Menghasilkan Buah yang Baik: Menjadi Orang yang Produktif dalam Tuhan

Best Regards, Live Through This, 14 March 2023
Yohanes 15:4 “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.”

Hai, Ignite People!

Mungkin Ignite People sudah tidak asing dengan ayat di atas. Namun, sejauh apa kita sudah mengalami "hidup di dalam Tuhan" itu? Mari, kita berefleksi bersama Yohanes 15:4!

Ketika memiliki hidup di dalam Tuhan dan memelihara hubungan pribadi yang kuat dengan-Nya, kita akan menghasilkan buah-buah yang baik dalam hidup kita. Seperti yang disebutkan dalam Yohanes 15:4 tadi, kita harus tetap tinggal di dalam Kristus dan membiarkan Dia tetap tinggal di dalam kita. Tuhan ingin kita hidup seperti pohon yang ditanam di kebun-Nya. Seperti pohon anggur yang ditanam di kebun, Tuhan ingin kita diberkati dengan lingkungan yang tepat untuk tumbuh dan berkembang. Ketika kita berada di lingkungan yang tepat, Tuhan akan membantu kita tumbuh dan menghasilkan buah yang baik. Tetapi, bagaimana caranya kita bisa menghasilkan buah-buah yang baik dalam hidup kita?

Pertama-tama, kita harus memiliki tujuan yang jelas dan fokus pada tugas-tugas yang diberikan oleh Tuhan. Kedua, kita harus menumbuhkan kualitas-kualitas yang diperlukan seperti iman, kasih, kesabaran, kerendahan hati, dan disiplin. Ketiga, kita harus memelihara hubungan yang kuat dengan Tuhan melalui doa, membaca Firman, dan bersekutu dengan orang-orang yang sehat. Walaupun demikian, kita harus ingat bahwa buah yang baik tidak datang dengan sendirinya atau dengan cara yang instan. Kita memerlukan waktu, kesabaran, dan kerja keras untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai. Kita juga harus memperhatikan bahwa terkadang buah yang kita hasilkan mungkin tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi kita harus tetap memelihara keyakinan dan terus bekerja dengan tekun.

Seseorang yang ingin menjadi produktif dan berbuah dalam hubungan dengan keluarga atau teman-temannya harus memperhatikan lingkungan dan kondisi yang tepat untuk tumbuh dan berkembang. Dia harus menciptakan lingkungan yang sehat, terbuka, dan positif bagi hubungan tersebut. Selain itu, dia harus memelihara hubungan yang baik dengan Tuhan dengan mendoakan keluarganya atau teman-temannya dan menerapkan prinsip-prinsip kasih dan toleransi yang diinstruksikan oleh Tuhan. Ketika dia memelihara hubungan yang baik dengan Tuhan, dia akan mendapatkan kekuatan untuk menghadapi masalah dan tantangan dalam hubungan tersebut dan menghasilkan buah yang baik, seperti cinta, kerjasama, dan kesetiaan.


Photo by Rohit Tandon on Unsplash


Tidak hanya itu, dengan memperhatikan dan memelihara hubungan pribadi dengan Tuhan, maka Dia akan memberikan kekuatan dan kasih-Nya agar kita dapat menjadi orang yang produktif dan berbuah. Lalu, buah yang kita hasilkan akan menjadi berkat bagi banyak orang di sekitar kita. Sebagai ilustrasi, seorang petani memiliki sebidang tanah yang subur dan memilih menanam pohon buah-buahan di kebunnya. Dia memperhatikan setiap detail dalam penanaman, memilih bibit yang baik, memberikan pupuk yang diperlukan, menyiram dengan air yang cukup, dan menjaga kebersihan kebun. Petani tersebut juga memelihara hubungan yang baik dengan Tuhan dengan selalu berdoa dan memohon pertolongan Tuhan untuk memberkati kebunnya dan memberikan hasil yang baik. Akhirnya, setelah beberapa tahun, pohon-pohon tersebut tumbuh subur dan menghasilkan buah yang manis dan segar. Hasil tersebut tidak hanya menjadi berkat bagi keluarganya tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya.

Ilustrasi di atas menggambarkan betapa pentingnya memperhatikan lingkungan dan memelihara hubungan yang baik dengan Tuhan dalam menghasilkan buah yang baik. Seperti petani tersebut yang memperhatikan setiap detail dalam penanaman dan memelihara hubungannya dengan Tuhan, kita juga harus memperhatikan kondisi lingkungan dan hubungan kita dengan Tuhan agar dapat produktif  dan menghasilkan buah yang baik. Jadi, mari kita hidup seperti pohon yang ditanam di kebun Tuhan dan berusaha untuk menghasilkan buah yang baik. Dengan terus memelihara hubungan kita dengan Tuhan dan berusaha untuk berkembang, kita akan menjadi orang yang produktif dan berbuah, yang memberikan kebaikan bagi dunia di sekitar kita. Kiranya Tuhan berkenan menolong kita bertumbuh kuat dan berbuah di dalam-Nya bagi kemuliaan-Nya.

LATEST POST

 

Musa dan Yohanes merupakan penulis kitab pertama dan terakhir dalam Alkitab. Maka akan sangat menari...
by Jeffry Immanuel | 24 May 2024

Ethan Winters dan Mia baru saja memulai hidup barunya yang tentram dan damai bersama Rosemary, bayi...
by Olyvia Hulda | 23 May 2024

Respons terhadap Progresive ChristianityIstilah progresive Christianity terdengar belakangan ini. Ha...
by Immanuel Elson | 19 May 2024

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER