Mengapa Kamu Berdiri Melihat ke Langit ?

Going Deeper, God's Words, 19 May 2020
dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." Kisah Para Rasul 1 : 11

Seorang Teolog bernama Philip Yancey dalam bukunya berjudul The Jesus I Never Know bertanya, untuk apa kita merayakan Kenaikan Yesus Kristus ke surga?  Di dalam imajinasi  pribadi, saya membayangkan peristiwa kenaikan Yesus ke sorga merupakan momen terakhir bagi Yesus untuk berada di dunia dan mengakhiri semuanya dengan gegap gempita kemuliaan. Setelah memberikan nasihat terakhir bagi para muridNya, Yesus pun terangkat dengan awan yang mengelilingiNya lalu disambut kembali menuju tempatNya yang semula. 

Ibarat telah menyelesaikan sebuah peperangan, Yesus yang telah menang kembali mendapatkan kemuliaanNya, naik ke sorga dalam kemilau kemegahan. Namun itu hanya ada di dalam imajinasi saya. Dalam bukunya, Yancey pun menjelaskan bahwa Yesus yang naik ke surga bukan hanya semata-mata untuk menerima kekaguman atau permuliaan belaka oleh manusia (seperti imajinasi saya sebelumnya). Dalam Kisah Para Rasul pasal 1 : 1-12 digambarkan secara jelas bagaimana sebenarnya peristiwa Yesus yang naik ke surga. 

Kagum adalah reaksi yang digambarkan ketika  melihat Yesus yang naik di dalam kemilau cahaya surgawi. Para murid yang telah mengalami hal-hal yang sangat luar biasa selama berada bersamaNya (karyaNya, wafatNya dan kebangkitanNya) di dunia ini, sekali lagi untuk terakhir kalinya melihat Yesus dimuliakan. Para murid terkesima dengan apa yang mereka lihat secara nyata, yang mungkin saja membuat mereka tidak berkedip sedetik pun, agar tidak kehilangan momen sangat berharga dalam hidup mereka itu. Kemudian, (ayat 6) dua orang berpakaian putih secara tiba-tiba ikut berada dalam euforia itu dan membuyarkan mereka yang sedang larut dalam rasa kagum itu dan menegor mereka. 

"Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Tidak Hanya Memandang Langit 

Sebagai orang Kristen, terkadang kita hanya sebatas kagum. Kagum atas ibadah di Gereja A yang begitu keren dan menakjubkan, kagum atas Pendeta B yang berkotbah dengan sangat keren, kagum dengan pelayanan si C, dsb. Bahkan mungkin lebih parahnya lagi, kita hanya kagum atas cerita kesaksian tentang karya Allah dalam hidup kita. Sebatas kagum/ mengagumi tidak akan membawa kita kemana-mana. Seringkali kita hanya terkesima terhadap apa yang kita lihat, namun tidak melakukan hal yang lebih lagi. 

Kisah Kenaikan Tuhan Yesus ke surga mengajarkan pada kita bahwa kekaguman memang penting, tapi tidak cukup jika tidak ada tindak lanjut nyata yang kita lakukan. Kenaikan Tuhan Yesus ke surga menjadi sebuah momen pendelegasian bagi kita untuk bersaksi dan menjadi saksiNya sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1: 8). 

Allah dalam Yesus Kristus memberikan kita tanggung jawab untuk mempersaksikan apa yang selama ini sudah kita alami dan rasakan dalam kehidupan. Banyak orang mereka sulit untuk bersaksi. Ada faktor malu, takut, ragu bahkan merasa berdosa. Bagaimana kita mau menjadi saksi, jika kita tidak kenal betul siapa yang akan kita saksikan kepada dunia? Kekaguman dan pengalaman pribadi bersama Allah yang hidup direfleksikan dalam panggilan kita untuk menjadi saksiNya di mana setiap kita ditempatkan. Itu semua terpancar dari diri kita dan dilihat dan dirasakan betul oleh orang lain. Sehingga orang lainpun juga tidak berhenti di sekedar mengagumi tapi juga bisa terus meneruskan pola menjadi saksi. 

NKB 204 - Di Dunia Yang Penuh Cemar, membantu kita memahami bagaimana hidup kita betul-betul adalah kitab terbuka yang siapa saja dapat membacanya. Apakah tiap pembacanya melihat Yesus didalam hidup kita? Di dalam tutur kata, di dalam laku dan perbuatan, di dalam sikap dan keyakinan kita? Menjadi saksi bukan sesuatu juga instan. Dibutuhkan proses dan langkah-langkah iman bersama Tuhan yang benar benar hidup dan telah naik dalam kemuliaan. Selamat bersaksi dan menjadi saksi. Nyatakan Yesus dalammu bukan hanya sebatas mengagumiNya.

Soli Deo Gloria!

LATEST POST

 

Kitab suci umat Nasrani terdiri dari 66 kitab (39 kitab perjanjian lama, 27 kitab perjanjian baru)....
by Nuel Lubis | 01 Jun 2020

Ini suara saya yang sekarang melayani di salah satu another liquid place, yaitu dunia pendidika...
by Febrima Yuliana Mouwlaka | 01 Jun 2020

Hai Ignite People, bagaimana kabar kalian semua? Aku berharap kalian semua dalam kondisi yang baik d...
by Kevin J. Darmawan | 01 Jun 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER