Tuhan Ugal-ugalan?

Best Regards, Live Through This, 20 June 2020
Hidup sudah down malah makin down... tinggal tunggu deh kapan shutdown-nya.

Beberapa waktu lalu sempat viral pertanyaan demikian: “Kalau pandemi ini selesai, apa sih planning kalian?" Ada yang menjawab, married. Ada juga yang menjawab pengen ngafe cantik lagi, bahkan ada juga yang mulai buat planning untuk travelling nanti. Bukankah banyak dari antara kita yang sudah membuat planning yang mau dikerjakan kalo pandemi selesai?


Tentu saja setiap planning pasti akan kita design sebagus mungkin dong? Pasti deh kita buat planning melalui apa yang kita suka. Nggak mungkin kan kita buat planning  yang jelek untuk diri sendiri? Pastinya setiap kita akan buat planning yang baik.


Demikian juga halnya dengan Tuhan, Ignite People. Dia juga punya planning yang baik buat kita. Eh, sebentar tunggu dulu. Kayanya ada yang salah deh dari kalimat Tuhan punya planning yang baik itu. Tuhan punya planning yang baik itu cuma slogan di mimbar gereja doang. Buat kita yang lagi merasa kesulitan dalam hidup, masa iya Tuhan punya planning yang baik? Kalo Tuhan rencanakan yang baik, kenapa gue ditikung sama temen sendiri? Kenapa bisnis yang lagi gue rintis bisa tutup? Kenapa ortu gue bercerai? Kenapa gue nggak diterima di kampus favorit gue? Masa iya Tuhan punya rencana yang baik? Kalau memang Tuhan punya rencana yang baik, harusnya kan hidup gue fine-fine saja. Tapi realitanya apa? Hidup gue sama sekali berantakan. Hidup sudah down malah makin down tinggal tunggu deh kapan shutdown-nya aja.




Apa memang rencananya Tuhan bikin hidup gue berantakan? Apa memang itu maunya Tuhan bikin hidup gue down terus? Apa memang itu maunya Tuhan yang senang banget kalo liat hidup gue susah? Apa iya Tuhan asal-asalan buat planning dalam hidup ini?


Ignite People, pernah nggak sih kita mikir gitu? Berapa banyak sih dari kita yang sering banget bilang kalau hidup susah itu ya gara-gara Tuhan? Seberapa sering kita beranggapan kalau Tuhan itu sebenarnya have a bad plan buat kita? 


Jujur aja nih Ignite People, gue pernah mikir begitu. Pernah ada di satu titik di mana gue merasa Tuhan itu kayak pengemudi yang ugal-ugalan di jalan ketika Dia buat planning dalam kehidupan gue. Di awal tahun 2014, mama gue divonis kena cancer. Dan beberapa bulan kemudian, mama meninggal. Tidak berhenti di sana, waktu itu gue lagi studi dan alhasil nggak bisa fokus dan nilai jadi terjun bebas. Belum lagi ditambah finansial keluarga yang sangat tidak bersahabat, bikin hidup gue semakin rumit. Di situ gue bener-bener merasa, kok Tuhan asal-asalan banget sih nge-design hidup gue? Buat gue waktu itu, Tuhan nggak beda jauh sama pengemudi ugal-ugalan yang sembarangan bawa kendaraan sampai akhirnya bikin celaka orang lain.


Ignite People, mungkin di antara kita yang baca artikel ini, pernah merasakan apa yang gue rasakan juga. Nah, buat kita yang pernah merasa begitu, buka deh Yeremia 29:11. 


For I know the plans I have for you, declares the LORD, plans for welfare and not for evil, to give you a future and a hope.”


1. For I know the plans I have for you, declares the LORD

Ignite People, dari sini kita bisa lihat kalau Tuhan itu tahu dan mengenal setiap rencana yang Dia buat dalam kehidupan kita. Alam semesta plus segala isinya saja Tuhan tahu kok, apalagi kehidupan kita. Coba deh kita sama-sama berpikir, kalo manusia saja mau bikin suatu bangunan pasti butuh perencanaan dulu. Misal, bentuk bangunannya mau gimana, bahan-bahan yang dipake sapa saja, berapa lama waktu pengerjaan, dsb. Apalagi ketika Tuhan ciptakan dunia bahkan ciptakan kita pasti ada rencana yang Tuhan tetapkan dalam kehidupan kita. Cuma pertanyaannya, rencana seperti apa sih yang Tuhan maksudkan?

 

2. Plans for welfare and not evil

Ini lho Ignite People rencana yang Tuhan maksudkan buat setiap kita. Rencana yang mendatangkan shalom. Sampai di sini mungkin kita sering denger kata shalom. Biasanya kalo di gereja denger pengkhotbah mulai dengan kata shalom. Atau sering juga kita denger para ushers menyambut kita dengan kata shalom ini. Ignite People, shalom yang dimaksud di ayat ini bukan cuma sebatas sapaan aja. Tapi shalom yang dimaksud adalah sebuah perasaan aman, tenang dan kepuasan. Shalom yang dimaksud hanya bisa diberikan sama Tuhan bukan sama yang lain. Apakah dengan shalom  ini berarti hidup kita nggak ada susahnya? Enggak juga guys. Shalom tidak bergantung sama keadaan yang kita alami. Jadi sekalipun keadaan hidup kita lagi so bad, percaya deh Tuhan tetap memberikan shalom itu buat setiap kita. Roma 8:28 bilang, “Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.” Jadi rencana yang Allah kerjakan dalam kehidupan kita itu rencana yang mendatangkan damai sejahtera.

 

3. To give you a future and a hope

Inilah puncak dari rencana yang Tuhan berikan dalam kehidupan kita. Puncak dari rencana Tuhan dalam kehidupan kita adalah masa depan yang berpengharapan. Salah satu dari elemen karakter seorang anak Tuhan ialah pengharapan (1 Kor. 13:13). Pengharapan ini ada karena Tuhan sediakan shalom terlebih dahulu. Ketika Yesus Kristus datang ke dunia, mati dan bangkit, bukankah itu shalom buat setiap kita? Shalom inilah yang menjadi pengharapan bagi setiap kita. Kristuslah yang jadi objek aktual dari pengharapan itu sendiri. Pernah ga sih kalian bayangin apa jadinya kalo manusia hidup tanpa harapan? No hope, no life.

 


Sampai di sini, kita bisa lihat kalau Tuhan itu bukan Pribadi yang ugal-ugalan ketika menciptakan kita. Semua ada dalam master plan-nya Tuhan. Ia yang buat rencana dalam kita kehidupan kita adalah Pribadi yang menganugerahkan masa depan dan harapan buat setiap kita. So, buat kalian yang lagi bergumul tentang kesulitan-kesulitan hidup, percaya deh semua ada dalam rancangan dan rencana Tuhan dan Tuhan sudah siapkan yang terbaik buat setiap kita. Tuhan menolong kita semua.

LATEST POST

 

Hidup ini seperti merangkai puzzle, karena kita akan merangkai kepingan demi kepingannya agar menja...
by Yessica Anggi | 05 Dec 2021

Hallo, gengs! Hmm, filsafat... Filsafat mungkin terdengar menarik sekaligus “mengerikan”...
by Rain Bow Hutabarat | 05 Dec 2021

Bayangkan sebuah dunia di mana kita tak dapat melihat.Sebuah dunia di mana kebutaan merupakan suatu...
by Primaridiana Pradiptasari | 28 Nov 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER