It's Okay Not To Be Okay

Best Regards, Live Through This, 19 November 2020
Keterbukaan adalah awal dari Pemulihan

"Makin buruk kenangan itu, makin lama kenangan itu akan bertahan di hatimu."

Demikian sepenggal intisari dari kalimat yang diucapkan salah satu tokoh utama drama Korea IT'S OKAY NOT TO BE OKAY, yaitu Ko Moon Young. Ia mengatakan hal tersebut pada peserta kelas sastranya. Seperti yang kita ketahui, hampir seluruh tokoh yang ada di dalam drama ini memiliki luka hati. Baik itu Ko Moon Young, Moon Gang Tae, Moon Sang Tae, Nam Ju Ri, bahkan setiap pasien yang ada di rumah sakit tersebut.

Tidak jauh dengan mereka, setiap kita memiliki lukanya masing-masing. Hal itu tidak lain dan tidak bukan karena kita sudah jatuh dalam dosa, dan kita pun saat ini sedang berada di tengah dunia yang berdosa. Karena dosa, kita sadar atau tidak sadar, nyatanya kita pernah terluka dan melukai. 

Kejatuhan manusia ke dalam dosa, membuat terjadinya keterpisahan relasi kita dengan Allah. Akibat dari keterpisahan relasi dengan Allah ini, berdampak kepada seluruh ciptaan, termasuk ke dalam relasi dengan sesama manusia. Pada kejadian 3 : 12-13 saat Adam dan Hawa saling melempar kesalahan, maka sebenarnya mulai saat itu kita sudah terluka dan melukai, ya dosa sudah menjalar dalam hubungan relasi dengan sesama.
 


Berkaca dari drama tersebut, satu persatu dari tokoh di dalamnya mulai menemukan pintu keluar mereka masing-masing. Mereka menemukan kasih yang hangat, yang mau menerima seluruh keberadaan mereka dengan luka-luka yang ada. Dengan kasih tersebut, mereka dimampukan menghadapi luka- lukanya.

Sama seperti mereka, di dalam kehidupan nyata ini, sesungguhnya ada kasih yang begitu besar yang menerima seluruh keberadaan kita apa adanya, yang bersedia membalut luka-luka kita. Pengorbanan Kristus adalah bukti bagaimana Allah melalui bilur-bilur Nya mau menanggung semua luka-luka kita. Dia menerima seluruh keberadaan kita bahkan di saat kita masih berdosa. Dia adalah Allah yang mencari kita, supaya kita mau dibalut luka-lukanya oleh kasihNya yang besar. 

Pengorbanan Kristus seharusnya menjadi penghiburan yang mendalam bagi setiap jiwa yang terluka. 

Tidak mudah memang untuk berani menghadapi setiap luka-luka yang ada. Tapi seperti tokoh yang ada di dalam drama tersebut yang memulai pemulihan diri mereka ketika mereka mulai terbuka dengan orang lain. Begitu juga dengan kita, keterbukaan kepada Allah adalah awal dari pemulihan. Mari kita kembali kepada Allah, mari kita bangun kembali relasi dengan Nya, mari terbuka dengan Allah, karena sesungguhnya kasih-Nya lah yang memampukan kita menghadapi setiap luka yang ada.

Meskipun setiap kenangan buruk mungkin tidak bisa kita hapus, namun kita bisa menimpanya dengan warna yang indah bukan?



LATEST POST

 

Pemerintahan di dunia ini dilaksanakan dalam berbagai metode, namun pada intinya adalah mengatur sec...
by Oliver Kurniawan Tamzil | 29 Feb 2024

Image on PexelsMarilah kita membayangkan diri kita sendiri ketika kita sudah tua nanti? Apakah kita...
by Samuel wangsa | 18 Feb 2024

Lagu Kidung Jemaat no. 249 berjudul "Serikat Persaudaraan" mungkin sudah tidak asing lagi...
by Alviedo Yuda | 14 Feb 2024

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER