Doain Aku, Ya..

Best Regards, Fiction, 14 April 2021
Luna tahu, ia tidak perlu tahu bagaimana progress dari doanya kepada teman-temannya ataupun sebaliknya. Baginya, semakin banyak titipan doa yang mampir dalam doanya, semakin lama ia bisa bersekutu dan berbincang dengan Tuhannya, satu hal yang sangat dinikmatinya ditengah rasa cemas yang di deritanya.

Luna percaya bahwa ada banyak hal di dunia yang tidak bisa di selesaikan oleh pikiran dan usaha manusia. Bahwa mungkin sepandai dan sehebat apapun kita sebagai manusia, ada hal-hal yang tidak bisa kita kuasai sepenuhnya.

“Doain aku ya.. “

https://unsplash.com/photos/ZA1Wvos1WYM

Begitu ucapan teman-temannya selepas bercerita tentang berbagai masalah yang tengah mereka hadapi. Satu kalimat yang menggambarkan kapasitas kita sebagai manusia yang terbatas dan membutuhkan bantuan dari Tuhan, pemilik semesta yang tidak terlihat. 

Luna memiliki catatan kecil yang selalu dibawanya yang berisi barisan doa dari teman-temannya yang minta di doakan. Ia selalu membawa catatan itu, sebagai pengingatnya bahwa ia mempunyai hutang doa untuk teman-temannya. 

Andri pernah minta di doakan agar kemoterapinya berjalan baik. 

Sonya pernah minta di doakan agar hubungan kedua orang tuanya kembali membaik 

Dan Anya pernah minta di doakan agar ia diberikan hati yang baik untuk memaafkan ayahnya 

Serta doa-doa lain yang tercatat dan berbaris dengan rapih dalam buku kecilnya, yang ke semuanya meminta hal-hal yang baik dimata kebanyakan orang. Membuat Luna terkadang minder karena ia pernah meminta hal-hal yang mungkin tidak baik. 

Luna pernah meminta supaya anjing peliharaannya cepat mati, karena ia tidak tega melihat anjingnya yang sudah tua sakit-sakitan dan tersiksa.

Berdoa supaya Tuhan mengambil mata dan telinganya, agar ia tidak lagi melihat dan mendengar ibunya yang terkadang menangis setiap malam. 

Berdoa supaya ayahnya tidak pernah kembali ke rumah dan pulang

Berdoa supaya rumahnya terbakar agar pihak asuransi datang dan memberi ibunya uang agar mereka bisa makan.

Doa-doa yang pernah diselipkannya dalam setiap doanya dan titipan doa yang berbaris di catatannya, namun tidak pernah diucapkannya kepada teman-temannya. Ia tahu, mungkin temannya akan menganggapnya kerasukan roh jahat jika ia mengatakannya dan meminta teman-temannya mendoakan hal tersebut. Membuat Luna menyadari dan mengerti bahwa kata baik tidaklah mempunyai pengertian yang tunggal.

Untuk doa yang sudah terjawab, Luna tidak lupa untuk mencoretnya, dan berterima kasih kepada Pemilik Semesta karena kebaikanNya yang menjawab doanya. Untuk doa-doa yang belum terjawab, Luna tidak sekalipun lupa untuk kembali membawa doa-doa tersebut dalam setiap pertemuannya dengan Dia, walau mungkin mereka yang minta di doakan tidak mengingatnya, atau mungkin tidak ada kabarnya. 

Luna tidak tahu bagaimana kabar Andri saat ini. Yang ia tahu, Andri pergi berobat ke negara tetangga. Sonya juga tidak pernah bercerita lagi mengenai hubungan kedua orang tuanya, Sonya lebih memilih menghindar dan bungkam. Sementara Anya menjadi potongan dari kisah hidup semua orang yang akan hilang bersamaan waktu dimana lingkaran pertemanan akan semakin kecil seiring dengan bertambahnya usia dan kesibukan masing-masing manusia.

Luna tahu, ia tidak perlu tahu bagaimana progress dari doanya kepada teman-temannya ataupun sebaliknya. Baginya, semakin banyak titipan doa yang mampir dalam doanya, semakin lama ia bisa bersekutu dan berbincang dengan Tuhannya, satu hal yang sangat dinikmatinya ditengah rasa cemas yang di deritanya. Rasa cemas yang menjadi satu-satunya hal yang selalu Luna minta untuk di doakan kepada teman-temannya

 “Doain aku ya Rik.. “

“Doain aku ya Sonya.. “ 

“Doain aku ya Lia.. “

Malam ini Luna kembali berdoa sambil membuka catatan dan matanya. Masih ada beberapa titipan doa di  catatannya. Luna lalu mengawali doanya dengan mendoakan teman-temannya terlebih dahulu satu persatu sebelum Luna kemudian berdoa untuk dirinya sendiri dan keluarganya. 

Tanya minta di doakan agar ia bisa menjadi pribadi yang mampu mencintai dirinya sendiri. 

Erik minta di doakan agar ia bisa memilih pasangan yang terbaik untuk dirinya nanti. 

Lia minta di doakan untuk karirnya

Andri, Sonya, Anya, dan dirinya. 

Di tempat lain tanya yang sedang sibuk berkaca sambil bilang kalau dirinya berharga, Erik yang sedang sibuk membalas pesan dari dua kekasihnya, dan Lia yang sedang sibuk bekerja mengejar karirnya..

Dan Luna saat ini sedang bergelut dengan rasa cemas dan takutnya yang datang tiba-tiba sambil percaya bahwa teman-temannya pasti juga mendokannya

“Doakan aku ya.. “ batin Luna dalam rasa takutnya



Gbr : https://unsplash.com/photos/uoV8VwLbCxUhttps://unsplash.com/photos/b_SHPU5M3nkhttps://unsplash.com/photos/HpRSMx4xicA

LATEST POST

 

SAAT GEREJA “DILARANG” MENGURUSI POLITIKKetika menemukan berita Persekutuan Gereja-Gerej...
by Christan Reksa | 13 Jun 2021

            Di dalam buku nyanyian Kidung Jemaat pada nomor 26 terdapa...
by Christyana Elizabeth Huwae | 13 Jun 2021

Ada orang yang habiskan seumur hidupnyahanya untuk berbuat baik.Lalu khilaf satu kali dan berbuat ke...
by Primaridiana Pradiptasari | 13 Jun 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER