Ada Kejutan dalam Setiap Doa Kita

Best Regards, Live Through This, 10 July 2022
Jangan pernah anggap doamu sepele.

Doa memang cukup kita ucapkan, namun terkabul atau tidaknya kita tidak ada yang tahu. Yang jelas, dalam berdoa hanya perlu iman dan sikap yang benar. Terkadang apa yang kita doakan belum tentu akan langsung dikabulkan, dan bahkan mungkin tidak dikabulkan karena bukan kebutuhan kita. Namun sekarang, bagaimana kalau kita tidak berniat mendoakan sesuatu dan hanya sekadar keinginan yang terucap namun ternyata malah dijawab oleh Tuhan? Apakah itu termasuk implementasi yang tepat dari pepatah bahwa apa yang kita ucapkan bisa saja terjadi? Menurut saya, itu tetaplah doa meskipun mungkin kita tidak dengan air mata untuk mendoakannya.


                                                         https://unsplash.com/photos/b_SHPU5M3nk


Statement saya di akhir paragraf di atas merupakan sebuah hasil dari kejadian yang sudah saya alami. Di sini saya ingin bercerita bagaimana doa yang kita ucapkan tanpa ada harapan lebih bisa terkabul. Sedikit info, saya akan menceritakan 3 kejadian yang menurut saya berkesan.

Cerita ini dimulai 2 tahun yang lalu ketika saya masih berada di Jogja dan belum pindah ke Jakarta. Singkat cerita saat itu covid 19 sudah masuk ke Indonesia dan banyak kegiatan dilakukan di rumah, dan salah satunya adalah ibadah. Awalnya saya beribadah secara offline di salah satu gereja yang ada di Maguwoharjo Jogja. Namun karena pandemi, jadi saya tidak beribadah di sana lagi karena memang sebagai gereja kecil jadi belum ada peralatan yang memadai untuk melakukan siaran langsung. Alhasil saya mencoba mencari gereja online dan ketemulah saya dengan ibadah online di Ignite GKI. Sejujurnya sudah sejak lama saya mengikuti channel ini, jadi tiba-tiba ada saran di beranda Youtube saya untuk mengikuti ibadah online di Ignite GKI.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti ibadah di channel itu. Di tengah-tengah ibadah online, tanpa ada maksud apa-apa saya mengungkapkan keinginan untuk bisa beribadah langsung di GKI. Saya saat itu menganggap itu hanyalah sebuah ucapan mainan karena hanya sekadar keinginan dan rasanya kalau tidak terkabulkan pun tidak apa-apa. Tetapi ternyata dua tahun berselang Tuhan menjawab doa itu saat saya pindah ke Jakarta. Di tempat saya sekaranglah doa itu terjawab.

Kemudian lanjut ke kisah selanjutnya. Kasusnya mirip, hanya saja ini bukan tentang gereja. Jadi kisahnya juga terjadi dua tahun lalu dan masih di Jogja. Mungkin karena bosan dan kesepian, jadi saya merindukan banyak hal, termasuk untuk kembali berkunjung ke rumah Paman dan Tante saya yang ada di Harapan Indah. Saat itu karena masih merasa alay, saya mengungkapkan keinginan itu di status Whatsapp. Perasaan saya saat itu juga sama seperti kisah saya di atas, yaitu tidak ada keinginan yang lebih untuk bisa berkunjung ke tempat itu. Namun lagi-lagi doa yang saya anggap hanya mainan dan kalau tidak dijawab juga tidak apa-apa, ternyata malah Tuhan jawab dua tahun kemudian juga. Malah sekarang saya tinggal di rumah Paman dan Tante saya. Padahal awalnya hanya ingin berkunjung untuk main, eh malah tinggal dalam waktu yang lama.

Dan terakhir ini baru saja saya alami, tepatnya dua hari yang lalu. Jadi pada tanggal 7 Juli 2022, saya dan team lomba pergi ke lab salah satu dosen saya untuk melakukan uji coba. Pada saat berangkat, kami diantarkan oleh dosen pembimbing kami yang membimbing lomba itu. Setelah selesai uji coba, kami pulang ke kampus terlebih dahulu. Kemudian sorenya saya pulang kembali ke rumah paman dan dalam perjalanan saya curhat kepada Tuhan bahwa saya sudah lama ingin memiliki waktu dan ruang sendiri. Karena jujur saja selama tinggal di sana, saya jarang mendapatkan hal itu, karena ketika ingin sendiri, adik sepupu saya yang masih berumur 6 tahun selalu mengajak bermain. Karena rasa sungkan saya kepada Paman dan Tante saya yang sudah mau mengizinkan saya tinggal, jadi saya mau tidak mau bermain dengan adik sepupu saya.

Lanjut ke malam hari, ketika saya sedang ikut kelas online, tiba-tiba di grup lomba yang ada di Telegram, istri dari dosen pembimbing saya memberitahu bahwa dosen pembimbing saya terkena covid 19. Mengetahui kabar itu, saya yang sebelumnya belum pernah berada di situasi tersebut langsung panik dan kuatir. Kemudian saya bercerita kepada tante saya dan beliau menyuruh saya untuk tes swab. Hasilnya Puji Tuhan negative, namun tetap saja beliau menyuruh saya untuk sementara waktu menjalani karantina karena takut virusnya masih dalam tahap inkubasi. Di situ saya sadar bahwa Tuhan langsung menjawab doa saya. Bagaimana tidak? Sorenya saya bilang ingin waktu dan ruang sendiri, eh malam harinya sama Tuhan langsung dijawab, bahkan waktu dan ruang sendiri saya menjadi lebih banyak. Padahal perasaan saya masih sama, yaitu kalau tidak dikabulkan pun tidak apa-apa dan bahkan saya tidak memintanya dengan menangis.

Tetapi dari beberapa kisah yang sudah saya alami di atas, saya sadar bahwa ketika kita berdoa meskipun tidak di kamar sendirian sembari menangis, bisa saja dikabulkan oleh Tuhan Yesus. Dari hasil perenungan saya, meskipun saya mengungkapkan doa itu dengan sikap yang biasa saja dan cenderung asal-kasarnya begitu-namun karena saya tulus jadi Tuhan menjawabnya, meskipun dua kisah awal membutuhkan waktu dua tahun.


                                                    https://unsplash.com/photos/EzH88o2GxJ4

Jadi kalau kalian berdoa dan belum dijawab, sabar aja. Mungkin butuh waktu 1,2,3 tahun, atau bulan atau hari? Siapa yang tahu. Sabar saja dalam menanti dalam iman. Semangat menanti jawaban dari Tuhan dengan setia teman-teman. Tuhan Yesus memberkati.

LATEST POST

 

Hai Ignite People!Sebagian dari kita mungkin ada yang masih belajar di sekolah atau di kampus, dan s...
by Verry Yovelin | 02 Aug 2022

Beberapa kali orang tuaku pernah bercerita waktu masih balita, aku pernah hampir kejatuhan vas belin...
by Regina Megumi | 02 Aug 2022

Baru-baru ini BTS  baru saja merilis lagu baru dengan lirik yang menjadi ciri khas dari BTS&nbs...
by Yessica Anggi | 23 Jul 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER