Karier dan Pekerjaan: Singgah atau Berlabuh?

Going Deeper, God's Words, 09 February 2020
"Jika Tuhan ingin kita ada di sana, maka Tuhan akan membawa kita ke sana" - unknown

Untuk mereka yang sedang mengalami pergumulan di dalam pekerjaan, kariernya, yang ingin resign dari pekerjaannya, sudahkah membawa pergumulan ini kepada Tuhan?


"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
-Roma 8:28


Bertanya kepada Tuhan adalah langkah yang paling tepat dan terbaik. Kita bisa bertanya ataupun meminta saran kepada siapapun orang yang kita rasa bisa menjadi panutan, namun tetap ingatlah untuk bertanya kepada Tuhan terlebih dahulu.

Setiap orang memang berhak berbicara bahkan berkomentar. Tapi satu hal yang pasti, tidak perlu semua perkataan orang yang mungkin atau memang ditujukan ke kita, harus kita dengar dan terima mentah-mentah. Dengarkanlah yang baik, dan singkirkan yang tidak baik. Terkadang, memang terasa menyakitkan jika perkataan yang tidak baik itu datang dari orang yang kita kenal, keluarga, teman terdekat. Mereka membandingkan kita dengan sesuatu yang lebih wah, lebih berhasil, lebih segalanya.

Ingatlah kembali, sejauh mana kita sudah melangkah dalam pekerjaan kita. Kita mendapatkan pekerjaan pun oleh karena kemurahan Tuhan dan kasihNya di dalam hidup kita. Tuhan pasti punya maksud dan tujuan menempatkan kita di dalam pekerjaan yang boleh kita terima. 

Pernahkah kamu merasa :

Karier/pekerjaan stuck begitu-begitu saja dan terasa bosan? Merasa minder melihat teman seangkatan sudah memiliki jabatan tinggi dalam pekerjaan mereka? Merasa gaji yang diterima segitu-segitu saja dan ingin mendapatkan yang lebih? Ingin merantau dengan harapan pendapatan akan jauh lebih besar dan mendapat pekerjaan sesuai yang kita mau? Mau cari pekerjaan baru, ingin resign?

Photo by Jon Tyson on Unsplash

Hal tersebut wajar adanya dan sangat manusiawi, karena manusia akan selalu merasa kurang dan kurang.  

Terlepas dari apapun pergumulan di dalam pekerjaan kita, kita harus memahami bahwa hidup kita bukan sebuah perlombaan, dan jalan cerita setiap orang tidak sama. Tuhan sudah menetapkan rencananya yang terindah dan sempurna, jauh sebelum kita meminta dan berdoa. Tuhan itu ajaib dan kuasaNya nyata. Mengikuti jalan dan kehendak Tuhan tidaklah mudah, karena kita lebih sering mengikuti maunya hati kita sendiri.

Sudahkah kita bersyukur untuk setiap yang kita dapatkan dari Tuhan?

Saya pernah berada dalam posisi mengeluhkan pekerjaan yang begini-begini saja dan ingin keluar dari zona pekerjaan saya, ingin beralih ke bidang lain dan saya sempat lelah dibanding-bandingkan dengan orang lain, dan beberapa kali bekerja hanya untuk persinggahan sementara demi pekerjaan lain yang lebih baik lagi.

Kemudian sampailah pada titik, saya menaruh harapan tempat kerja saya kali ini adalah tempat berlabuh terakhir.  Tapi kenyataan berkata lain, ternyata saya hanya singgah di sini, bukan untuk jangka waktu yang panjang. Kantor tempat saya bekerja harus tutup dan berhenti beroperasional. 

Saya mulai mencari pekerjaan baru dan berharap kesempatan bisa pindah ke bidang lain. Namun yang terjadi, setiap saya mencoba apply pekerjaan yang dil uar background pengalaman kerja saya, selalu gagal di tengah jalan. Saya ingin kembali merantau bekerja di luar kota, selalu yang saya dapat pekerjaan di kota saya lagi. Dan saya tahu, jika saya terus di kota tempat saya tinggal, semua akan begitu-begitu saja. Hati saya sangat keras. 

Kerasnya hati saya tidak mengubah apapun, dan waktu terus berjalan. Sampai akhirnya saya capek sendiri, mencari pekerjaan yang saya mau dan selalu gagal di tengah jalan. Apa sebenarnya yang Tuhan mau? 

Ketika saya sudah capek sendiri, barulah saya datang dan bertanya kepada Tuhan. Saya hanya bisa pasrah sama Tuhan, berserah sama Tuhan. 


Photo by Ben White on Unsplash

Jangan pernah meragukan kuasa Tuhan, sebab Dia sanggup mengubah segalanya dan menolong kita di waktunya yang tepat, tidak kurang tidak lebih. Waktunya adalah waktu yang terbaik, dan waktu Tuhan bukan waktu kita. Bukalah hati agar kuasa Tuhan dapat bekerja dengan sempurna, dan janganlah mengeraskan hati. Kuasa Tuhan dapat bekerja kapanpun, namun kita seringkali tidak memahami ketika sudah diberikan jalan; atau,  hati kita tidak mampu melihat jalan yang Tuhan tunjukkan.

Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya.
(Ayub 33:14)

Singkat cerita pada akhirnya saya mendapatkan pekerjaan baru dan tetap di kota tempat saya tinggal dan dengan bidang yang sama. Hanya dengan satu kali proses interview langsung dengan user

Jika Tuhan ingin kita ada disana, maka Tuhan akan membawa kita kesana.

Tuhan sungguh menempatkan saya di tempat yang memang Tuhan mau, bukan mau saya. Tempat dimana saya masih harus terus belajar dan berproses. 

Perlahan, saya mulai menyadari. Ada satu hal yang ingin Tuhan ubah terlebih dahulu didalam hidup saya, yaitu tentang kesabaran. Tuhan ingin saya belajar lebih tentang kesabaran. Jika saya belum mampu melewati proses dalam tahap ini, maka saya belum diijinkan melangkah lebih jauh ke depan. Namun ketika Tuhan nyatakan saya sudah layak untuk ke tahap selanjutnya dengan tanggung jawab yang lebih besar, maka saya percaya Tuhan akan bukakan jalan.

Sekarang, saya jauh lebih tenang menghadapi dan menjalani pekerjaan. Setiap orang sudah memiliki porsi masing-masing dan jalan cerita yang berbeda. Sayapun tidak pernah tahu, apakah pekerjaan kali ini akan menjadi tempat persinggahan lagi atau akan berlabuh di sini. 

Hidup adalah tempat kita terus berproses, ketika Tuhan sedang membentuk kita seturut rencanaNya, akan banyak hal yang kita tidak pernah duga, tidak pernah tahu. Bersyukurlah dalam setiap apapun yang kita dapatkan dalam hidup ini. Sertakan Tuhan di dalam setiap langkah. 

Di dalam memilih dan menentukan setiap pekerjaan pasti ada plus-minusnya, kita tidak bisa memaksakan kehendak, ingin pekerjaan sempurna seperti yang kita mau, semuanya ingin kita dapat. Segala sesuatu masih bisa berubah dan semua masih mungkin kita dapatkan, namun dalam proses yang bertahap, dan kita akan terus naik ke level selanjutnya. 

Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal.
(Ayub 42:2)

Selamat berproses dan mensyukuri karunia Tuhan di dalam hidup kita. Tuhan memberkati seluruh pekerjaan kita.

LATEST POST

 

Bahagia itu konsep yang aneh, definisi umumnya adalah keadaan di mana kita menikmati hidup dan meras...
by Joshua Eldi Setio | 06 Apr 2020

“Dunia sedang sakit atau dunia sedang berduka” begitulah tanggapan setidaknya dari penga...
by Lefrandy Praditya Klaas | 06 Apr 2020

Hari ini Luna berulang tahun, ulang tahun kesekian yang tidak perlu disebutkan berapa angkanya. Seda...
by Surya Hadi | 06 Apr 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER