Bukan Itu yang Saya Minta Tuhan

Going Deeper, God's Words, 16 April 2020
Bukan berarti ketika tidak ada perubahan, Tuhan itu diam. Justru dalam hal yang nampak normal dan biasa-biasa saja, Tuhan bekerja.

Kita pasti pernah berdoa kepada Tuhan untuk suatu permohonan atau permintaan. Permintaan kita begitu beragam, ada yang memohon kesehatan, kekayaan, lulus dari sekolah, dan lain sebagainya. Yups, tidak salah kita berdoa untuk meminta sesuatu kepada Tuhan. Toh, Dia adalah Bapa kita yang setia mendengar permohonan kita.

Tapi pernah gak kalian berdoa dan bahkan sambil puasa meminta sesuatu dan Tuhan memberikan hal yang lain atau hal yang tidak sesuai dengan permintaan kalian? Kalian mintanya A, eh malah Tuhan berikan B atau C. Gimana perasaan kalian saat hal itu terjadi? Kecewa? Marah? Atau malah bersyukur?



Saat Yesus sedang mengajar dalam suatu rumah di Kapernaum, ada empat orang bersahabat membawa satu sahabat mereka datang kepada Yesus dengan menggunakan tilam karena sahabat mereka lumpuh. Karena rumah tempat Yesus mengajar tidak sebesar istora Senayan, mereka kesulitan untuk membawa sahabat mereka ke hadapan Yesus. Mereka dengan susah payah akhirnya menemukan ide untuk menurunkan sahabat mereka lewat atap rumah. 

Mereka berempat dengan penuh usaha datang kepada Yesus untuk memohon kesembuhan bagi temannya yang tidak dapat berjalan ini. Begitu mahal harga yang harus mereka bayar. Dengan kesusahan membawa temannya menggunakan tilam, dengan penuh perjuangan naik ke atap dan membongkar atap itu, dan masih banyak lagi harga yang mereka bayar demi rekan yang tidak dapat berjalan bisa bertemu dengan Yesus supaya disembuhkan. Eh, setelah ketemu Yesus, malah diampuni dosanya.

Lha, sudah datang jauh-jauh dan penuh dengan kesulitan memohon kesembuhan, tetapi justru diampuni dosanya. Mereka kan gak meminta pengampunan dosa, kenapa Yesus malah mengampuni Si Lumpuh? Kenapa Yesus gak langsung nyembuhin Si Lumpuh, padahal Dia sanggup dan berkuasa? Meskipun ujung-ujungnya Yesus juga akhirnya menyembuhkan Si lumpuh, tetapi kenapa Dia mesti mengampuni Si Lumpuh dulu sih? 

Dalam kisah ini, penyakit Si Lumpuh disebabkan karena dosanya. Yesus harus terlebih dahulu mengampuni dosanya barulah menyembuhkan dia. Mesti dan wajib banget untuk kita ingat, kalau tidak selamanya penderitaan atau penyakit disebabkan karena dosa. Ada banyak faktor yang bisa membuat kita menderita atau sakit, salah satunya karena kebodohan dan kecerobohan kita sendiri.



Selain itu Yesus mau menyatakan, bahwa hal yang paling penting dan yang paling dibutuhkan Si Lumpuh bukanlah kesembuhan fisik, tetapi pengampunan dosa. Pengampunan dosa membebaskan kita dari murka Allah dan hanya itulah hal yang paling esensi dan dibutuhkan oleh Si Lumpuh. Pertanyaan yang menarik ialah bagaimana kalau kisah ini berakhir ketika Yesus mengampuni dosa Si Lumpuh dan tidak menyembuhkan dia? 

Sering banget dalam hidup kita, Tuhan gak menjawab permohonan kita. Dari Firman Tuhan ini, Tuhan mau menyampaikan kalau sebenarnya Dia yang paling tahu apa yang kita butuhin dan Dia pasti memberikan yang kita butuhin. Yup, kita juga sama dengan Si Lumpuh dalam kisah itu, kita juga paling membutuhkan pengampunan dosa. Sama dengan Si Lumpuh, kita diberikan hal tersebut dengan gratis, bahkan kita dapat akses untuk memanggil Allah dengan sebutan Bapa. 

Dalam menjalani kehidupan dalam dunia yang tidak menentu ini ditambah lagi dengan pandemi Covid-19, kita seringkali berseru memohon supaya Tuhan memulihkan dunia ini. Kita pikir kalau dunia ini bebas dari wabah Covid-19, semuanya akan baik dan lancar. Kita mungkin berpikir kalau Tuhan ini diam dan tidak bekerja dalam dunia yang semakin hancur ini. Tuhan seolah-olah gak mendengar seruan doa kita yang kita panjatkan siang dan malam. Atau mungkin kita yang salah menangkap maksud dan rencana Tuhan bagi dunia ini. Bukan berarti ketika tidak ada perubahan Tuhan itu diam, justru dalam hal yang nampak normal dan biasa-biasa saja, Tuhan bekerja. 

Jadi, jika permintaan dan doa kalian dijawab gak sesuai dengan yang kalian doain, berbesar hatilah untuk mengakui bahwa Tuhan tahu yang terbaik dan bukan berarti Tuhan diam. 

Apa yang kitapikir yang terbaik belum tentu yang terbaik. Apa yang kita pikir harus dilakuin Tuhan belum tentu itu juga yang Tuhan pikirkan.

Selalu ingat kalau Tuhan tidak pernah diam, meskipun nampaknya Dia diam. Tuhan justru sedang bekerja mendatangkan kebaikan. Tetaplah berdoa dan bertekun!   

LATEST POST

 

Kitab suci umat Nasrani terdiri dari 66 kitab (39 kitab perjanjian lama, 27 kitab perjanjian baru)....
by Nuel Lubis | 01 Jun 2020

Ini suara saya yang sekarang melayani di salah satu another liquid place, yaitu dunia pendidika...
by Febrima Yuliana Mouwlaka | 01 Jun 2020

Hai Ignite People, bagaimana kabar kalian semua? Aku berharap kalian semua dalam kondisi yang baik d...
by Kevin J. Darmawan | 01 Jun 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER