Hitam Tetap Warna

Best Regards, Live Through This, 08 February 2020
Warna-warna cerah dalam hidup ini membuat kita bersemangat menjalani hidup. Namun, hitam tetap warna yang akan ikut mewarnai kehidupan kita ini bahkan membuat warna lain menjadi lebih nyata.

Akhirnya kita masuk ke bulan Februari, bulan yang katanya penuh dengan cinta. Sebenarnya tulisan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan cinta atau bulan Februari. Satu yang ingin ditarik adalah hampir setiap saat kita dibombardir oleh pesan-pesan yang mengatakan kita harus mengejar kebahagiaan. Katanya kita bisa merasa bahagia jika kita bisa bersama dengan orang yang dicintai. Tidak ada yang salah dengan itu; malah banyak kisah bahagia yang akan muncul berhubungan dengan ungkapan tadi.

Di dalam pekerjaan atau studi juga ada ungkapan yang mirip: Kita akan bahagia jika kita mengerjakan apa yang kita sukai. Sekali lagi, tidak ada yang salah dengan hal itu. Dalam hal pertemanan pun, kita akan menemukan ungkapan untuk berkumpul bersama orang-orang yang dapat membahagiakan kita. Masih ada banyak contoh lain lagi jika kita ingin terus mencari. Namun sungguhkah dalam hidup ini hanya ada kebahagiaan? 

Bukankah kerap kali kita mendapatkan masalah yang bisa membuat kita marah atau bahkan hancur? Benarkah hidup ini terasa lebih baik ketika kita bahagia? 

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.
(Pengkhotbah 3:1)

Alkitab mengatakan bahwa memang untuk apa pun ada waktunya. Ada kalanya kita akan bahagia, ada masanya juga kita tidak merasa bahagia. 

Sering kali dalam menjalani hidup ini, kita seakan masuk dalam mode autopilot di mana semua berjalan begitu saja; tanpa kita memperhatikan dan memaknai apa yang telah kita lewati. Seandainya kita bisa berhenti dan menilik lagi apa yang telah kita lalui dalam hidup ini, apakah benar hanya ada momen-momen indah dan menyenangkan? Sepertinya tidak. Pastilah ada momen-momen yang menyedihkan, mengecewakan, dan tidak jarang mendukakan bagi kita.

Perhatikan apa yang dikatakan Pengkhotbah selanjutnya setelah ayat 1 tadi. Di ayat 11, justru dikatakan bahwa Tuhan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya. Zoom in ke dalam momen-momen yang mungkin memilukan bagi kita. Ceritanya pasti tidak berhenti di situ bukan? Momen itu pasti masih berlanjut, sampai akhirnya kita bisa melewati masalah yang awalnya membuat kita merasa lemah dan tak berdaya. Tidak jarang justru dalam momen-momen tersebut kita menjadi semakin dekat dengan Tuhan. Benar-benar bersandar kepada-Nya, Sang Sumber Kebahagiaan yang Sejati.

Mungkin bagi sebagian kita, hidup akan jadi lebih hidup dengan warna-warna cerah. Pelangi pun memiliki warna-warna yang cerah, bukan? Bahkan melihat warna-warna cerah sepertinya membuat kita lebih bersemangat ketika menjalani hidup. Bukankah momen bahagia dalam hidup kita merupakan warna-warna cerah yang turut mewarnai hidup kita? Namun sebenarnya kita bisa mengatakan suatu warna cerah ketika kita tahu warna yang lebih gelap seperti apa. 


 Bukankah, hitam pun tetap warna di dalam kehidupan kita ini? Bagaimana pun kita berusaha menghindarinya, kita tetap akan menemukannya.

Mungkin sudah beberapa kali kita menggoreskan warna hitam dalam kehidupan kita. Saat ini mungkin hidup kita sedang penuh dengan warna-warni yang begitu cerah. Ke depan bisa jadi akan ada masanya di mana kita akan menggoreskan warna hitam lagi. Ingatlah bahwa tidak selamanya hidup kita dipenuhi dengan warna hitam. Akan ada masanya di mana warna lain akan mewarnai kehidupan kita. Bukankah pelangi baru akan muncul setelah awan hitam itu berlalu?

Tidak apa-apa untuk bersedih dalam menjalani hidup, karena memang sedang ada kesedihan yang dialami. Tidak perlu terburu-buru juga untuk menggantikan kesedihan itu dengan kebahagiaan. Sebaliknya jalanilah itu perlahan bersama dengan Tuhan. Hanya Dialah yang dapat memberikan kepada kita kebahagiaan yang sejati. Tidak apa-apa jika kita sedang kecewa atau dikecewakan oleh seseorang. 

Jika kita memang belum siap melepaskan pengampunan dan maaf, tidak apa. Kita memang perlu waktu untuk memproses itu semua. Sekali lagi, jalanilah itu perlahan bersama dengan Tuhan. Dialah yang nantinya akan memampukan kita untuk melepaskan pengampunan. 

Warna-warna cerah dalam hidup ini membuat kita bersemangat menjalani hidup. Namun, hitam tetap warna yang akan ikut mewarnai kehidupan kita, bahkan membuat warna lain menjadi lebih nyata.

LATEST POST

 

Musa dan Yohanes merupakan penulis kitab pertama dan terakhir dalam Alkitab. Maka akan sangat menari...
by Jeffry Immanuel | 24 May 2024

Ethan Winters dan Mia baru saja memulai hidup barunya yang tentram dan damai bersama Rosemary, bayi...
by Olyvia Hulda | 23 May 2024

Respons terhadap Progresive ChristianityIstilah progresive Christianity terdengar belakangan ini. Ha...
by Immanuel Elson | 19 May 2024

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER