Berkenalan dengan Iman

Going Deeper, God's Words, 20 October 2022
"Anugerah itu hanya dalam Kristus Yesus, yang kita dapatkan melalui iman kita kepada Kristus".

Berkenalan dengan Iman

Berbicara tentang faith defense mechanism, kita tidak bisa terlepas dari kata “faith” atau “iman”. Sebagai orang Kristen, kita sudah tidak asing dengan yang namanya iman. Kita juga tahu bahwa kita diselamatkan karena iman (Efesus 2:8-9). Namun, pernahkah kita bertanya ? Bertanya tentang bagaimana kita bisa lebih dalam lagi berkenalan dengan “Iman” dan bagaimana peran iman dalam keselamatan, dan mungkin iman seperti apa yang harus kita miliki?


Menurut Ibrani 11:1, Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Dalam ayat ini, kita bisa memahami bahwa Iman adalah dasar. Dasar menandakan bahwa pada hal inilah kita bertumpu. Sehingga, kita harus benar-benar memahami dasar ini. Pada artikel ini saya akan membagikan sedikit pengenalan mengenai iman.

Pada artikel ini, akan ada beberapa poin yang akan saya bahas. Saya harap artikel ini dapat membantu Ignite people untuk semakin mengenal iman, dan bisa iman Ignite people bisa semakin bertumbuh. Dalam artikel ini, kita akan membahas :

  • Sola Fide, yang merupakan salah satu poin dari reformasi.
  • Imputasi, memahami bagaimana peran iman dalam keselamatan.
  • Memahami konsep pembenaran melalui kisah Abraham.


Sola Fide


Sola Fide merupakan salah satu poin dari reformasi yang dilakukan Martin Luther. Sola Fide ini berarti “By Faith Alone” atau “Hanya Karena Iman saja”. Berdasarkan yang saya pelajari, salah satu pilar ini berdasarkan Efesus 2:8-9. Sola Fide memberikan penekanan bahwa kita, manusia yang berdosa, hanya bisa selamat bila kita memiliki iman dalam Kristus Yesus.

Dalam membahas Sola Fide, kita harus memahami pilar-pilar lain dalam reformasi. Dan ini adalah pilar-pilar tersebut selain Sola Fide.

  1. Sola Scriptura, artinya kita mempercayai bahwa Alkitab adalah satu-satunya buku yang berotoritas berisikan Firman Allah dan Kebenaran yang tidak mungkin keliru.
  2. Sola Gratia, yang artinya kita diselamatkan hanya karena Anugerah Allah semata.
  3. Solus Christus, yang artinya hanya karena Kristus saja kita bisa selamat dari dosa dan hukuman kekal.
  4. Soli Deo Gloria, yang artinya segala kemuliaan hanya bagi Allah.

Dalam memahami Sola Fide, kita akan melihatnya sebagai satu kesatuan dengan Sola Gratia dan Solus Christus. Dengan kata lain, kita diselamatkan hanya karena iman kita terhadap anugerah yang telah diberikan Allah melalui Putera-Nya, Yesus Kristus. Untuk memiliki pengakuan seperti ini, tentulah kita harus terlebih dahulu mengakui Alkitab sebagai buku yang berotoritas dari Allah. Dan bila kita telah memahami aspek ini, kita harus menggunakannya untuk kemuliaan Allah saja. Seperti inilah konsep dari kelima pilar reformasi berjalan bersama. 

Inti dari subtopik ini adalah kita harus melihat Iman sebagai satu kesatuan dengan anugerah Kristus. Dengan begitu, kita akan mengarahkan iman kita hanya kepada Yesus. Sebab, yang terpenting adalah “Kepada siapa kita memiliki Iman tersebut”


Imputasi


Imputasi sepertinya istilah yang cukup asing di telinga kita. Jujur, sebenarnya cukup sulit mencari kata yang pas untuk mengganti kata imputasi ini. Mungkin, kata yang cukup bisa menggambarkan adalah “diperhitungkan”. Dalam kekristenan, kita mengenal apa yang namanya imputasi ganda dalam konsep keselamatan (2 Korintus 5:21). Namun, bila kita melihat dari keseluruhan kitab suci, kita akan melihat ada 3 imputasi. Imputasi yang ada adalah sebagai berikut.

1. Kejatuhan manusia ke dalam hawa. Dosa yang dilakukan manusia di Taman Eden diimputasikan (diperhitungkan) kepada kita. 

Mungkin kita pernah bertanya, mengapa dikatakan manusia memiliki dosa turunan? Bukankah Adam dan hawa yang berdosa? Mengapa kita ikut jatuh? Jawabannya adalah karena dosa Adam dan Hawa diimputasikan kepada kita. Dengan kata lain, bila kita adalah manusia pertama, kita tidak akan melakukan hal yang lebih baik dari Adam dan Hawa. 

2. Dosa manusia diimputasikan kepada Kristus di kayu salib. 

Manusia yang telah jatuh dalam dosa tidak akan mungkin dan sanggup untuk kembali kepada Allah, sebab manusia dan Allah telah terputus. Satu-satunya yang bisa dilakukan untuk membawa manusia kembali kepada Allah adalah dengan adanya korban penebusan yang tidak bercacat, yaitu Yesus Kristus. Dosa-dosa kita telah diimputasikan (diperhitungkan) kepada Kristus ketika Ia disalib menanggung dosa-dosa kita. 

3. Ketaatan Yesus di kayu salib diimputasikan kepada kita 

Ketaatan Yesus di kayu saliblah yang dilihat Allah sebagai kebenaran. Bila kita memiliki iman terhadap Yesus, dan Roh Kudus diam dalam diri kita, maka kita diperhitungkan benar oleh karena ketaatan Yesus di kayu salib. Sesungguhnya kita tidak benar, namun karena ketaatan Yesus diperhitungkan kepada kita, maka kita diberikan status benar di hadapan Allah.

Inti dari pembahasan mengenai imputasi ini adalah supaya kita bisa melihat bagaimana manusia yang berdosa dan terpisah dari Allah, bisa kembali datang ke hadirat Allah. Dan di sub-topik yang ke-3, kita akan melihat contoh dari imputasi yang mengawali janji Allah.


Memahami pembenaran melalui Abraham


Konsep imputasi di atas juga bisa kita lihat dalam perjanjian lama. Meskipun bukan dalam konsep penggenapan, kita bisa melihat bagaimana iman Abraham diperhitungkan sebagai kebenaran. 

Abraham percaya dan memiliki iman terhadap janji Tuhan, dan Tuhan memandang Iman Abraham. Tuhan memandang iman Abraham tersebut sebagai kebenaran, sehingga dia dibenarkan di hadapan Allah. 

Kita bisa melihat bahwa iman kita diperhitungkan sebagai pembenaran. Pembenaran artinya adalah dijadikan benar. Tadinya kita bersalah, namun status kita dijadikan benar oleh karena iman.

Kesimpulan

Kita harus memiliki iman hanya kepada Kristus saja, sebab oleh karena itu sajalah anugerah Allah dinyatakan dalam diri kita dan kita dibenarkan di hadapan Allah sehingga kita bisa kembali bersekutu di hadapan Allah. Mungkin topik ini terasa berat, namun ini adalah berita sukacita yang ada di Alkitab, dan kita harus juga untuk membagikan ini kepada orang lain, sehingga mereka boleh beriman kepada Yesus Kristus, satu-satunya Tuhan dan Juruselamat umat manusia.

LATEST POST

 

Artikel ini merujuk pada Roma 3:9-12.Akhir-akhir ini, perselingkuhan seolah-olah menjadi “tren...
by Sandra Priskila | 28 Nov 2022

“MANTRAAAA.... AJI!!”Masih ingat dengan tokusatsu fenomenal era 90-an ini? Sebuah tayang...
by Alviedo Yuda | 28 Nov 2022

... namun, apakah dosa hanya sekadar perbuatan jahat saja? bagaimana proses manusia bisa jatuh dalam...
by Samuel Semeion | 25 Nov 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER