Nanti Kita Cerita Soal Puisi Hari Ini

All About GKI, Spotlight, 18 July 2020
Sebuah senja bersama para penikmat dan kreator puisi IGNITE GKI

Dalam segelas es kopi kekinian yang mudah kita pesan lewat ojol pun bertebaran berbagai adu rayu puisi yang dengan tergeli-geli kita foto dan unggah ke Instagram. Puisi selalu relevan melintasi garis waktu dan generasi!  

Maka, sore itu kami berkumpul via Zoom, ditemani moderator Liem Septian Adi Nugroho dan para narasumber untuk membahas proses kreatif dalam berpuisi. Bang Malem sendiri dikenal akan kreativitasnya menggubah ayat-ayat Alkitab menjadi puisi, sementara Melissa memiliki karakteristik khas menulis puisi dalam Bahasa Inggris; salah satunya, Dying But Smiling telah dibaca lebih dari 900x di website Ignite GKI! 



Diskusi berlangsung hangat dan inspiratif bersama 17 peserta dari berbagai gereja di penjuru Indonesia yang berbagi satu passion yang sama: Seni Puisi! Bagi Bang Malem sendiri, puisi ternyata cara terbaik untuk mengekspresikan kedalaman batin dan menulis puisi adalah caranya berteologi secara lebih kontekstual, sementara Melissa menyatakan puisi dapat menjadi salah satu jalannya untuk rileks (meski bisa jadi ribet juga ketika stuck ide, hehehe....). 


Nah, bicara soal stuck ide atau writer's block memang umum sekali dialami para kreator - bagaimana tips dari narasumber mengatasinya? "Ditinggal saja, jangan dipaksa harus selesai satu itu; di sisi lain, puisi yang tidak selesai-selesai bisa kita lihat sebagai kesempatan melatih problem-solving skill kita," ujar Melissa.


Untuk Ignite People yang suka ragu dalam mengolah bagian Alkitab menjadi puisi, Bang Malem memberikan tipsnya:
 

"Karya Tuhan tidak terbatas dan Alkitab pun tidak lepas dari kesusastraan - jadi, jangan mematikan kreativitas Roh, tapi ya jangan sembarangan juga. Pahami dulu teks aslinya, 'pisau' apa yang mau kamu gunakan untuk menafsir, agar tidak kelewat batas atau malah 'memperkosa' teks jadinya. Rajin-rajinlah membaca Alkitab, nanti akan keluar 'rhema'nya."


Untuk Ignite People yang belum tahu, Melissa menceritakan bagian-bagian Alkitab yang merupakan poetry books: Ayub, Kidung Agung, Mazmur, Amsal dan Pengkotbah. "Tapi bukan berarti kita hanya bisa menggubah bagian Alkitab yang tergolong poetry books juga - Imamat pun bisa jadi puisi loh!" Wow, kalau ada Ignite People yang bisa menggubah Kitab Imamat jadi puisi, pasti keren banget nih!

Ketika ditanya karya puisi dan penyair idola kedua narasumber, berbagai nama dan judul disebut, dari Joko Pinurbo sampai Jabberwocky - tapi uniknya, kita Mazmur pun sama-sama disebut. "Saya suka karena pemazmur itu tidak takut untuk menggugat atau mempertanyakan Tuhan," ujar Bang Malem. Dan di hari itu juga, aku baru sadar kalau penulis Kitab Mazmur ada 5!

Sore itu pun diakhiri dengan challenge posbar (posting bareng) puisi akrostik dengan hadiah menarik paket teh chamomile dan teh osmanthus yang konon memiliki efek menenangkan pikiran itu....

Semoga Ignite People semakin semangat dalam berpuisi! Terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi di Puisi Senja...



LATEST POST

 

"Ibadah seharusnya memelihara kehidupan bukan malah mengancam kehidupan"Minggu, 19 Juli 20...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 11 Aug 2020

Lee Ha-yi, atau yang lebih dikenal dengan nama Lee Hi, merupakan seorang singer-songwriter asal Kore...
by Jerell Michael Cussoy | 11 Aug 2020

Sudah bertahun-tahun aku melihat anakku terkulai lemah di atas ranjangnya. Tubuhnya panas, sewaktu-w...
by Hendrik Siboro | 11 Aug 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER