Tiada Tempat yang Aman di Bumi

Best Regards, Live Through This, 09 February 2021
Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7)

Awal tahun 2021 Indonesia dan dunia masih bergulat dengan pandemi Covid-19 yang telah menelan banyak korban jiwa. Perjuangan masih terus berlangsung, baik dari pihak negara maupun para tenaga kesehatan. Hingga muncul kabar ditemukannya vaksin dan saat ini telah dilaksanakan vaksinasi tahap pertama bagi tenaga kesehatan. Ditengah masa perjuangan ini, rupanya berbagai peristiwa duka muncul dari berbagai wilayah di Indonesia oleh sebab bencana yang santer dikabarkan melalui media. 

Dimulai dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ182 di Kepulauan Seribu (Sabtu, 09/01), yang meninggalkan duka mendalam bagi segenap keluarga korban. Pada tanggal yang sama terjadi bencana tanah longsor di Sumedang, Jawa Barat. Disusul dengan gempa berkekuatan 5,9 magnitudo di Majene, Sulawesi Barat (Kamis, 14/01). Hujan lebat dan kilat selama dua hari (12-14/01) menyebabkan banjir yang menggenangi beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. Dua hari selepas Gempa Majene, di Manado terjadi hujan dan tanah longsor. Sedangkan di Jawa Timur Gunung Semeru mengalami erupsi (Sabtu, 16/01) dan mengakibatkan abu vulkanik di sekitaran Probolinggo. Esoknya (17/01), Gunung Sinabung di wilayah Karo, Sumatera Utara erupsi dengan menyemburkan debu vulkanik setinggi ± 1000 meter. Sebelumnya, Gunung Merapi sudah meningkatkan statusnya menjadi siaga sejak bulan November dan terdapat guguran awan panas di sepanjang bulan Januari hingga erupsi di akhir bulan Januari yang mengharuskan para penduduk untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Memang, Indonesia berada di Cincin Api Pasifik—dimana lempeng tektonik sering bertabrakan—yang menyebabkan banyaknya gempa bumi dan aktivitas gunung berapi.

Tidak berhenti sampai disitu, di awal Februari ini cuaca ekstrim menyebabkan tingginya curah hujan sehingga terjadi banjir yang merendam sebagian besar wilatah di Jawa Tengah. Tidak terbayang berapa kerugian materi dan korban jiwa yang diakibatkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat untuk makin waspada akan adanya ‘multi risiko bencana’ hingga bulan Maret mendatang. BMKG mengatakan faktor cuaca dan iklim, termasuk puncak musim hujan, akan memasuki puncaknya pada bulan Januari dan Februari. Hingga saat ini seluruh provinsi di Pulau Jawa berstatus siaga banjir, terkecuali Daerah Istimewa Yogyakarta. Status tersebut makin meningkat seiring terjadinya puncak cuaca ekstrim, dengan adanya La Nina dan angin Monsoon.

Apalah daya kita sebagai manusia, ketika alam sudah mulai bergejolak—walaupun dengan segala yang kita miliki—kita tidak dapat menghentikan kehendak alam. Ketika didera oleh berbagai peristiwa diluar kendali kita, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah berdoa pada Tuhan, berjaga, dan senantiasa berharap akan perlindungan Tuhan (Mazmur 62:6). Berbagai kesedihan, rasa kehilangan, dan duka tidak akan merubah apa yang telah terjadi. Sebagai sesama manusia, yang dapat kita lakukan adalah membantu untuk mengurangi duka dan kekurangan yang dirasakan dengan saling menolong tetapi bukan menjadi pengganti sebab luka dan duka akan tetap ada.

Ada ungkapan berbahasa Jawa ‘Gusti mboten sare; yang berarti Tuhan tidak tidur. Diwaktu kita sepenuhnya berserah kepada Tuhan, maka Ia akan bertindak (Mazmur 37:5). Karena Tuhan kita sungguh Tuhan yang mengenal diri kita dan mengerti cara terbaik untuk mengatasi kekhawatiran kita (1 Petrus 5:7). Wajar sebagai manusia kita memiliki rasa khawatir. Seringkali kita ragu, merasa bingung karena mengandalkan diri sendiri. Rasa khawatir dapat digunakan si jahat untuk menjauhkan kita dari Allah. Percayalah bahwa Ia akan memberikan jalan yang terbaik bagi kita karena janji-Nya ya dan amin. 

Melalui berbagai fenomena alam yang terjadi, kita diingatkan kembali untuk senantiasa meletakkan kehidupan kita dalam tangan Tuhan. Apapun yang terjadi, ingatlah kita memiliki Tuhan yang senantiasa ada untuk kita bahkan di saat paling buruk kehidupan. Jangan pernah menaruh harapan kepada manusia (Yesaya 2:22), karena manusia dapat mengecewakanmu. Lebih baik untuk berserah dan andalkan Tuhan daripada bersandar kepada pengertian kita sendiri (Amsal 3:5-6).  Dialah yang mengetahui segala rancangan dalam hidupmu (bahkan sebelum kamu lahir) tidak akan pernah mengecewakanmu. Hanya kepada Tuhanlah kita mendapat ketenangan dan kelegaan. Tetap semangat, jangan pernah untuk putus harapan, senantiasa berserah dan percaya pada-Nya!

LATEST POST

 

"Lou, are we going under?""You're asking the wrong question, Jacob.""Wh...
by Victor Hasiholan | 18 Apr 2021

         Seperti tanah liat yang dibentuk menjadi gerabah yang indah, seper...
by Emmanuela Angela | 18 Apr 2021

Tahukah Anda, salah satu muslihat licik dari Iblis adalah membuat orang-orang percaya bahwa ia (Ibli...
by Victor Hasiholan | 18 Apr 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER