Saling Mendoakan Sebelum Memulai Relationship

Best Regards, Live Through This, 23 September 2020
Tuhan memang mempertemukan kita dengan berbagai macam orang. Tetapi Dia ingin kita sendiri yang memilih pasangan hidup kita, yang tentu saja harus sesuai dengan rencana dan kehendakNya. Berdoalah senantiasa maka Tuhan akan menunjukkan tandaNya yang membuatmu yakin akan pilihanmu.

Sebuah urutan yang dari dulu hingga sekarang masih populer adalah suka-pdkt-tembak-jadian. Banyak dari kita sebagai orang percaya melupakan sebuah langkah untuk saling mendoakan. Tak jarang dari kita merasa bahwa apa yang kita anggap baik, sudah pasti baik untuk ke depannya. Padahal, apa yang menurut kita baik, belum tentu sesuai dengan rencana Tuhan. Maka dari itu, sebuah proses saling mendoakan yang dilakukan dua pribadi yang sudah merasa cocok dan memiliki perasaan awal suka, sangat dibutuhkan agar semua langkah yang kita pilih sesuai dengan rencana-Nya.

Dari kita kecil hingga sekarang, orang-orang biasanya berujar, “Jodoh itu di tangan Tuhan”. Tapi banyak orang juga berkata, “Jodoh itu di tangan kita karena Tuhan yang menyediakan tapi kita yang memilih”. Sebagai orang percaya, sudah seharusnya sebuah tindakan "memilih" ini didasarkan oleh firman Tuhan. Hal tersebut jelas terlihat di dalam Mazmur 3:5-6 yang berkata bahwa kita harus percaya dan melibatkan Tuhan di setiap langkah kita dan agar kita tidak hanya mengandalkan pandangan kita sendiri. Saya yakin, bila kita berdoa sebelum memutuskan sesuatu dan bila kita senantiasa berdoa sambil kita melangkah perlahan, Tuhan akan membuat segala sesuatunya indah. 

                                      Photo by Megan Claire Photography on https://megan-claire.com/

Saya memiliki sebuah pengalaman berharga tentang "saling mendoakan sebelum memulai relationship". Semua itu bermula dari sebuah quote yang mampir di beranda Pinterest yang berbunyi, “Couples that pray together stay together”. Ini juga sebenarnya berhubungan dengan apa yang seorang penulis bernama Brela Delahoussaye katakan, “When couples love God first, they love each other better.” Di sini sudah jelas sekali bahwa memang cara kita melibatkan Tuhan dari awal, bahkan sejak sebelum relationship itu dimulai, sangatlah penting. Relationship saya yang terakhir sangatlah berbeda dengan relationship sebelum-sebelumnya yang saya jalani tanpa proses saling mendoakan. Tapi, saya melihat bagaimana Tuhan betul-betul berkarya di dalam relationship saya, karena sejak sebelum berkomitmen dalam hal itu, saya sudah mendoakan calon pasangan saya, begitupun juga calon pasangan saya. Saya tidak pernah mengajak calon pasangan saya waktu itu untuk saling mendoakan satu sama lain, tetapi saya yakin betul dia pasti melakukannya karena dia adalah seorang yang sangat cinta Tuhan. Setelah beberapa waktu berteman lebih dekat, pada suatu kesempatan, saya menyatakan bahwa selama ini saya merasa cocok dengannya dan saya pun telah mendoakannya dan semakin hari justru semakin merasa cocok dan yakin dengannya. Tak disangka-sangka, dia pun menyampaikan hal yang sama persis dengan yang saya sampaikan. Bahkan isi doa kami pun sama persis, “Tuhan, jika memang dia adalah orang yang sesuai rencana-Mu, biarlah Tuhan yang membuat kami makin dipersatukan dan yakin.” 

Berbicara soal “jodoh ada di tangan kita”, pasangan saya ini pernah bercerita bahwa semakin hari, ia semakin banyak mengenal berbagai macam karakter orang. Dia menyadari bahwa kesalehan adalah kualitas utama yang sangatlah penting. Dia pun sempat menambahkan bahwa di zaman sekarang ini, menemukan seseorang yang hatinya sungguh-sungguh mencintai Tuhan sangatlah langka. Yang sering ditemukan di dunia canggih ini adalah mereka yang tak pernah absen beribadah, namun hatinya kosong; yang sangat rajin dalam pelayanan, namun itu hanyalah semata-mata untuk pamer; yang tiap pagi posting ayat Alkitab di sosmednya, namun tidak benar-benar menghidupi firman-Nya dalam kehidupan sehari-harinya. Tetapi, di dalam Tuhan tidak ada yang mustahil, bukan? Tidaklah mustahil bagi kita, sebagai orang percaya, untuk menemukan seseorang yang saleh yang layak dijadikan pasangan hidup. Hingga pada suatu kesempatan, dia membuktikan bahwa memilih seorang pasangan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan tidak mendatangkan damai sejahtera. Maka dari itu, meskipun Tuhan sudah menyediakan banyak orang di sekitar kita, kita tetap harus melihat apakah kualitas yang ada dalam diri orang tersebut sesuai dengan firman Tuhan dan jangan lupa untuk berdoa dulu, tanya Tuhan dulu, apakah orang tersebut adalah orang yang sesuai dengan rencana Tuhan atau tidak. Saya yakin, jikalau kita betul-betul cinta Tuhan, Tuhan pasti juga akan memberikan pasangan yang sepadan untuk kita, yang mencintai-Nya juga. 

                                       Photo by Megan Claire Photography on https://megan-claire.com/

Biarlah kita jangan berkecil hati jika belum menemukan seseorang yang sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan karena Tuhan punya waktu-Nya sendiri. Waktu-Nya tidak akan pernah terlalu cepat atau terlambat. Waktu-Nya selalu tepat. Berdoalah senantiasa, taatlah akan segala firman Tuhan, berusahalah semaksimal mungkin yang kamu bisa, seperti memperluas lingkar pertemanan. Tuhan pasti sudah menyiapkan seseorang yang memang dari awal direncanakan-Nya untuk dipertemukan denganmu di waktu Tuhan yang tepat.


LATEST POST

 

            Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga di Malang mend...
by Yawan Yafet Wirawan | 20 Oct 2020

"Aku yakin kamu pasti senang kalau orang lain menganggap kamu ‘incredible’!"(...
by Timothy Aditya Sutantyo | 20 Oct 2020

Mungkin aku hanyalah seorang mahasiswa biasa dan masih jauh sekali untuk membicarakan pernikahan. Te...
by Yeheskiel Dewabrata | 19 Oct 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER