Kebahagiaan Itu Dikenal Sebagai “Ikigai”

Best Regards, Live Through This, 27 September 2020
“Kok aktivitasku gini-gini aja ya?” “Kapan bisa meningkatnya kalau begini terus?” “Haduh capek sama aktivitasku! BOSEN AH!”

Bangun tidur, ku terus mandi. 

Tidak lupa menggosok gigi.

Kita semua tahu dong lagu apa itu, lagu yang sering kita nyanyikan pada saat masih kanak-kanak, yang isinya tentu saja aktivitas pada saat kita mengawali hari? Dari kita bangun pagi, beraktivitas (bisa bersekolah, kuliah, ataupun bekerja), hingga terlelap kembali, kita lakukan semasa hidup kita. Berulang-ulang kita jalani keseharian dengan bisa jadi, hanya biasa-biasa saja. Namun, kita pasti memiliki sebuah titik di dalam hidup, ketika kita merasa jenuh, bosan, bahkan lelah secara mental terhadap kegiatan yang terus-menerus mengulang tadi. Entah itu karena tak ada perubahan yang signifikan, atau adanya tekanan dari beberapa pihak yang menutut kita untuk berada di jalan mereka dan bukan jalan yang kita mau.

Kalau begitu terus, memang apa pemicu dan dampak buat kita?

Pemicunya bisa saja diawali dengan rasa malas. Ini umum terjadi bagi setiap dari kita. Kemalasan ini muncul karena “ketiadaan hati” kita selama melakukan hal-hal tadi sehingga kita mudah cepat untuk lelah atau menyerah dalam menghadapi siklus kehidupan tadi. Ketiadaan hati tersebut bisa saja karena ada tuntutan dari pihak-pihak yang kurang mengerti apa yang kita mau selama ini. 

Dampaknya jelas bisa membuat kita menjadi pribadi yang cepat menyerah, ogah-ogahan dalam bekerja. Selain itu, kita juga pada akhirnya harus mengorbankan salah satu pihak, antara kita yang tetap bekerja tetapi kehilangan motivasi diri karena tidak menyukai apa yang sedang kita kerjakan, atau kita keluar dari rutinitas tersebut dan mencari yang sesuai dengan apa yang kita suka. Kali ini, kita akan belajar dari filosofi atau nilai hidup orang Jepang.


Menurut quipper.com, Ikigai adalah nilai-nilai kehidupan yang berasal dari kebiasaan orang Jepang, di mana hal tersebut merupakan cara menjawab pertanyaan dasar dalam berkehidupan. Pertanyaan tersebut  sekadar, “Mengapa saya hidup?” Maka dapat disimpulkan, apabila pertanyaan dasar tadi dapat terjawab secara jelas, sebagai seorang individu, kita dapat lebih bersemangat menjalani hari-hari. Saya akan menjelaskannya secara singkat, padat, dan jelas mengenai diagram tersebut. 

Pada diagram di atas, terdapat 4 (empat) lingkaran besar, 4 (empat) irisan dari 2 (dua) lingkaran, 4 (empat) irisan dari 3 (tiga) lingkaran, dan 1 (satu) irisan dari 4 (empat) lingkaran. Pada tahap awal, saya akan menjelaskan maksud dari 4 (empat) lingkaran besar. 

Pertama, lingkaran dengan pertanyaan “What you are GOOD AT”, menjelaskan bahwa dalam diri kita, adakah bidang atau sesuatu yang kalian kuasai secara matang sehingga bisa jadi hal tersebut berpengaruh dalam hidup kita, atau biasa dikenal juga dengan hobi. 

Kedua, lingkaran dengan pertanyaan “What the WORLD NEEDS”, menunjukkan apa yang sekarang dunia sedang butuhkan dan bagaimana kita bisa ikut andil dalam memajukan dunia, bisa jadi melalui digitalisasi pendidikan, modernisasi perkantoran, integrasi teknologi dalam rumah ibadah, dan lain-lain.

Ketiga, lingkaran dengan pertanyaan “What you can be PAID FOR”. Sudah jelas sekali ini akan berbicara tentang penghasilan kita ke depannya. Mari berpikir secara realistis dan kesampingkan pemikiran idealis kita; kita hidup di dunia ini membutuhkan uang untuk hidup. Memang uang bukan segalanya tetapi segalanya butuh uang, entah untuk saat ini ataupun di masa mendatang.

Keempat, lingkaran dengan pertanyaan “What you LOVE”. Ini menjadi pertanyaan yang cukup sulit karena sering kali kita menjawab “tidak tahu” apa yang kita cintai. Mengapa demikian? Karena mindset kita biasa terpatri atau terpatok dengan aktivitas yang monoton sehingga kita sulit atau bahkan tidak dapat menemukan esensi dari aktivitas yang kita jalani.


Keempat lingkaran saling beririsan satu sama lain dan membentuk 4 (empat) lingkaran baru. Passion (hasil irisan what you love dan what you are good at) merupakan hal-hal yang kamu suka lakukan dan kamu senang/cinta ketika melakukan hal tersebut. Kemudian, profession (hasil irisan what you are good at dan what you can be paid for); di sini kamu memiliki kemampuan dan kamu pun mendapatkan imbalan yang setimpal dengan kemampuanmu tadi. Lalu, vocation (hasil irisan what you can be paid for dan what the world needs), adalah bahwa kamu akan melakukan sesuatu hal yang memang dunia butuhkan saat ini dan kamu pun akan mendapatkan imbalannya dalam berbagai bentuk. Terakhir, ada mission (hasil irisan what you love dan what the world needs); kamu biasanya adalah seorang social animal karena kamu menjalankan apa yang kamu suka dan memang dunia butuhkan pada saat ini, misalnya menjadi relawan kesehatan, aparat keamanan, dan lain-lain.


Hubungannya sama Firman Tuhan apa?

IGNITE People, filosofi tersebut jelas berkorelasi dengan Firman Tuhan. Kitab Amsal 17:22 menjelaskan secara gamblang bahwa,

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

- Amsal 17:22 -

Setiap dari kita berhak atas kebahagiaan tiap-tiap pribadi dalam menjalankan rutinitas keseharian. Dampak dari kebahagiaan tadi pun disebutkan dalam Alkitab sebagai obat yang manjur. Ini tidak hanya menjawab lingkaran what you love tetapi menjawab setiap dari lingkaran besar yang ada. Karena apabila kamu memang memiliki hati untuk menjalankan kegiatan yang bersifat vokasional, lakukanlah hal tersebut dengan senang hati, serta sukacita; ini berlaku bagi irisan profession. Alkitab juga berkata melalui Nabi Yesaya, dalam Yesaya 40:29, apabila teman-teman menemukan titik gelap dalam menentukan kegiatan:

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

- Yesaya 40:29 -

Mungkin banyak dari kita yang merasa kalau haknya untuk bahagia, baik secara langsung atau tidak langsung, “dirampas” oleh pihak-pihak tertentu, bahkan pihak yang berada dalam kategori Ring 1 alias terdekat dengan kita (keluarga). Kita menjalani apa yang menjadi kemauan mereka dan bukan apa yang kita miliki. Bahkan, setiap dua lingkaran besar tadi menimbulkan ruang abu-abu yang di dalamnya kita pasti akan pada akhirnya merasakan letih, tetapi percayalah ketika kita melakukan setiap aktivitas dengan hati gembira, ruang abu-abu tadi mampu kita minimalisir. Kiranya, kita terus berhikmat dalam beraktivitas dan menemukan kebahagiaan dalam Kristus.

Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!

- 2 Tawarikh 15:7 -

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

- 1 Korintus 15:58 -

LATEST POST

 

"Ayo, kita naik gunung bersama!" Demikian beberapa teman mengajakku, dan aku menyetujuinya...
by Olyvia Hulda | 05 Dec 2020

Satu lagi karya ajaib buatan tangan Tim Dapur Visinema yang diberkati dengan kreativitas tanpa batas...
by Grifith Mercia | 05 Dec 2020

Note: Silahkan membaca Part 1 dan Part 2 terlebih dahulu.Kini kita telah memasuki bagian akhir dari...
by Alviedo Yuda | 05 Dec 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER