Caraku Belajar Tangguh di Tengah Tekanan Hidup

Best Regards, Live Through This, 09 May 2020
Mungkin sebagian kita pernah mengalami berada di titik paling bawah dalam kehidupan, dan di situlah putus asa merasuki pikiran dan hati.

Sudah dua tahun belakangan ini, rasa putus asa sangat menggoncang pikiran dan hati saya. 

Saya adalah seorang anak laki–laki bungsu yang hidup bersama orang tua, karena kakak laki–laki saya memilih merantau ke luar kota. Saya mengurusi kedua orang tua yang mengalami disabilitas, yaitu tunarungu; juga merawat nenek saya di rumah. Suatu ketika, pertengkaran kedua orang tua pun terjadi di rumah kecil ini. Saat itu, ibu saya tidak bisa menerima keadaan ayah saya yang jatuh sakit dan tidak bisa mencari nafkah. Pertengkaran pun sering terjadi, sampai akhirnya ibu mengusir ayah dan berniat menggugat cerai. Saya sebagai anak yang sudah dibilang cukup dewasa, mencoba memberi penjelasan kepada ibu, tapi tiada hasil. Ibu saya tetap mengusir ayah. Maka saya dan kakak pun terpaksa memindahkan ayah ke kota di mana kakak saya tinggal.

Mana ada sih, seorang anak yang rela ibu dan ayahnya berpisah? 

Tidak lama setelah kejadian itu, saya pun mengalami tekanan cukup berat, karena 'dipensiunkan sangat dini' oleh perusahaan tempat saya bekerja, karena mereka hampir bangkrut. Di saat yang sama, saya harus membiayai kebutuhan rumah dan kuliah saya. 

Dengan beberapa masalah yang terjadi di hidup, saya mencoba tetap kuat dan mencari penghasilan serabutan, antara lain menjadi ojek online. Saya selalu menutupi kesedihan saya dengan senyuman pada saat bersama orang lain, walau rasanya sangat berat harus tersenyum padahal hati saya sedang menangis. Mungkin Tuhan sedang memberi ujian kepada saya. 

Di tahun 2019, saat tekanan hati saya belum pulih, Tuhan berkehendak lain lagi kepada saya. Tuhan mengambil nenek saya di bulan September. Setelah peristiwa itu, terlintas di benak saya untuk 'kabur' dari masalah ini, mencari kehidupan sendiri dan meninggalkan ibu saya sendirian di rumah. Niatan saya pun digagalkan oleh teman yang mengingatkan bahwa saya harus kuat menghadapi masalah yang rumit ini, walau mungkin sangat sulit dilewati. Perkataannya mengingatkan saya akan Tuhan, padahal ia menganut kepercayaan yang berbeda dari saya.  Nasihatnya menjadi pengingat saya untuk kembali pada Tuhan. 

Akhirnya, setiap kali saya beribadah di gereja, saya selalu menangis; banyak jemaat gereja yang melihat saya menangis pada saat kebaktian berlangsung. Rumah Tuhan sangat luat biasa, setiap saya selesai ibadah di gereja saya bisa tersenyum lepas tanpa beban, walau sesaat. Salah satu momen terberat adalah Natal 2019, secara terpaksa saya merayakan Natal tanpa kakak, ayah, dan nenek. Natal terasa tidak spesial, Kebaktian Natal pun menjadi Natal yang penuh air mata bagi saya.

Ignite People, pernahkah kamu merasa tertekan, bingung harus melakukan apa, sama seperti saya? Saat dihadapkan dengan keputusasaan hidup, pilihan kita seakan hanya dua: Tetap bertahan atau keluar mencari kesenangan agar bisa melupakan yang terjadi. 

"Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!”
-2 TAWARIKH 15:7

Inilah ayat yang menguatkanku, terutama ketika masa-masa putus asa merasuki. Saya belajar untuk ingat selalu dan berdoa kepada Tuhan, memohon perlindungan dan meminta jawaban.

KuasaMu terlebih besar

Tuhanku terlebih besar

Tak pernah terlambat janji Mu ya Tuhan

Menolong hidupku

KuasaMu terlebih besar

Tuhanku terlebih besar

Tak pernah terlambat janji Mu ya Tuhan

Pulihkan hidupku

Lirik dari lagi berjudul ‘KuasaMu terlebih Besar’ ini menggambarkan kekuasaan Tuhan yang sangat luar biasa di hidup saya.  Tuhan memberi semangat kepada saya untuk terus berusaha, terus menimba ilmu, terus menolong sesama, dan terus hidup bersama Tuhan. 

MAZMUR 46:2 “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”

Sedikit kisah yang saya share di sini, hanyalah kerinduan saya untuk mengingatkan Ignite People bahwa Tuhan hadir dalam segala permasalahan kita. Tuhan tidak mungkin menelantarkan umatnya yang percaya. Mari kita sama-sama belajar kuat dan tidak berputus asa.

Tetap Kuat

Tetap Sehat

Tetap Semangat

Tuhan memberkati kita semua. Amin!

LATEST POST

 

Kitab suci umat Nasrani terdiri dari 66 kitab (39 kitab perjanjian lama, 27 kitab perjanjian baru)....
by Nuel Lubis | 01 Jun 2020

Ini suara saya yang sekarang melayani di salah satu another liquid place, yaitu dunia pendidika...
by Febrima Yuliana Mouwlaka | 01 Jun 2020

Hai Ignite People, bagaimana kabar kalian semua? Aku berharap kalian semua dalam kondisi yang baik d...
by Kevin J. Darmawan | 01 Jun 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER