Gusdurian X GKI Gejayan: "Dialog Peradaban Untuk Toleransi dan Perdamaian"

All About GKI, Spotlight, 25 February 2020
Perdamaian dan toleransi adalah oase yang diperlukan bagi bangsa ini.

“Mall kan meeting point-nya banyak orang dari beragam latar belakang, terlebih banyak anak-anak milenial. Dengan mengadakan ziarah pemikiran Gus Dur di mall, menjadi makna simbolik bahwa anak-anak milenial juga tertarik  terhadap pemikiran Gus Dur dan generasi milenial merupakan persemaian yang baik untuk pemikiran Gus Dur.”

Demikian kata sambutan pembuka dari Esaol sebagai perwakilan Komisi Dewasa Muda GKI Gejayan, yang bersama dengan Gusdurian Jogja dan YIPC (Young Interfaith Peacemaker Community) Yogyakarta menyelenggarakan bedah buku berjudul “Dialog Peradaban Untuk Toleransi dan Perdamaian” yang memuat tentang dialog antara Gus Dur dan Daisaku Ikeda yang menyuarakan ajaran-ajaran luhur tentang perdamaian, toleransi, dan hak asasi manusia. Acara yang dimoderatori oleh Anissa Zuhra(YIPC) ini dilaksanakan, Senin (24/2) di The Grace, Hartono Mall Lt.3.

oleh Tim Dokumentasi-Multimedia GKI Gejayan

Nova Safitri, perwakilan Gusdurian dan Panitia Satu Dekade Gus Dur, menjelaskan bahwa acara ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Ziarah Pemikiran Gusdur  yang puncaknya dilaksanakan 27/2/2020 di Pondok Pesantren Pandanaran Yogyakarta. Ia juga menambahkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah sebagai upaya kita untuk mendoakan Gus Dur dan mengingat jasa-jasanya serta menyebarkan pemikiran Gus Dur mengenai perdamaian dan toleransi agar menjadi oase bagi bangsa ini meningat hal-hal yang terjadi di negara kita belakangan ini.

oleh Tim Dokumentasi-Multimedia GKI Gejayan

Pemaparan bedah buku oleh tiga narasumber yang mendalami pemikiran Gus Dur. Pertama, Achmad Munjid, Ph.D., selaku dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM. Dalam pemaparannya belaiau mengatakan bahwa dalam buku ini pesan yang ingin ditonjolkan oleh kedua tokoh (Gus Dur dan Ikeda) adalah kita harusnya percaya bahwa masih ada kebaikan pada hati manusia. Dilanjutkan dengan Romo Robertus In Nugroho, 

Dosen Universitas Sanata Dharma menyampaikan bahwa buku ini mengajak kita untuk menjadi manusia sehari-hari yang bertitik tolak dalam realitas. Karena di dalamnya banyak ungkapan saling memaafkan, saling berterima kasih dan mengagumi antara kedua tokoh. 

Ibu Khotimatul, selaku Ketua Pengurus Wilayah Fatayat NU Yogyakarta, menambahkan bahwa buku ini memberi pesan bahwa merayakan perjumpaan dan dialog antar agama tidak harus formal dan kaku tetapi bisa dengan cara membahagiakan seperti yang diteladankan oleh Gusdur dan Daisaku Ikeda. Kemudian acara dilanjutkan tanya-jawab seputar toleransi dan kehidupan beragama.

oleh Tim Dokumentasi-Multimedia GKI Gejayan

Acara ini juga dimeriahkan oleh Sola Fide Vokal Grup dari GKI Gejayan. Menyusul kemudian kelompok musik gambus Syubbanul Akhyar yang melantunkan shalawat “syii'r tanpo waton” di mana semua peserta, baik itu Gusdurian, Jemaat GKI Gejayan, dan para aktivis toleransi turut melantunkan syair shalawat. Selain karena lagunya merdu, makna yang terkandung dalam syairnya pun sangat mendalam karena penuh pesan toleransi dalam bait-baitnya seperti penggalan “akeh kang apal Qur’an seneng ngafirke marang liyane” yang artinya kurang lebih banyak yang hafal kitab suci tapi sering mengkafirkan yang lainnya.

oleh Tim Dokumentasi-Multimedia GKI Gejayan

oleh Tim Dokumentasi-Multimedia GKI Gejayan

oleh Tim Dokumentasi-Multimedia GKI Gejayan

Kebersamaan dan keberagaman hidup bersama pun digaungkan dengan kolaborasi unik dari Komisi Dewasa Muda, Sola Fide GKI Gejayan dan.Syubanul Akhyar. Dalam kolaborasi in, peserta pun ikut menyanyikan lagu Havenu Shalom Alechem dalam tiga bahasa, yaitu Ibrani, Arab dan Indonesia, yang menegaskan bahwa kita turut andil membawa berita sejahtera, yaitu lewat hidup damai  Setelah itu tidak lupa sebuah ritual wajib selepas acara yaitu foto bersama antara narasumber dan para hadirin.

oleh Tim Dokumentasi-Multimedia GKI Gejayan


LATEST POST

 

            Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga di Malang mend...
by Yawan Yafet Wirawan | 20 Oct 2020

"Aku yakin kamu pasti senang kalau orang lain menganggap kamu ‘incredible’!"(...
by Timothy Aditya Sutantyo | 20 Oct 2020

Mungkin aku hanyalah seorang mahasiswa biasa dan masih jauh sekali untuk membicarakan pernikahan. Te...
by Yeheskiel Dewabrata | 19 Oct 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER