Doa Tak Sembarang Didoakan, Sobat!

Going Deeper, God's Words, 28 February 2020
…Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya… - Yakobus 5: 16b

Ada sebuah film Hollywood yang sungguh membuatku teringang-ngiang karena alur ceritanya, yakni: "Bruce Almighty". Terutama salah satu adegan dimana tatkala tokoh utamanya, Bruce Nolan, merasa Tuhan itu tak adil dan tak pernah mendengarkan doanya. Hingga akhirnya ia diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Tuhan sendiri. Tuhan berbaik hati padanya dengan memberikan God's power, yang mana apa yang dimauinya bisa terkabul. 

Lalu, lambat laun, Bruce mulai sadar bahwa betapa beratnya pekerjaan Tuhan itu; terutama saat tiap detik harus mendengarkan segala macam permohonan. Bruce juga akhirnya sadar, bahwa Tuhan ternyata mengabulkan doa tiap manusia dengan  cara-Nya sendiri. Yah begitulah cara kerja doa yang bisa kutangkap dari film yang sudah cukup lama beredar tersebut. Mendadak juga,  tiap menonton film tersebut, aku selalu teringat oleh satu ayat di kitab Yakobus 5: 16b. 

“…Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya…” 

Tatkala kita berdoa, itu tak sama seperti saat seorang Aladdin berkata: "Jin, aku minta kekayaan," dan simsalabim abrakadabra, segunung emas sudah ada di depannya. Tidak, tidak seperti itu. Doa seorang Kristen tentu berbeda dengan doa orang duniawi. Proses permohonan kita terkabul itu butuh proses dan seringkali berlangsung di jalan yang tak kita sangka-sangka. Seringkali Tuhan itu hanya membukakan jalan pada kita agar mencapai permohonan itu. 

Sebab bagaimanapun Tuhan ingin kita benar-benar tahu apa yang kita doakan. Dia ingin kita benar-benar meyakini doa kita sendiri dengan cara hidup berserah pada-Nya saja. Ada kalanya kita berdoa seperti ini:  Ya  Allah, bantu dan ajarkan kami agar kami bisa berdoa seperti yang anak-MU dulu pernah ajarkan. Bapa kami yang ada di sorga… 

Yah, Yesus sudah mengajarkan kepada kita tentang bagaimana cara kita berdoa. Doa Bapa Kami, menurutku, doa paling terbaik di  dunia. Bayangkan, sudah paling, ter- juga. Lalu, kenapa saya bilang yang terbaik? Sebab, di dalam doa tersebut, Allah--melalui Yesus--ingin menyampaikan kepada kita bahwa Allah sangat menyukai doa yang di dalamnya tak egois. Kita diminta untuk juga memperhatikan orang lain. Itu sama seperti yang Rasul Yakobus ajarkan lewat Yakobus 5: 16a, yang berbunyi: 

"...karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh..." 

Seperti Nabi Elia yang berdoa demi pertobatan bangsa Israel, itulah bagaimana umat beriman seharusnya berdoa.

Ada seorang sahabat pernah berkata: Bagaimana cara kita meminta, mungkin menggambarkan apa yang ada di dalam diri kita. Begitupun dengan cara kita memohon kepada Allah. Bukannya Allah enggan mengabulkan doa yang cenderung ke diri kita sendiri. Tapi, bukankah doa yang cenderung egois, yang cenderung mementingkan diri kita sendiri, itu malah tak berfaedah? 

Allah ingin kita turut mendoakan sesama kita, lebih-lebih mendoakan makhluk ciptaan-Nya yang lainnya. Mungkin saja jawaban atas doa pribadi kita berada pula di tangan sesama kita yang doakan. Yuk, Sobat, jangan lupa untuk berdoa demi sesama kita juga. Mari doakanlah juga mereka yang bekerja demi kemuliaan nama Tuhan, walau tidak sebagai pelayan gereja seperti pendeta, penatua, diaken, dan lain-lain. Berdoalah dengan sungguh-sungguh. Sebelum meyakininya, ketahuilah betul-betul apa yang sudah kita mohon kepada Allah. Ia Maha Tahu, Ia bisa menilik kedalaman hati kita apakah itu murni atau tidak.

LATEST POST

 

Bahagia itu konsep yang aneh, definisi umumnya adalah keadaan di mana kita menikmati hidup dan meras...
by Joshua Eldi Setio | 06 Apr 2020

“Dunia sedang sakit atau dunia sedang berduka” begitulah tanggapan setidaknya dari penga...
by Lefrandy Praditya Klaas | 06 Apr 2020

Hari ini Luna berulang tahun, ulang tahun kesekian yang tidak perlu disebutkan berapa angkanya. Seda...
by Surya Hadi | 06 Apr 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER