Fiat Justitia Ruat Caelum - Anak Muda Kristen di Bidang Hukum Wajib Tahu!

Going Deeper, God's Words, 09 May 2019
Jika teman-teman menemukan kalimat berbahasa Latin tersebut di linimasa media sosial seseorang, maka fix dia anak hukum.

 

Fiat Justitia Ruat Caelum diucapkan oleh Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM), yang bermakna, "Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh."

Sebenarnya, apa itu adil? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adil artinya: 1) Sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak; 2) Berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran; 3) Sepatutnya; tidak sewenang-wenang. Sedangkan keadilan artinya sifat (perbuatan, perlakuan, dan sebagainya) yang adil. 

Para akademisi hukum sangat menjunjung tinggi keadilan, walaupun langit akan runtuh. Tapi, apa yang terjadi?  Kita semua bisa melihat perbandingan keadilan dalam penegakkan hukum antara Nenek Minah dan Para Koruptor. Hukum seperti tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Melihat kondisi seperti ini, banyak teman-teman menjadi pesimis dan apatis terhadap penegakan hukum di Indonesia. Padahal, keadilan harus ditegakkan setinggi-tingginya meski dunia akan binasa. Lantas, bagaimana seorang Kristen, apalagi akademisi hukum, menyikapi kesenjangan hukum di Indonesia?


Jadilah Garam dan Terang Dunia

Kristus melalui Matius 5: 13-16 berpesan kepada orang Kristen untuk menjadi garam dan terang dunia. Artinya, apabila masih ada kesenjangan hukum antara si Kaya dan si Miskin, jadilah yang pertama berpegang pada kebenaran dan lakukanlah keadilan seperti yang telah difirmankan oleh TUHAN dalam Yeremia 22: 3; 15-16 berbunyi,  Beginilah firman TUHAN: Lakukanlah keadilan  dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini! Sangkamu rajakah engkau, jika engkau bertanding dalam hal pemakaian kayu aras? Tidakkah ayahmu makan minum juga dan beroleh kenikmatan? Tetapi ia melakukan keadilan dan kebenaran, serta mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin  dengan adil. Bukankah itu namanya mengenal  Aku? Demikianlah Firman TUHAN.

Photo by Dil on Unsplash

Kalau teman-teman menginginkan sistem hukum yang baik, masuklah ke dalam sistem itu dan ubah sistem itu menjadi lebih baik lagi, dimulai dari diri kita sendiri untuk tidak ikut-ikutan arus malpraktik hukum. Jika menjadi hakim, jadilah hakim yang berintegritas, sebab hakim membawa keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa yang bermakna sumpah bukan hanya sebatas irah-irah pada Kop Putusan. Jika menjadi polisi jadilah seperti alm. Jenderal Hoegeng yang  berani menolak gratifikasi pemberian Raja Judi Medan. Jika menjadi jaksa, beranilah menolak untuk menuntut apabila setelah pembuktian senyata-nyata dakwaan salah sasaran dan pasal yang dikenakan tidak sesuai.  Apabila menjadi advokat jadilah seperti alm. Adnan Buyung Nasution, tidak hanya membela yang kaya, tetapi juga mencetuskan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) agar yang miskin mendapatkan pembelaan pro bono, alias gratis.  Apabila jadi pejabat negara, ingatlah bahwa kita semua berasal dari rakyat, dipilih oleh rakyat, dan bekerja untuk rakyat. Karena, itulah esensi dan substansi dari demokrasi seperti yang diujarkan Abraham Lincoln.  Jadi, tidak perlu ada lagi jual-beli pasal untuk menggolkan undang-undang seperti yang dibeberkan Mahfud MD.[1] Hal yang paling penting lagi adalah bahwa dalam menjalankan profesi, kita semua disumpah atas nama ALLAH YANG HIDUP dan bertindak pro justitia (bertindak demi hukum). Itulah yang membedakan praktisi hukum Kristen dan Non-Kristen.

Lantas bagaimana dengan egal staff atau karyawan swasta yang harus mencari celah hukum untuk membela perusahaannya?

Photo by Hunter Race on Unsplash


Tirulah Yusuf

Pada dasarnya, etika bekerja secara hukum ialah, apabila tiada undang-undang yang mengatur (kekosongan hukum), maka perbuatan tersebut dapat dilakukan. Kita bisa mencari celah undang-undang (wet)─sebab seperti yang dibeberkan Mahfud MD, beberapa undang-undang digolkan atas dasar jual-beli pasal ─tetapi jangan melawan hukum (recht) itu sendiri atau hal-hal yang bersifat asas. Contohnya: Apabila Undang-Undang tersebut hanyalah rumusan pasal, maka Undang-Undang tersebut bisa disimpangi sesuai dengan kebijakan perusahaan (diskresi pejabat). Tetapi, apabila rumusan pasal tersebut dikuatkan dengan ketentuan pidana (ultimum remidium), maka jangan sekali-kali dicari lagi celah hukumnya karena akan berhadapan dengan pidana penjara atau denda. 

Selain itu, hal yang harus selalu diingat oleh setiap legal staff atau legal corporate atau karyawan swasta adalah di luar memang membela perusahaan, tetapi di dalam kita penyambung lidah dan menjaga agar hak pegawai tidak dirampas. Di sinilah yang membedakan antara orang hukum Kristen dan Non-Kristen untuk tidak membiarkan hak orang miskin atau orang tertindas dirampas (Amsal 31:9). Kita harus beriman bahwa setiap pekerjaan akan disertai oleh TUHAN (Kejadian 39:2). 

Apabila kita mendapat instruksi yang tidak hanya bertentangan dengan integritas, melainkan hati nurani kita, maka jangan banyak pertimbangan dan segeralah resign! Karena, kita tidak berbicara lagi soal tahan banting dalam dunia pekerjaan, tetapi kita bicara prinsip-prinsip dasar yang harus ditegakkan yaitu integritas yang harus terus diasah dan jangan sampai tumpul. Karena, Yusuf pun meninggalkan rumah Potifar karena apa yang diperintahkan oleh isteri Potifar (majikannya) tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh Yusuf (Kejadian 39:12) .

Ingatlah apa yang pernah diucapkan oleh Wiji Thukul:


[1] Detik News, Mahfud MD Beberkan 4 Modus Jual Beli Pasal UU di DPR, diakses dari https://news.detik.com/berita/1769784/mahfud-md-beberkan-4-modus-jual-beli-pasal-uu-di-dpr pada hari Rabu, 08 Mei 2019, pukul 21:42. WIB

LATEST POST

 

Satu hari telah berlalu di tahun ke-25nya. Ya, kemarin adalah hari ulang tahunnya. Tidak lama kemudi...
by Noni Elina | 19 Jun 2019

Aku Agak MaluAku agak malu membaca bukuIa berbicara padaku tentang bagaimana menjadi akuMenjadi aku...
by Ester Novaria | 19 Jun 2019

Branding pada dasarnya adalah sebuah usaha yang masuk dalam strategi marketing. Banyak sumber yang m...
by Noni Elina | 19 Jun 2019

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER