Pergunakan Hari-Hari Kita dengan Bijaksana

Best Regards, Live Through This, 08 December 2020
Lukas 14:11 "Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Ada yang suka sepak bola di sini? Jika iya, pernah dengar nama Maxi Lopez?

Maxi Lopez adalah seorang pemain sepak bola asal Argentina. Bagi seorang Barcelonista (penggemar klub Barcelona), mungkin pernah mendengar nama tersebut. Maxi Lopez sendiri memang pernah bermain untuk klub yang berstadion di Camp Nou tersebut antara tahun 2005 sampai dengan tahun 2007. Ia digadang bakal bersinar. Ah, sayangnya ia hanya berakhir dengan merumput di Sambenedettese, klub sepak bola Italia yang bermain di Serie C (divisi ketiga kompetisi sepak bola Italia).

Ada yang menarik dari seorang Maxi Lopez. Apalagi saat aku mengetahui bahwa ada sesuatu yang pernah menimpa Maxi Lopez. Aku tidak tahu apakah di Indonesia juga sudah ada yang mengetahuinya. Namun, jika kalian mencari di Google 'Maxi Lopez', ada meme yang cukup menggelitik. Untuk aku sendiri, aku merasa tertampar. Tuhan seperti mengingatkan aku untuk lebih bijak lagi dalam menghitung hari. Waktu adalah emas juga. Berhati-hati juga untuk apa yang kita ucapkan dan lakukan.

Meme Maxi Lopez 

Apa isi meme-nya? Begini, meme ini bercerita tentang bagaimana hubungan Maxi Lopez dan Mauro Icardi. Mereka sama-sama pesepakbola asal Argentina. Bedanya, Maxi Lopez itu lebih tua daripada Mauro Icardi. Di saat Maxi Lopez sudah memulai karir profesionalnya, Mauro Icardi masih remaja. Maxi Lopez sudah memulai karir di Barcelona sejak Januari 2015. Mauro Icardi masih berada tim junior Barcelona. Mauro Icardi seperti seorang fans untuk Maxi Lopez.

Tahun demi tahun berganti. Entah bagaimana itu terjadi. Bagiku, seperti sudah diatur saja. Dari fans ke idola, hubungan Maxi Lopez dan Mauro Icardi berubah seketika. Di sebuah klub Italia bernama Sampdoria di musim 2012-2013, kedua pesepak bola asal Argentina itu berubah menjadi rekan setim. Yah, mungkin karena satu negara, yang sama-sama asal Argentina, mereka akhirnya menjadi sepasang sahabat. Sayangnya, malang tak dapat ditolak, di kemudian hari, Mauro Icardi malah menjadi orang ketiga dan akhirnya menjadi suami baru untuk mantan istri Maxi Lopez, Wanda Nara.

Well, aku serasa ditampar. Sangat relate dengan kehidupan sehari-hari kita juga. Di luar hubungan Maxi Lopez dan Mauro Icardi tersebut, sebetulnya lewat Maxi Lopez sendiri, kita seperti tengah diajarkan bahwa hidup itu ada pasang dan surutnya. Up dan down. Maxi Lopez yang dulu bersinar di River Plate dengan menjuarai Torneo Clausura, sehingga dibeli mahal oleh Barcelona dengan harga 6,2 juta euro. Eh, sekarang malang melintang di beberapa klub kecil Italia, dan terdampar di Serie C bersama Sambenedettese. Padahal dulu, aku ingat Maxi Lopez digadang sebagai The New Maradona

Bola itu bundar. Maxi Lopez yang dulu bermain untuk klub papan atas Eropa, sekarang malah bermain di Serie C Italia. Sekelas Maxi Lopez saja, ia bisa jatuh sedalam itu. Apalagi kita-kita ini dengan beragam profesi. Aku seperti ditegur Tuhan, tidak ada yang abadi. Tuhan mampu membalikkan keadaan. Yang di atas menjadi di bawah. Yang di bawah menjadi di atas. Sama seperti Maxi Lopez dan Mauro Icardi. Yang awalnya fans, menjadi saling berteman, dan akhirnya merebut istri teman sendiri. 

Bijaksana dalam Memperlakukan Hari

Daripada saling iri, daripada saling membicarakan orang yang negatif, marilah kita bijaksana dalam menghitung hari (seperti tercantum dalam Mazmur 90:12). Rasul Paulus dalam Efesus pernah berkata bahwa kita sebaiknya mempergunakan waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Efesus 5:17 berkata pula: 

"Sebab itu, janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."

Lalu, bagaimana cara kita mengerti kehendak Tuhan? Caranya mudah. Bukankah di Sekolah Minggu pernah diajarkan dan bahkan tercantum pula dalam sebuah lagu rohani. Baca kitab suci, doa tiap hari. Dua hal itu jangan sampai kita lupakan. Dari situlah, niscaya kita akan mengetahui bagaimana untuk bijaksana mempergunakan waktu. 

Last but not least, kita sudah melalui masa-masa Adven. Marilah kita mempergunakan hari-hari kita dengan bijaksana. Ingat, apa yang menimpa Maxi Lopez tersebut, bisa menimpa kita juga. Kita yang lagi di atas, bisa berada di bawah. Yang lagi di bawah, bisa sewaktu-waktu ada di atas. Sama seperti Maxi Lopez yang mungkin sekarang memandang takjub seorang Mauro Icardi yang bermain untuk klub papan atas liga Perancis, Paris Saint Germain. Bola itu bundar juga. Maka, pergunakan hari-hari kita dengan bijaksana. Jangan lupa bersyukur pula. 

Selamat berefleksi!

LATEST POST

 

SAAT GEREJA “DILARANG” MENGURUSI POLITIKKetika menemukan berita Persekutuan Gereja-Gerej...
by Christan Reksa | 13 Jun 2021

            Di dalam buku nyanyian Kidung Jemaat pada nomor 26 terdapa...
by Christyana Elizabeth Huwae | 13 Jun 2021

Ada orang yang habiskan seumur hidupnyahanya untuk berbuat baik.Lalu khilaf satu kali dan berbuat ke...
by Primaridiana Pradiptasari | 13 Jun 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER