#TGIF Thanks God I’m Free

Best Regards, Live Through This, 24 October 2020
Kebebasan di dalam Kristus adalah kebebasan yang begitu mulia, karena bukan kebebasan yang hanya berbicara tentang nilai-nilai dunia ini melainkan berbicara tentang nilai-nilai kerajaan Allah.

            Pastinya sebagian dari kita sering mendengar atau melihat orang yang update status di media sosial dengan hashtag #TGIF pada hari Jumat. TGIF ini adalah singkat dari kata "Thanks God it’s Friday", atau dapat diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai "Terima kasih Tuhan, hari ini adalah hari Jumat". Menurut beberapa sumber di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, setiap hari Jumat merupakan hari yang spesial, karena hari tersebut adalah waktu dimana setiap karyawan mendapatkan gajinya. Hal ini berlaku bagi hampir seluruh pekerja, mulai dari para penjaga toko, pegawai perpustakaan, sampai profesor di universitas. Maka dari hal tersebut, tidak heran jika di negara tersebut pada hari Jumat, masyarakatnya berbahagia.

           Ucapan Thanks God It’s Friday ini merupakan ucapan yang berarti sekali karena mengandung makna kebahagian. Banyak orang yang menyadari pada saat mereka berjumpa hari Jumat, ini adalah suatu hari yang memberikan mereka harapan, bahkan dapat mengubah cerita dalam kehidupan mereka. Mereka mendapat gaji yang nantinya dapat digunakan untuk membayar cicilan mereka, membayar uang sekolah anak, berobat ke dokter, dan memenuhi kebutuhan kehidupan mereka. Di Indonesia sendiri banyak juga orang yang memakai hashtag #TGIF karena pada hari Jumat kebanyakan dari karyawan merasa itu adalah hari terakhir masuk kerja, karena hari Sabtu dan Minggu merupakan hari libur dan kebanyakan kantor menerapkan hal tersebut. Hari libur/weekend tersebut sungguh mereka syukuri karena setelah 5 hari bekerja akhirnya mereka dapat beristirahat dan menikmati istirahat dan sukacita dari kepenatan pekerjaan mereka.

Photo by Ajit Sandhu on Unsplash


Namun dari singkatan #TGIF ini saya tergelitik untuk menggantikannya menjadi "Thanks God I’m Free". Mengapa kita mengatakan "Terima kasih Tuhan, saya bebas"? Sebagai umat percaya, apa yang terbebas dari setiap kita? Apakah kita terbebas dari cicilan-cicilan kita, terbebas dari penatnya rutinitas pekerjaan kita, atau yang lainnya? Sobat Ignite GKI, setiap umat Allah seharusnya menyadari pada saat menerima Kristus, kehidupan kita dibebaskan dari belenggu dosa. Roma 6:23 mengatakan "Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah merupakan hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita." Kita menyadari dan mengetahui bahwa kita adalah manusia yang berdosa. Hal ini ditegaskan di dalam Roma 3:23, "Karena semua manusia telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah". Manusia tidak dapat mempertanggungjawabkan hidup benar sesuai dengan kehendak Allah, karena kecenderungan hidup manusia adalah berbuat dosa, dan konsekuensi dari dosa adalah maut, atau hidup terpisah dari Kristus dan kehilangan persekutuan bersama Dia.

Manusia yang berdosa membutuhkan seorang penolong yang dapat membebaskan kita dari segala belenggu dosa tersebut. Dan pastinya ketika kita meminta pertolongan kepada sesuatu yang kita anggap bisa menolong, jika dikatakan bahwa semua manusia berdosa, maka siapakah yang dapat membebaskan manusia dari belenggu dosa? Manusia membutuhkan pribadi yang lebih dari pada dirinya, karena seorang penolong harus lebih kuat dari yang ditolong, dan yang mampu memberikan pertolongan kepada manusia yang berdosa adalah Kristus Yesus. Hanya di dalam Kristus lah kita mendapat pertolongan, Dialah yang mampu membebaskan kita dari belenggu dosa-dosa kita. "Hanya melalui Yesus saja orang diselamatkan. Sebab di seluruh dunia di antara manusia tidak ada seorang lain pun yang mendapat kekuasaan dari Allah untuk menyelamatkan kita" (Kis 4:12 BIS). Kristuslah yang memiliki kepastian keselamatan dan kehidupan yang kekal. Hal ini menjadi pengharapan yang kokoh bagi kita untuk menjalani kehidupan di dunia ini, dunia dengan segala hal yang sering kali membuat kita takut, kecewa, ragu dan penuh ketidak pastian, namun dalam Kristus kita tidak perlu takut dan kuatir akan hidup kita. Masalah, penderitaan, tantangan dan cobaan hidup hendaknya tidak membuat kita menyerah dan putus asa karena kita hidup di dalam Kristus.

Photo by Jason Betz on Unsplash 

Maka dari itu, setiap orang yang telah menerima anugerah keselamatan dari Kristus, seharusnya juga memiliki kesadaran untuk mengucap syukur akan kehadiran Allah di dalam dunia. Kristus datang ke dalam dunia ini yang membawa kebebasan dan pembebasan bagi setiap kita umat manusia. Kebebasan di dalam Kristus adalah kebebasan yang begitu mulia, karena kebebasan ini tidak hanya berbicara tentang nilai-nilai dunia ini, melainkan berbicara tentang nilai-nilai kerajaan Allah. Apa lagi, sebentar lagi kita akan masuk di bulan Desember, bulan dimana kita memperingati kedatangan Kristus ke dalam dunia. Tujuan besar dari kedatangan Kristus ke dalam dunia ini adalah karena cinta-Nya yang besar akan dunia untuk menebus setiap dosa manusia (Yohanes 3:16). Jadi, jika kita bisa bersyukur untuk hari Jumat yang diberikan karena ada satu harapan dan kebahagiaan yang baru atas diri kita, mengapa kita juga tidak mau belajar untuk mengucap syukur untuk anugerah keselamatan yang Allah berikan kepada kita. Ingatlah untuk belajar bersyukur akan kebebasan kita dari dosa, karena anugerah keselamatan dalam Kristus dan bahwa pengharapan-Nya adalah kehidupan kekal. 

Thank God I'm Free....

LATEST POST

 

Sepanjang jantung berdetak, rasa itu memang akan senantiasa ada.Dan tidak akan pernah bisa kulupakan...
by A.Z. Myra Johanna P. | 05 Sep 2021

Membaca tema diatas, mungkin membuatmu “terusik”. Apalagi ketika kita membahas issue&nbs...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 05 Sep 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhenti berarti "tidak bergerak, tidak berjalan, ti...
by Yessica Anggi | 29 Aug 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER