Siapa Menguasai Siapa? Aku VS Ketakutan

Best Regards, Live Through This, 07 November 2023
Terkadang kita terlalu sibuk dengan kekuatan kita, tapi di sini kita diingatkan bahwa kita memiliki Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita dan setiap kita diminta untuk tidak khawatir.


Takut tambah dewasa

Takut aku kecewa

Takut tak seindah yang kukira


Ignite People, penggalan lirik lagu Idgitaf yang berjudul "Takut" ini, menggambarkan sebuah kondisi yang bisa jadi pernah atau bahkan sedang kita alami. Setiap manusia—setidaknya sekali dalam hidupnya—pasti pernah merasa takut.  Bahkan rasa takut ini merupakan perasaan yang umum dan wajar. Ketika kita sedang berada dalam fase “antara” seperti situasi dalam penggalan lagu di atas, di mana kita sedang menuju fase menjadi dewasa, banyak hal yang tidak kita ketahui dan hal itu membuat kita takut, takut kalau membuat kesalahan atau bahkan takut kecewa. Dalam kehidupan ini, sering kali kita membangun atau merancang sebuah ekspektasi atau harapan dalam mencapai impiannya. Apakah itu hal yang salah? Tentu tidak. Dan artikel kali ini juga tidak akan membahas mengenai salah atau betul bila kita memiliki atau merancang ekspektasi dalam hidup  ini, sebaliknya kita mau berusaha melihat apa respons yang tepat untuk dapat kita berikan dalam memandang sebuah ekspektasi.

Dalam KBBI, ekspektasi diartikan sebagai "sebuah harapan atau keyakinan yang diharapkan dapat terjadi di masa mendatang". Kata “harapan” dapat dilihat sebagai sebuah hal yang belum pasti terjadi, namun niat dan tujuannya (terkadang) baik. Harapan ataupun impian yang kita miliki terkadang membentuk sebuah ekspektasi dan sebaiknya hal itu dapat kita kelola dengan baik. Ada sebuah quotes yang mengatakan “terkadang ekspektasi tidak seindah realita”. Quotes itu sendiri dapat dipahami dan dilihat dari dua sudut pandang.



1.Dari sudut padang  pertama, quotes tersebut ingin mengingatkan kita untuk berekspektasi secukupnya.

Memiliki ekspektasi atau harapan secukupnya merupakan hal yang peting, kita pun dapat mulai untuk mengupayakan tujuan kita tanpa rasa takut ataupun cemas. Dengan begitu kita pun dapat berkonsentrasi mengerjakan apa yang terbaik dan dapat kita lakukan waktu itu juga. Meskipun mungkin dalam perjalanannya, banyak tantangan ataupun rintanngan, kita tetap dapat fokus pada apa yang ada di depan kita dan tidak takut dalam memulai sesuatu.

Kata “secukupnya” mengacu pada bagaimana kita dapat merespons hal-hal yang ada di depan kita. Misalnya, ketika kita hendak mengambil keputusan dalam memilih jurusan ataupun kampus. Dalam masa mencari dan menentukan itu mungkin saja kita sudah mencari data-data ataupun informasi terkait segala hal yang ingin kita lakukan—sederhananya mendukung tujuan kita kedepan. Namun dalam realitanya mungkin saja kita tidak terlalu menemukan hal-hal seperti dalam data atau informasi yang kita cari sebelumnya. Ketika kita tidak dapat mengelola ekspektasi kita, rasanya kita akan kecewa dan untuk kesempatan-kesempatan berikutnya bisa jadi kita menjadi ketakutan dalam memilih.

Ketakutan karena ekspektasi berlebihan ini bukanlah hal yang baik. Saya mengingat pesan yang disampaikan oleh seorang kolega, “takut itu wajar kog, yang engga boleh itu kalau sampai ketakutan.” Melakukan hal baru atau bahkan mengerjakan sesuatu yang  berhubungan dengan masa mendatang terkadang membawa ketakutan tersendiri bagi setiap orang. Rasanya ketakutan dan ekspektasi ini berada dalam lingkaran yang  berdekatan. Ketika seseorang belum dapat mengelola perasaan takut yang dimiliki karena berpikir nanti kalau tidak sesuai ekspektasi bagaimana? Maka ketakutan itu selalu ada dan bertumbuh, bahkan bisa mempengaruhi kehidupan kita. 




2.Dari sudut pandang  kedua, quotes tersebut ingin mengajak kita untuk dapat membiasakan diri untuk dapat mengelola rasa takut

Quotes tersebut  membantu dan mengingatkan kita untuk “tidak takut terhadap apapun yang terjadi.” Kita memiliki Tuhan yang tahu betul pergumulan kita, kita memiliki Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita. Bahkan ketika hidup tidak berjalan sesuai ekspektasi, kita tidak perlu merasa ketakutan. Kita hanya perlu mengelola perasaan takut tersebut supaya tidak bertumbuh menjadi sebuah ketakutan yang melingkupi kita. Kita dapat membayangkan ketakutan ini sebagai sebuah titik kecil dalam kertas HVS putih polos. Ketika kita berfokus pada titik kecil tersebut, kita pun dapat melupakan kertas putih yang sebenarnya lebih besar atau lebih luas dari titik tersebut. Sebaliknya ketika fokus pada kertas HVS putih polos, maka kita tidak begitu melihat titik kecil tersebut.

Ignite people, hidup dalam rasa takut terhadap sesuatu yang belum terjadi bukanlah hal yang menyenangkan. Ketika kita ingin sekali bertumbuh tapi terlalu banyak memikirkan kemungkinan yang ada, terkadang secara tak sadar kita bisa terjebak dalam ekspektasi saja. Sedangkan untuk realitanya? Ya tidak ada yang tahu. Di tengah kehidupan yang dikelilingi oleh misteri—entah apa yang akan terjadi dan bagaimana kedepannya—kita diminta untuk menjadi pribadi yang mampu mengelola ketakutan dalam diri kita. Dengan mengelola dan membiasakan diri untuk tidak mudah terjebak dalam ketakutan, setiap kita rasanya mampu menjalani hidup dengan kacamata baru yang  lebih tenang dan damai.

Setiap orang memiliki pergumulan dan permasalahan hidup yang berbeda-beda. Namun yang pasti Tuhan senantiasa menuntun dan menolong kita. Tuhan dapat menemani kita kapan pun dan bagaimana pun keadaan kita. Takut adalah hal wajar yang dimiliki setiap orang. Tapi biarlah melalui artikel ini, setiap kita kembali diingatkan untuk mengurangi ketakutan yang berlebihan dalam kehidupan ini. Kita tidak tahu apa yang terjadi pada hari mendatang, tapi kita dapat percaya bahwa Tuhanlah yang akan menyertai, menopang, dan memberikan kita kekuatan untuk dapat menghadapi kesulitan yang  ada.


“TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!” - Mazmur 138:8 (TB 1)


Tuhan senantiasa menepati janji-Nya, termasuk menolong kita keluar dari ketakutan kita. Tuhan yang telah menciptakan kita sedemikian rupa baik dan serupa dengan Allah, terus berupaya menolong dan membantu kita menyelesaikan permasalahahn yang ada. Terkadang kita terlalu sibuk dengan kekuatan kita, tapi di sini kita diingatkan bahwa kita memiliki Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita dan setiap kita diminta untuk tidak khawatir. Tuhan jauh lebih tau kebutuhan kita dan Tuhan menyediakan apa yang kita butuh. Bagaimana bila kita sudah terlanjur terjebak dalam ketakutan dan rasanya sulit untuk berubah? Kita dapat berdoa mohon petunjuk dari Tuhan. Seperti seruan Daud dalam penggalan teks tersebut “... janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu.” Keyakinan ini dapat terus dipupuk dan ditumbuhkan untuk dapat membantu setiap kita terus berpegang pada Tuhan.

Tuhan sudah memberikan yang terbaik bagi kita. Setiap kita pun diminta untuk dapat menguasai diri kita. Jangan sampai kita kalah terhadap ketakutan yang ada. Biarlah ketakutan itu dapat kita kelola dengan baik, hingga akhirnya kita melihat dan merasakan hangatnya kasih Tuhan terus berada bersama kita.

Tuhan senantiasa memberkati kita senantiasa.

—Emmaps <3

LATEST POST

 

Musa dan Yohanes merupakan penulis kitab pertama dan terakhir dalam Alkitab. Maka akan sangat menari...
by Jeffry Immanuel | 24 May 2024

Ethan Winters dan Mia baru saja memulai hidup barunya yang tentram dan damai bersama Rosemary, bayi...
by Olyvia Hulda | 23 May 2024

Respons terhadap Progresive ChristianityIstilah progresive Christianity terdengar belakangan ini. Ha...
by Immanuel Elson | 19 May 2024

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER