2022

Best Regards, Fiction, 10 January 2023
God : Kan Ku petik pelangi 'tuk warnai harimu Jangan khawatir, masih ada Aku

Selamat tahun baru 2023 (dan 新年快乐), Ignite People!

Kalau Ignite People ingat, awal tahun 2023 ini disambut dengan lagu dari Raissa Anggiani (Rai) yang berjudul Kau Rumahku. Walaupun sudah rilis pada tahun 2022, lagu ini jadi lebih hits lagi karena sempat dikover oleh Gempi, anak dari Giselle Anastasia. Berikut adalah salah satu kover Kau Rumahku dari Gempi yang dinyanyikan bersama Rai.



Saya mendengarkan Kau Rumahku setiap hari bahkan hingga sekarang saat artikel ini ditulis. Kau Rumahku telah menjadi lagu favorit saya. Nah, ada bagian lirik yang memiliki arti yang mendalam bagi saya ketika apa yang telah terjadi di tahun 2022:

Gemar s'kali kau lukiskan bintang untukku

Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati yang hampir mati

'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita

Jangan biarkan ku pulang ke rumah yang bukan engkau


Sepanjang tahun lalu, ada banyak hal yang menorehkan tangis dan tawa sebagai warna perjalanan kehidupan saya. Berkaca dari setiap pengalaman yang telah lalu itu, lirik di atas membawa saya pada sebuah perenungan bahwa Tuhan mampu melukiskan bintang untuk saya, dan tangan-Nya lihai sekali menata hati serta hidup saya yang mungkin hampir mati. Jujur saja, selama tahun 2022, ada banyak pertanyaan yang selalu saya tanyakan seperti ini:

“Tuhan, tau ndak sih, aku capek?"

"Kenapa, kok, gini jadinya?"

"Kenapa, kok, harus dia?"

"Kenapa, kok, harus gini dan gitu?"

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menggambarkan bahwa ada kalanya saya merasa Tuhan tidak mengenal saya secara pribadi. Seolah-olah apa pun yang Tuhan lakukan itu salah karena tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Dalam kekalutan batin itulah ada satu ayat yang "menampar" saya:

“Sebelum Aku membentuk engkau dalam Rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau…” 

Yeremia 1:5a

Tanpa saya sadar, ternyata setiap pertanyaan saya telah Tuhan jawab. Sebelum saya lahir, bahkan sebelum ada janin yang kelak hadir di dunia sebagai seseorang bernama Yessica Anggi, Tuhan telah mengenal saya dengan baik. Betapa manisnya Tuhan! Karena itu, akhirnya saya menyadari bahwa tidak seharusnya saya mempertanyakan Tuhan, seakan-akan Dia tidak mengenal saya dan tidak mengerti apa yang saya alami dan rasakan. Ya, Dialah Tuhan yang Mahatahu, satu-satunya Pribadi yang mengerti dengan sempurna setiap hal yang telah saya lalui dari awal tahun 2022 hingga memasuki tahun 2023 ini. Tuhan telah mengubahkan ratapanku menjadi tarian (Mazmur 30:11), dan Tuhan yang sama adalah Tuhan yang juga mengubahkan ketakutanku di tahun 2022 menjadi sebuah perjalanan yang melatih imanku.


Photo by Tony Eight Media on Unsplash

Mari kita belajar sepintas dari tokoh-tokoh Alkitab yang memiliki iman yang teguh meskipun berada di dalam lingkungan dan budaya yang menyembah ilah-ilah selain Tuhan Allah sendiri, yaitu Hananya, Misael, dan Azarya. Mereka termasuk anak-anak muda yang diangkut ke Babel pada masa pembuangan rakyat Yehuda (lih. 2 Raj. 8:25-25:10 dan Daniel 1). Hananya berarti Yahweh is gracious (TUHAN Allah itu murah hati), Misael berarti as God is (Siapakah yang seperti Allah?), dan Azarya berarti helped by God (ditolong oleh Allah). Nama-nama yang bermakna dalam, ya? Namun, ketiganya diubah menjadi nama-nama yang menggambarkan bentuk penyembahan kepada dewa-dewa di Babel. Hananya dinamakan Sadrakh yang merujuk pada dewa Aku (iya, nama dewanya adalah Aku, dewa bulannya orang Babel), Misael menjadi Mesakh yang berarti "Siapakah yang seperti dewa Aku?" dan Azarya menjadi Abednego yang berarti "hamba Nabu, dewa hikmat orang Babel).1 Perubahan nama itu diharapkan agar Hananya, Misael, dan Azarya tidak lagi menyembah Tuhan yang mereka sembah ketika di Yehuda. Namun, apakah itu yang terjadi?

Di dalam Daniel 3, kita menemukan bahwa walaupun diancam dibakar di dalam perapian yang menyala-nyala (bahkan tujuh kali lebih panas daripada biasanya, ketiga anak muda itu tetap mempertahankan iman dan tetap percaya bahwa Allah yang mereka sembah akan menolong mereka. Bahkan jika Allah tidak melakukannya, mereka tetap tidak akan menyembah dewa yang didirikan oleh Nebukadnezar, raja Babel yang saat itu berkuasa. Singkat cerita, kita tahu bahwa Allah berkenan melindungi dan membela umat pilihan-Nya. Dari Hananya, Misael, dan Azarya, kita belajar agar selalu mengingat dan menyembah Allah, walaupun orang-orang sekitar kita melupakan Tuhan dan menyembah ilah-ilah lain (oke, ilah lain ini bisa saja bukan dari patung, tetapi mungkin ada Ignite People yang mau menulis mengenai hal ini? - Minbi). Sama seperti iman mereka yang menggerakkan orang lain untuk menyembah dan memuliakan Allah, kiranya orang lain juga bisa melihat Allah dalam hidup kita. 

Ignite People, mungkin saat ini ada banyak yang membuat kita merasa takut dan gentar untuk menjalani tahun 2023. Namun, mari kita belajar bersama mengimani pesan Paulus ini:

Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku.

– Fillipi 4:13

dan memercayai Tuhan seperti yang diungkapkan sang pemazmur:

Dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. – Mazmur 37:4

Kiranya Tuhan berkenan menolong kita untuk melatih iman kembali sepanjang tahun ini. 

Kan ku petik pelangi 'tuk warnai harimu. Jangan khawatir, masih ada Aku. - Tuhan



1Simak selengkapnya di Bible Project - Daniel

LATEST POST

 

Tahun baru, seringkali dijadikan momen untuk orang-orang membuat resolusi yang baru. Semua orang ber...
by Mikhael Artur Darmakesuma | 28 Jan 2023

Tahun 2023 baru saja berjalan selama 13 hari, tetapi tanggal 13 Januari lalu adalah momen ketika Tuh...
by Azarya Zefanya | 28 Jan 2023

Artikel yang saya tulis kali ini adalah refleksi pribadi setelah menjalani dua tahun pelayanan di De...
by Jeane Marlessy | 19 Jan 2023

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER