Tentang Sebuah Akhir

Best Regards, Live Through This, 27 February 2020
Ketika kita melihat kasih yang Tuhan beri itu sebagai suatu anugerah, kita juga dapat melihat bahwa hubungan yang kita jalani juga merupakan anugerah dari Tuhan yang harus terus dipelihara layaknya tanaman supaya dapat terus bertumbuh ke arah yang benar.

Sebuah lagu yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita berjudul Mau Dibawa Kemana milik Armada, bercerita tentang seseorang yang mempertanyakan kejelasan arah hubungan bersama kekasihnya. Hal ini juga yang mungkin masih sering terjadi di kalangan muda yang sedang berelasi. Bisa jadi mereka berelasi hanya sekadar untuk mendapat perhatian; atau bisa juga mereka berelasi hanya karena gengsi dan demi sebuah status. Hubungan yang mereka jalani mungkin saja hanya untuk bersenang-senang seperti pergi nonton di bioskop atau makan di resto ter-enak. Tidak jarang hubungan yang mereka jalani terkesan biasa saja, berjalan begitu-begitu saja.

Itu sebabnya, relasi yang mereka jalin tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas karena tidak dibangun di atas dasar dan motivasi yang benar. Sebab, sebuah hubungan perlu adanya diskusi serius untuk menentukan arah dan tujuannya. Ini menjadi penting, karena tanpa adanya arah dan tujuan, sebuah hubungan seperti halnya kapal yang sedang terombang-ambing di tengah lautan, tidak tahu harus kemana karena tidak ada yang mengarahkan. Namun, di sini saya juga tidak bisa asal menghakimi relasi seperti apa yang orang lain sedang jalani dan apa yang mendasarinya, karena tentu relasi setiap orang berbeda dan punya keunikannya masing-masing.

Saat ini saya sedang menjalin relasi dengan seseorang yang sangat saya kasihi. Saya bersyukur bahwa selama 2,5 tahun kami berelasi, arah dan tujuan hubungan kami perlahan-lahan semakin dapat terlihat jelas. Pertumbuhan, baik masing-masing personal maupun di dalam hubungan kami, dapat dirasakan. Memang sejak awal, sejak kami putuskan untuk berkomitmen, kami menjadikan Tuhan sebagai dasar dalam hubungan kami sehingga kami selalu melibatkan Tuhan dalam segala hal yang kami lakukan dan putuskan. Kami tahu kepada siapa kami harus bergantung dan berpengharapan atas hubungan kami. Maka, di atas dasar itulah, kami juga menaruh sebuah tujuan akhir untuk hubungan kami yaitu untuk membangun sebuah rumah tangga. 

Ya, hubungan kami harus dibawa kepada kehidupan bahtera rumah tangga sehingga pada akhirnya kami berdua bisa melihat dengan jelas dan menikmati keindahan kasih Tuhan bersama-sama secara utuh. Itulah yang menjadi visi kami, dan kami percaya Tuhanlah yang berikan visi itu. Lantas, bagaimana kita bisa tahu apa yang menjadi arah dan tujuan dalam sebuah hubungan? Sederhana saja, terus setia untuk menggumulinya bersama dengan pasangan kita di dalam anugerah Sang Sumber Cinta. Ketika kita dengan serius melibatkan Tuhan di dalam hubungan kita, Tuhan akan berikan visi itu dan Ia juga yang akan menuntun kita untuk dapat berjalan dengan pasti menuju pada visi yang telah Tuhan tetapkan.

Kami menikmati setiap proses untuk bisa mencapai visi itu. Hubungan kami dibumbui dengan banyak rasa seperti hubungan berpacaran pada umumnya. Tidak jarang juga kami berbeda pendapat entah untuk hal-hal sepele atau sesuatu yang serius. Namun, kasih selalu mendamaikan relasi kami. Kasih yang Tuhan beri kepada masing-masing kami menjadi hal yang terutama untuk dapat berjalan bersama, beriringan, tidak ada yang lebih cepat atau lambat, demi mencapai tujuan bersama. Kami selalu berdoa supaya Tuhan berikan kasih yang baru setiap harinya untuk kami boleh menjalani relasi ini sebagaimana Ia sudah mengasihi manusia lebih dulu.

Kasih menjadi dasar motivasi untuk segala sesuatu yang kita lakukan. Maka, ketika kita melihat kasih yang Tuhan beri itu sebagai suatu anugerah, kita juga dapat melihat bahwa hubungan yang kita jalani juga merupakan anugerah dari Tuhan yang harus terus dipelihara layaknya tanaman supaya dapat terus bertumbuh ke arah yang benar.

Saat ini, entah sedang dalam proses menjalin relasi atau belum, tetaplah melibatkan Tuhan. Jadikan Dia sebagai dasar yang memimpin hubungan kita, sehingga kita menjadi tahu kemana sebuah hubungan harus diarahkan untuk sampai kepada tujuan pelabuhan terakhir, yaitu sebuah rumah tangga. Kita tidak perlu pusing lagi ketika sebuah pertanyaan muncul, “Mau dibawa kemana hubungan kita?”, karena kita tahu jawabannya. 

Setelah itu, biarkan Tuhan tetap terus memimpin relasi kita dengan pasangan kita, sehingga apa yang Tuhan kehendaki dan rencanakan dalam hidup kita dapat tergenapi. Selamat bergumul untuk menentukan arah tujuan akhir sebuah hubungan bersama dia, yang sudah Tuhan izinkan untuk boleh bergumul bersama.

LATEST POST

 

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menulis sebuah artikel mengenai pasangan hidup di IGNITE GKI,...
by Tabita Davinia Utomo | 26 Sep 2021

I can stop this right now because there are so many reasons why I shouldn’t do this.“Hei...
by Sandra Priskila | 26 Sep 2021

Pandhu (bukan nama sebenarnya) menangis di salah satu sudut kamarnya. Bantal putih besar itu dipeluk...
by Lay Lukas Christian | 26 Sep 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER