Yesus Blusukan?

Best Regards, Live Through This, 24 January 2020
Di saat banyak orang yang lemah membutuhkan pertolongan dan merasakan ketidakadilan, itu bisa menjadi peluang bagi kita untuk melakukan banyak hal dengan menolong dan membela mereka yang tersakiti.

Siapa yang nggak tau dengan kata-kata “blusukan”? Yup, kosakata ini memang sudah familier sekali di telinga kita. Dan kata-kata ini pun memang tidak dapat dipisahkan dari seorang pemimpin yang gemar melakukan kegiatan ini. Beliau adalah (jeng jeng jenggg) Bapak Presiden Joko Widodo.

Yeah, Presiden Joko Widodo (yang akrab dipanggil Jokowi) ini memang terkenal dengan kegiatan blusukannya. Kegiatan yang sudah dilakukannya sejak menjadi Walikota Surakarta ini memang dipakai olehnya untuk lebih bisa mengetahui fakta yang ada di lapangan, memastikan semuanya baik-baik saja sekaligus juga mengenali rakyatnya. Masyarakat pun selalu antusias saat berjumpa langsung dengan tokoh ini. Terbukti ia selalu dielu-elukan, diajak bersalaman dan tidak sedikit yang mengajak berfoto bersama. Kegiatan blusukan ini pun juga masih ia lakukan sampai ia menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga kini menjabat Presiden RI. 

news.okezone.com 

Namun IGNITE People, jauh sebelum era Presiden Joko Widodo, ternyata Yesus pun pernah melakukan blusukan. Lalu apa yang Yesus lakukan dari kegiatan blusukan-Nya ini?

Kegiatan blusukan Yesus tercatat dalam Injil Lukas 8:1-2:

8:1).  Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

8:2).  dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat.

Injil Lukas 8:1-2 tersebut menunjukkan bagaimana cara Yesus melakukan blusukan, yaitu dengan berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah dan juga menyembuhkan berbagai penyakit dan mengusir roh jahat. Kehadiran Yesus di tengah-tengah rakyat ini membuat Yesus semakin dikenal di daerah Dia singgah bahkan juga dikenal di seluruh daerah Galiliea dan Yudea.

Karya Yesus yang demikian menunjukkan gerakan rakyat jelata, bukan kelompok elite yang berkuasa. Pemberitaan tentang Kerajaan Allah yang Ia ajarkan adalah pemberitaan tentang kekuasaan dan pemerintahan Allah, yang memberikan keselamatan kepada umat manusia. Pemberitaan ini menguatkan dan memberikan pengharapan kepada rakyat yang pada waktu itu menderita di bawah penjajahan Bangsa Romawi yang menarik pajak besar-besaran sehingga menyengsarakan rakyat kecil (“Wong Cilik” kalau menurut Ed Letter Desember-Januari). Ditambah lagi sikap para pemimpin Yahudi yang bersikap acuh tak acuh kepada rakyat. Hhmm, kira-kira di Indonesia masih ada gak ya pemimpin yang modelnya seperti pemimpin Romawi dan Yahudi? Semoga saja tidak ya, hehe

Yesus yang melakukan blusukan di tengah masyarakat untuk memberikan kabar baik dan pengharapan bagi rakyat yang telah tertindas telah menjadi inspirasi bagi banyak orang Kristen masa kini untuk melakukan advokasi bagi orang-orang yang menderita dan mengalami ketidakadilan. 

Sepanjang sejarah kehidupan manusia, sudah ada banyak orang yang ikut berpartisipasi dalam memperjuangkan perlawanan terhadap ketidakadilan yang terjadi di sekitarnya, salah satunya adalah Bunda Teresa.

Biography.com 

Bunda Teresa atau dikenal sebagai Santa Teresa dari Kalkuta lahir di Uskub, pada Agustus 1910. Ia merupakan seorang biarawati Katolik Roma berkewarganegaraan India. Hidupnya amat menginspirasi banyak orang. Selama lebih dari 47 tahun wanita ini mengabdikan diri melayani orang-orang miskin, sakit, yatim piatu, dan orang sekarat. Dalam hidupnya, ia juga menjalankan ekspansi Missionaries of Charity yang telah berkembang ke berbagai negara di dunia. Ia tercatat menjalankan 610 misi di 123 negara lho. Hingga saat ini Missionaries of Charity memiliki ratusan cabang di berbagai negara dengan tujuan merangkul para pengungsi, anak yatim piatu, orang-orang yang sakit, serta para korban AIDS.

Dari kisah seorang Bunda Teresa ini, kita dapat mengambil makna bahwa:

“Selama kita masih mempunyai keberanian dan hati nurani, maka untuk melawan ketidakadilan dan menolong yang lemah itu bukanlah hal yang mustahil”

Karya Yesus dan tokoh-tokoh yang ikut berjuang melawan ketidakadilan seperti Bunda Teresa di atas kiranya bisa menginspirasi kita untuk mau blusukan dan melihat realitas di lingkungan kita, baik secara fisik dengan langsung pergi ke daerah yang sekiranya membutuhkan bantuan, ataupun dengan membaca laporan jurnalis di media masa untuk meningkatkan kepekaan dan kepedulian kita terhadap sesama. 

Dan, satu lagi...

Dengan meniru cara yang pernah dilakukan oleh tokoh-tokoh tadi, kita juga bisa mengetahui keadaan dan realitas yang ada di sekitar kita.

Selamat menunaikan tugas untuk menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan Yesus memberkati kita semua. 

LATEST POST

 

Hidup ini seperti merangkai puzzle, karena kita akan merangkai kepingan demi kepingannya agar menja...
by Yessica Anggi | 05 Dec 2021

Hallo, gengs! Hmm, filsafat... Filsafat mungkin terdengar menarik sekaligus “mengerikan”...
by Rain Bow Hutabarat | 05 Dec 2021

Bayangkan sebuah dunia di mana kita tak dapat melihat.Sebuah dunia di mana kebutaan merupakan suatu...
by Primaridiana Pradiptasari | 28 Nov 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER