Christmas Gift: Sebuah Usaha Merefleksikan Kehidupan

Best Regards, Live Through This, 29 November 2020
Mari kita mempersiapkan diri untuk menyambut Natal dengan tidak hanya fokus pada hadiah atau perayaan, namun juga pada hati yang siap berefleksi dan selalu mengucapkan syukur atas perlindungannya dengan penuh sukacita sama seperti pada saat kita menerima Christmas Gift!

Pada waktu masih kecil atau mungkin sampai saat ini, kita sering tak sabar ketika sudah memasuki bulan Desember, kira-kira kenapa seperti itu? Yups benar, sebentar lagi hari Natal! Hari raya Natal identik dengan sebuah perayaan yang meriah dan menyenangkan. Perayaan Natal diselenggarakan dengan meriah bukan tanpa alasan, selain kita tahu bersama kalau hari Natal adalah hari kelahiran Yesus, perayaan Natal juga berada di bulan Desember, di mana bulan ini banyak waktu karena libur panjang menyambut Tahun Baru, sehingga waktu persiapannya pun lebih lama. 

Tidak sama seperti saat Jumat Agung ataupun Paskah, yang biasanya perayaan diselenggarakan dengan lebih sederhana, sebagai bentuk penghayatan terhadap kematian Yesus dan kebangkitan Yesus di kayu salib. Hari raya Paskah pun berada pada pertengahan tahun, di mana sebagian orang sedang sibuk dengan aktivitas yang padat, sehingga waktu persiapan untuk perayaannya menjadi lebih singkat. Namun, di balik perbedaan itu perayaan Natal ataupun Paskah tetaplah memiliki makna yang penting bagi iman Kristen, baik dalam kesederhanaan ataupun dalam kemeriahan.

Dalam masa menanti kelahiran bahkan pada saat kelahiran itu, kita biasanya sudah menyiapkan sebuah hadiah.  Sama seperti orang-orang majus yang mempersembahkan persembahan kepada-Nya (Yesus), yaitu: Emas, kemenyan dan mur. Kita pun sering mempersiapkan hadiah Natal atau christmas gift yang hendak kita berikan saat natal untuk orang-orang yang kita kasihi. Entah berupa makanan ataupun benda-benda yang diberikan. 

Dalam Masa Adven ini, saya mencoba menengok kembali perjalan hidup saya selama ini, baik dalam suka ataupun duka, bagaimana saya berjalan dan dapat sampai di titik ini. Bagi saya, Christmas Gift tahun ini adalah dimana saya mampu merasakan hangatnya Natal dalam situasi yang berbeda yaitu dalam situasi pandemi. Saya mencoba merefleksikannya lewat sebuah lagu yang mungkin tidak asing lagi bagi kita, yaitu lagu dari Sammy Simorangkir yang berjudul Karena Kita. Berikut lirik dari lagu itu:

 

Waktu kecil kita merindukan Natal

Hadiah yang indah dan menawan

Namun tak menyadari

Seorang bayi telah lahir

Bawa keselamatan 'tuk manusia

Karena kita Dia menderita

Karena kita Dia disalibkan

Agar dunia yang hilang diselamatkan

Dari hukuman kekal

Waktu pun berlalu dan kita pun tahu

Anugrah yang besar dari Bapa

Yang relakan AnakNya

Disiksa dan disalibkan di Bukit Kalvari

Karena kasih

Karena kita Dia menderita

Karena kita Dia disalibkan

Agar dunia yang hilang diselamatkan

Dari hukuman kekal

Telah kudapati jalan kehidupan

Tatkala kubukakan hatiku bagi Dia

Dalam ucapanku, dalam segala hal

'Ku selalu memuji Dia, puji Dia

Dunia yang hilang ditebusNya

Dunia yang hilang diselamatkanNya

Dari hukuman kekal

 

Seperti dalam lirik lagu, kita sering menunggu natal karena pada hari itu kita pasti mendapatkan sebuah hadiah yang indah. Namun, di tengah kesukacitaan, kadang kita melupakan sebuah makna yang sebenarnya sangat penting, yaitu kelahiran Yesus yang membawa keselamatan bagi kita. Yesus yang adalah Juruselamat kita, kadang makna kelahirannya terlupakan karena kita sibuk mempersiapkan perayaan yang ada di gereja ataupun di rumah. 

Dalam masa penantian atau Adven ini, marilah kita mencoba berefleksi dan bukan hanya mempersiapkan acara apa yang akan diadakan atau hadiah apa yang harus dipersiapkan. Supaya makna Natal yang sesungguhnya tidak tertutup oleh hadiah atau perayaan yang akan diadakan nantinya. Supaya kita juga mampu melihat bagaimana perjalanan hidup, yang telah kita lalui selama setahun ini, apakah yang harus kita benahi atau kita lanjutkan? Apakah kita telah bersyukur? Apakah dalam kesedihan atau kesusahan kita bisa melewatinya? 

Ketika kita mempersiapkan acara perayaan Natal, biarlah kita juga mempersiapkan diri kita, dengan hati yang baru dan penuh sukacita, supaya kita mampu berefleksi dan mengingat setiap perjalanan hidup kita, baik bahagia ataupun susah.

Kita tahu bahwa tahun ini termasuk tahun yang berat bagi sebagian besar orang baik di Indonesia maupun di dunia, pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai membuat kita lelah dan masih banyak hal-hal baru yang memaksa kita untuk beradaptasi untuk dapat tetap beraktivitas dengan mengikuti protokol. Untuk itu mari kita berefleksi di tengah pandemi ini, apa yang sudah kita lakukan sejauh ini, dan bagaimana kasih Yesus selalu menyertai kita di tengah pandemi ini. Biarlah kita selalu memuji Yesus Sang Juruselamat. Biarlah kita selalu menyadari bahwa sampai dengan hari ini kita mampu menjalani hidup dalam perlindungan kasih Yesus putraNya, terutama dalam masa pandemi ini.

Mari kita mempersiapkan diri untuk menyambut Natal dengan tidak hanya fokus pada hadiah atau perayaan, namun juga pada hati yang siap berefleksi dan selalu mengucapkan syukur atas perlindungannya dengan penuh sukacita sama seperti pada saat kita menerima Christmas Gift! 

Marilah kita membuka hati kita bagi Yesus, baik dalam ucapan ataupun tingkah laku kita, mari kita selalu memujiNya!

LATEST POST

 

Hidup ini seperti merangkai puzzle, karena kita akan merangkai kepingan demi kepingannya agar menja...
by Yessica Anggi | 05 Dec 2021

Hallo, gengs! Hmm, filsafat... Filsafat mungkin terdengar menarik sekaligus “mengerikan”...
by Rain Bow Hutabarat | 05 Dec 2021

Bayangkan sebuah dunia di mana kita tak dapat melihat.Sebuah dunia di mana kebutaan merupakan suatu...
by Primaridiana Pradiptasari | 28 Nov 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER