan di dalam tubuh Kristus? Bahkan di dalam masing-masing gereja pun tidak dapat dipungkiri terdapat perbedaan-perbedaan antara satu individu dengan individu yang lain. Akan tetapi, perbedaan ini bukan menjadi alasan timbulnya perpecahan di antara Kekristenan. Perbedaan yang ada justru adalah anugerah Allah yang semakin menunjukkan bahwa Kekristenan berada di dalam satu kesatuan tubuh Kristus. Meskipun terdapat perbedaan-perbedaan yang mencolok, tetapi setiap denominasi Kristen adalah murid Kristus yang berada di bawah satu Sang Kepala Agung, yaitu Yesus Kristus.

            Dalam bagian surat berikutnya, Paulus kemudian menjelaskan bagaimana jemaat dapat saling memperhatikan dan menikmati kesatuan di dalam kesatuan tubuh Kristus. Kasih dalam 1 Korintus 13 adalah jawabannya. Segala jenis karunia dan perbedaan di dalam tubuh Kristus menjadi tidak berguna jika tanpa kasih. Mengapa tidak berguna? Karena tanpa adanya kasih, tidak mungkin perbedaan dapat diterima dengan ketulusan hati dan tidak mungkin anggota yang berbeda dapat dengan setia terus saling memperhatikan. 

            Kasih menjadi kunci tindakan yang mempersatukan anggota-anggota tubuh Kristus. Tindakan kasih Allah dinyatakan dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, supaya kita dapat kembali berelasi dengan Dia. Kasih Allah menjadi dasar kita dapat kembali merasakan relasi persekutuan dengan Allah dan menjadi dasar relasi kita dengan sesama orang percaya lainnya. 

            Denominasi Kekristenan memang menunjukkan adanya perbedaan. Namun, anugerah Allah ini justru menunjukkan satu kesatuan tubuh Kristus. Setiap anggota saling menjaga dan memperhatikan satu dengan yang lainnya di dalam kasih. Sungguh adalah suatu anugerah yang indah. Allah mengizinkan denominasi Kekristenan ada justru menjadi kesempatan kita untuk menunjukkan kasih yang nyata di tengah perbedaan-perbedaan yang ada. 

Bagi penulis, denominasi bukan bukti pecahnya Kekristenan. Denominasi seharusnya menjadi bukti nyata kasih Kristus di tengah relasi antara anggota-anggota tubuh yang berbeda di dalam Kekristenan. Penulis percaya denominasi adalah anugerah Allah yang memberikan kita kesempatan untuk saling mengasihi dan menjaga serta saling memperhatikan sebagai satu kesatuan di dalam tubuh Kristus.

Dengan segala kerendahan hati, artikel ini tidak lepas dari presuposisi penulis yang juga berasal dari salah satu denominasi Krsten dan hanya membahas satu bagian firman Tuhan. Harapan penulis adalah semoga artikel ini dapat dipakai Tuhan untuk memberkati setiap pembaca. Segala kemuliaan hanya bagi Yesus Kristus, Tuhan kita.

LATEST POST

 

            Pastinya sebagian dari kita sering mendengar atau mel...
by Eva Chrisviana | 30 Nov 2020

"Kala kucari damaihanya kudapat dalam Yesuskala kucari ketenanganhanya kutemui di dalam Yesusta...
by Grifith Mercia | 25 Nov 2020

Kalau saja namanya bisa ditukar dan menjadi keadaan ibunya, Gia akan senang hati menukarnya walau mu...
by Surya Hadi | 25 Nov 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER