Lagu Kasih Putih: Memaknai Tuhan Melalui Kasih-Nya

Best Regards, Live Through This, 09 June 2020
Tidak ada alasan bagi kita untuk meragukan kasih Tuhan dalam hidup ini!

“Biarkanlah kurasakan
Hangatnya sentuhan kasihmu
Bawa daku penuhiku
Berilah diriku kasih putih
Di hatiku.”

Itu adalah cuplikan lagu berjudul Kasih Putih, lagu yang dirilis tahun 2000 ini dipopulerkan oleh penyanyi legenda Indonesia bergenre pop bernama Glenn Fredly. Berpulangnya Glenn ke Rumah Bapa dua bulan yang lalu menimbulkan duka yang mendalam bagi dunia musik Indonesia dan tentu saja bagi para penggemarnya. 

Karya Fotonya Tiba-tiba Dipakai Poster Konser, Fotografer Ini ...

Tapi kali ini saya tidak akan membahas lebih dalam tentang Bung Glenn, melainkan akan membahas kutipan lagu Kasih Putih di atas. Bukan tentang hangatnya percintaan dua insan yang akan dibahas, melainkan mengaitkannya dengan hangatnya kasih yang Tuhan berikan pada kita yang bisa direnungkan.

"Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,"
 (Efesus 3:18).

Sebelum melangkah lebih jauh, coba renungkan betapa besar kasih Tuhan dalam kehidupan kita!  Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun kasih Tuhan kepada kita tidak pernah berubah.  Sungguh, kita tak dapat menghitung...

 
"...betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus," (Efesus 3:18b).


Banyak cerita tentang cinta kasih yang ada di dunia ini, namun kesemuanya itu tidak bisa dibandingkan dengan hangatnya kasih Tuhan.  

Kasih Tuhan itu sangat jauh berbeda dari kasih lain yang ada di dunia ini.

Inilah garis besar karakteristik kasih Tuhan kepada umatNya:  

        1.Tak Berubah

Artinya kasih Tuhan mengalir terus-menerus tiada berhenti sampai selama-lamanya.  "Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!" (Mazmur 117:2). Kasih manusia bersifat sementara, mudah sekali berubah, sangat bergantung pada situasi dan kondisi; tetapi kasih Tuhan tidak dapat dipengaruhi oleh apa pun. Bahkan kita tidak dapat mempengaruhi kasih Tuhan dengan perbuatan-perbuatan baik kita. Tuhan mengasihi kita sebelum ada perbuatan baik yang kita lakukan bagiNya.

       2.  Sempurna

Artinya kasih Tuhan itu sepenuhnya, benar-benar, lengkap dan utuh.  Karena itu jangan sekali-kali kita mengukur besarnya kasih Tuhan dengan keadaan yang kita alami, namun ingatlah dan renungkanlah pengorbanan Kristus di atas kayu salib.  Salib adalah bukti nyata betapa sempurnanya kasih Tuhan kepada kita.

       3.  Tak Bersyarat  

"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita."  (1 Yohanes 4:19), bahkan  "...Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." (Roma 5:8). Ini sangat berbeda dengan kasih manusia yang bersyarat.  Seringkali kita hanya mau mengasihi orang-orang yang mengasihi kita, jika tidak, kita pun tidak lagi mau mengasihi.  Namun Tuhan sedemikian rupa mengasihi kita dengan  "...tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua,"  (Roma 8:32).  Apa pun juga yang ada di dunia ini tidak ada yang sanggup memisahkan kita dari kasih Tuhan.

Tidak ada alasan bagi kita untuk meragukan kasih Tuhan dalam hidup ini!

Dengan demikian, sebesar apapun kasih yang diberikan oleh sesama, baik keluarga, pasangan maupun teman, tetaplah kasih Tuhan yang paling besar dan utama dalam hidup kita. Kasih yang Tuhan berikan itulah yang harus kita bagikan kepada orang lain. Seperti yang diperintahkan Yesus dalam Hukum Kasih:

“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertatama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37-39)


Melalui lagu Kasih Putih dari Glenn Fredly ini, marilah kita memaknai dan merasakan sentuhan hangat dari kasih Tuhan yang menaungi hidup kita senantiasa. Cara kita untuk memaknainya adalah dengan mengasihi Tuhan Allah Sang Pemberi hidup. Kita juga bisa membagikan kasih Allah diberikan ke kita dengan cara mengasihi sesama, entah itu teman atau orang yang membenci kita. Supaya kita dapat dilihat oleh orang lain bahwa kita sebagai pengikut Kristus haruslah mengasihi satu sama lain. 

God bless us.

LATEST POST

 

"Ibadah seharusnya memelihara kehidupan bukan malah mengancam kehidupan"Minggu, 19 Juli 20...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 11 Aug 2020

Lee Ha-yi, atau yang lebih dikenal dengan nama Lee Hi, merupakan seorang singer-songwriter asal Kore...
by Jerell Michael Cussoy | 11 Aug 2020

Sudah bertahun-tahun aku melihat anakku terkulai lemah di atas ranjangnya. Tubuhnya panas, sewaktu-w...
by Hendrik Siboro | 11 Aug 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER