Eps 1 : Bergereja Di Era New Normal - GKI Perniagaan Jakarta

All About GKI, Spotlight, 06 August 2020
Disclaimer sebelumnya, tulisan ini murni pengalaman saya ketika beribadah di era new normal dan telah menerima ijin dari Majelis Jemaat tempat dimana saya meliput. Meskipun saya tidak meliput suasana ibadah New Normal Di Gereja saya sendiri (Re : Gereja tempat saya berjemaat) namun saya senang mendapat kesempatan untuk merasakan ibadah tatap muka (Onsite) bersama Jemaat di tempat yang saya kunjungi. Sekali lagi, tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya pribadi dan bukan bermaksud untuk membandingkan gereja yang saya datangi dengan gereja lain namun ini merupakan experience saya dalam beribadah di era new Normal.

"Ibadah seharusnya memelihara kehidupan bukan malah mengancam kehidupan"


Minggu, 26 Juli 2020

GKI Perniagaan - Jakarta Barat


Pagi itu, tepat pukul 09.00 pagi adalah minggu kedua dijalankannya ibadah tatap muka (onsite) oleh Majelis Jemaat GKI Perniagaan Jakarta Barat.  GKI Perniagaan telah melangsungkan ibadah tatap muka atau onsite ini pertama kali pada tanggal 12 July 2020. Sebelum saya beribadah di GKI Perniagaan, saya mendaftarkan diri di website yang telah disediakan oleh Majelis Jemaat pada laman https://rsvp.gkiperniagaan.org. Pada website tersebut saya mendaftarkan data diri saya serta mengisi beberapa persyaratan diantaranya saya adalah sedang dalam kondisi sehat, tidak memiliki riwayat penyakit berat dan bersedia mematuhi aturan protokoler kesehatan yang telat ditetapkan oleh Majelis Jemaat GKI Perniagaan. Setelah Mendaftar saya mendapatkan nomor bangku yang nantinya harus ditunjukan bila saya memasuki area gedung gereja. Jemaat yabg ingin hadir juga disarankan untuk datang tidak terlambat minimal 30 menit sebelum dilangsungkannya ibadah hari minggu. Tentu sebelum beribadah saya sudsh memastikan saya dalam kondisi sehat dan tetap menggunakan masker


Setelah saya tiba di gereja, saya memarkirkan motor di area Poliklinik yang lumayan jauh dari gedung gereja. Biasanya kendaraan jemaat bisa diparkirkan di depan gedung gereja, namun sekarang harus sedikit jauh dari gedung gereja. Itulah sebabnya saya mengetahui mengapa harus datang sebelum jam ibadah berlangsung. 

Sesampainya di depan kompleks gedung gereja, sudah disediakan spot-spot untuk mencuci tangan. Saya dipersilahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu tentunya dengan tetap menjaga jarak (social distancing) dan satu persatu saat hendak masuk ke dalam gedung gereja. Setelah mencuci tangan selama minimal 20 detik, saya kemudian mengantri untuk dicek suhu tubuhnya oleh petugas dengan menggunakan thermo-gun. Puji Tuhan suhu saya tidak melebihi 37° celsius. Setelah mengukur suhu tubuh, majelis jemaat melalui penatua yang bertugas memberikan masker dan warta jemaat yang dimana masker kesehatan yang masih baru. Masker tersebut digunakan untuk menganti masker yang sudah kita pakai dari jalan yang mungkin sudah terpapar virus-virus dari jalanan sebelum kita masuk ke gedung ibadah. 

Setelah itu, usher yang bertugas menyambut saya menanyakan nomor bangku yang saya miliki untuk di-scan barcodenya, menandakan saya telah hadir dalam ibadah hari itu. Menaiki ruang kebaktian, saya tetap berjarak dan dan satu persatu masuk dengan disambut penatua yang bertugas di depan pintu. Kebetulan, nomor bangku saya adalah A5 di depan, dekat dengan pemusik dan penatua. Satu bangku hanya terisi 2 orang dan beginilah suasana beribadah di GKI Perniagaan Minggu, 26 Juli 2020 diambil dari live streaming Youtube GKI Perniagaan (waah saya masuk kamera :") akhirnya) : 

Ibadah Minggu 26 Juli 2020 dengan tema Hidup Sebagai Warga Kerajaan Sorga dipimpin oleh Pdt.Lie Nah yang di dalamnya terdapat peneguhan Penatua Baru untuk tahun pelayanan yang baru. Secara liturgi, ibadah Minggu GKI Perniagaan memilih menerapkan bacaan hanyalah bacaan Injil saja. Selebihnya dari segi litugi tidak ada yang berubah atau dipangkas. Ibadah berlangsung selama hampir 1 jam (karena adanya peneguhan Penatua). Bagi jemaat GKI Perniagaan yang tidak bisa menghadiri ibadah tetap diadakan ibadah live streaming di Kanal Youtube GKI Perniagaan. 

Ada yang sedikit berbeda saat liturgi persembahan. Jemaat bisa memberikan persembahannya dengan transfer lewat barcode qris yang telah ditempel di bangku. Namun jemaat juga tetap bisa memberikan secara cash lewat amplop yang telah disediakan. Setelah mempersiapkan di amplop, jemaat diundang untuk memberikan dengan cara maju ke depan tentu tetap berjarak mulai dari yang paling depan. Tidak diedarkan kantong seperti layaknya ibadah sebelum masa pandemi ini. 

Di penghujung peribadahan, pendeta tetap memberikan berkat dan meninggalkan ruang ibadah. Setelah bersaat teduh, jemaat satu persatu mulai dari yang paling belakang meninggalkan ruang ibadah mulai dari yang paling belakang. Tetap dengan berjarak dan menghindari kontak fisik seperti bersalaman, berpelukan, berjabat tangan, dan lain-lainnya. Pendeta dan penatua memberikan salam persekutuan di depan ruang ibadah tanpa bersalaman dengan jemaat dan tetap berjarak.  Saya dan jemaat lainnya langsung meninggalkan gedung gereja tanpa adanya kerumunan dan membuat keramaian.


Secara keseluruhan GKI Perniagaan telah menerapkan protokol kesehatan yang baik. Gedung ibadah juga tidak terlalu dingin dan sistem sirkulasi udara terjaga sehingga tidak terlalu panas walau minim penggunaan air conditioner. Menurut saya, ini sudah cukup untuk menjaga kehidupan jemaat dan simpatisan yang akan bergereja.   


Bersambung ke eps 2 .......

LATEST POST

 

            Pastinya sebagian dari kita sering mendengar atau mel...
by Eva Chrisviana | 30 Nov 2020

"Kala kucari damaihanya kudapat dalam Yesuskala kucari ketenanganhanya kutemui di dalam Yesusta...
by Grifith Mercia | 25 Nov 2020

Kalau saja namanya bisa ditukar dan menjadi keadaan ibunya, Gia akan senang hati menukarnya walau mu...
by Surya Hadi | 25 Nov 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER