Doaku Untukmu

Best Regards, Live Through This, 19 May 2021
Mari sejenak kita tinggalkan aktivitas kita, tarik nafas yang dalam, tenangkan hati dan pikiran.

Pada kesempatan ini, saya tidak mau sharing tentang apapun, tidak mau memotivasi siapapun, tidak mau bersaksi mengenai apapun. Saat ini, saya hanya mau berdoa untuk kita yang sedang membaca tulisan ini. Mari kita meninggalkan aktivitas sejenak, menarik napas yang dalam, dan menenangkan hati serta pikiran. Sejenak kita lupakan tugas, pekerjaan, konflik, kesedihan, amarah, rasa cemas, dan apapun yang memberatkan jiwa kita untuk kita berdoa kepada Tuhan. 


Saya berdoa bagi kita yang sedang bergumul dalam kesehatan, baik yang berhubungan dengan Covid-19 penyakit yang tak kunjung sembuh, atau penyakit lainnya. Saya juga berdoa bagi kesehatan orang-orang terkasih yang harus kita rawat. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan kesabaran bagi kita dalam menjaga orang yang perlu kita jaga. Kiranya Tuhan yang berkenan memberi kesembuhan dan kekuatan dalam melalui proses penyembuhan bagi kita yang sakit atau orang yang kita rawat. 


Saya berdoa bagi kita yang sedang menempuh studi. Kiranya Tuhan memampukan kita menyelesaikan tugas dan ujian yang diberikan. Kiranya kita menempuhnya dengan jujur, kita menjalaninya dengan semangat dan sukacita, sehingga kita bisa menyelesaikannya sebagai pemenang di dalam Tuhan.


Saya berdoa untuk kita yang sedang bergumul dalam mencari pekerjaan. Kiranya Tuhan mempertemukan dengan tempat pekerjaan yang tepat, di mana kita bisa berkarya dengan sukacita dan memuliakan Tuhan melalui pekerjaan kita. Berdoa juga untuk kita yang kehilangan sumber penghasilan, percayalah bahwa Tuhan senantiasa memelihara kita dan membukakan pintu kesempatan lain yang dapat mengubahkan kondisi kita. Saya juga berdoa bagi kita yang bergumul secara ekonomi, baik secara pribadi maupun bersama keluarga. Kiranya kita diberikan kekuatan dalam bertahan dalam kondisi ini, dan sesuai waktu Tuhan, kondisi kita akan dipulihkan, bahkan lebih tinggi dari sebelumnya. 



Photo by Jack Sharp on Unsplash  


Saya berdoa bagi kita yang bergumul mengenai relasi dengan sesama, baik keluarga, pasangan, teman, atau rekan sekerja. Kiranya Tuhan memberi damai dan hati yang lembut agar kita memulai terlebih dahulu mencintai kembali orang-orang tersebut dengan ikhlas, kerendahan hati untuk meminta maaf, dan kembali saling mengasihi.


Saya berdoa bagi kita yang bergumul dalam rumah tangga, baik mengenai relasi yang retak, kerinduan memiliki anak, tantangan ekonomi, atau pergumulan-pergumulan lainnya. Kiranya relasi yang retak dipulihkan dengan cinta kasih Tuhan, kiranya janji-janji pernikahan diperkuat dengan iman dan percaya bahwa Tuhan yang pegang kendali, badai pasti berlalu dan kita selamat karena Yesuslah nahkoda dan kepala keluarga kita. Kiranya pasangan yang merindukan kehadiran seorang anak bisa melihat doa mereka dikabulkan Tuhan dan boleh memiliki anak yang sehat dan bertumbuh dengan pengenalan akan Tuhan. Bagi keluarga yang memiliki tantangan ekonomi, saya berdoa agar kita tetap bergandengan tangan dengan erat, memegang janji Tuhan bahwa rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera yang memberikan kita hari depan yang penuh harapan. Kiranya kita dapat melalui masa sulit bersama keluarga tanpa melukai satu sama lain. 


Saya berdoa bagi kita yang mengalami depresi dan kekeringan spiritual. Kita tidak sendirian, banyak rekan-rekan kita yang terluka di saat sulit dan bergumul hari demi hari menghadapi kegelapan di luar. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah jauh dan tidak pernah meninggalkan kita. Seringkali, di dalam titik terendah seperti inilah kita mengenali sisi lain dari-Nya dan menemukan fakta baru mengenai diri sendiri. Mari kita bersatu hati dan memohon kelegaan dari Tuhan, memohon pimpinan Roh Kudus yang menghibur dan memberi damai.


Saya berdoa bagi kita yang berduka karena kehilangan, baik karena meninggal, ataupun berakhirnya sebuah relasi. Kiranya Tuhan menghibur kita yang berduka karena anggota keluarga kita berpulang ke Rumah Bapa. Kita bersyukur karena kekasih hati telah menuju kekekalan dan kita yakin Tuhan menghibur dan memelihara kita yang ditinggalkan. Bagi kita yang mengakhiri relasi dengan yang-dulunya-adalah-kekasih, hati Tuhan turut bersedih bersama kita, tetapi Tuhan telah menyiapkan kehidupan baru bagi kita dan Ia ingin kita bersukacita di dalam Dia. Ketika Tuhan menutup suatu pintu bagi kita, Ia sedang membukakan pintu lainnya untuk menuju hidup yang lebih baik. 


Saya berdoa bagi kita yang bergumul dengan arogansi, pesimistis, dan adiksi:

"Ampuni kami saat kami terlalu mengandalkan diri sendiri dan memegahkan diri kami, ya, Tuhan, dan ampuni kami jika kami tidak mempercayai bahwa Engkaulah yang memberkati dan memampukan kami dalam menjalani hidup kami. Kami bersatu hati memohon kiranya Roh Kudus menjagai kami dan memulihkan kami dari adiksi obat-obatan, minuman keras, pornografi dan seks bebas. Kami percaya tidak ada hati yang terlalu kotor dan dosa yang terlalu berat untuk dapat Tuhan ampuni dan buat menjadi bersih, sehingga Iblis tidak menggunakan rasa bersalah kami sebagai penghalang kami melihat anugerah dan kasih Tuhan. "


Amin.


Percayalah bahwa Tuhan mengasihi kita.

Jika kamu sedang merasa down, bacalah kembali pada bagian yang sedang kamu gumuli, dan saya berdoa bersamamu setiap kali kamu membacanya. 

LATEST POST

 

SAAT GEREJA “DILARANG” MENGURUSI POLITIKKetika menemukan berita Persekutuan Gereja-Gerej...
by Christan Reksa | 13 Jun 2021

            Di dalam buku nyanyian Kidung Jemaat pada nomor 26 terdapa...
by Christyana Elizabeth Huwae | 13 Jun 2021

Ada orang yang habiskan seumur hidupnyahanya untuk berbuat baik.Lalu khilaf satu kali dan berbuat ke...
by Primaridiana Pradiptasari | 13 Jun 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER