Personal Re-Branding: Seutas Usaha, Memperbaiki Citra Diri.

Best Regards, Live Through This, 03 August 2020
We don't need to speak up about ourself, but let others do it.

Pernahkah kamu mendengar istilah personal branding? Kalau belum, personal branding merupakan sebuah “ajang” mempromosikan diri sendiri terhadap lingkungan, baik sosial, maupun dunia maya (media sosial). Hal tersebut adalah sesuatu yang abstrak dan tidak terlihat secara kasat mata, namun orang dapat “melihatnya” secara tidak langsung. 

Lah, narsis dong?

Bisa jadi iya, ketika kamu menjadi terlalu berlebihan dalam menangkapnya, tetapi bisa jadi tidak, ketika kamu tahu porsinya. Biasanya, personal branding (selebihnya akan disebut citra diri) akan terbentuk dari bagaimana kamu menanggapi masalah atau kejadian yang berada didepanmu. Konsep dari hal ini pun sangatlah sederhana, diibaratkan seperti ada dua lingkaran yang saling beririsan, dimana lingkaran A adalah bagaimana kamu melihat dirimu, sedangkan lingkaran B adalah bagaimana orang lain melihatmu. Dua lingkaran tersebut saling beririsan dan didalam irisan tersebut adalah citra dirimu. Mungkin terdengar sepele dan sering tidak diperdulikan oleh orang-orang, tetapi ini merupakan salah satu kemampuan fundamental (yang pasif) yang perlu dimiliki setiap orang. Citra diri dapat diibaratkan seperti angin/udara, memang wujudnya tidak terlihat, tetapi dapat dirasakan oleh orang lain.


Berkaca dari masyarakat saat ini, seseorang diibaratkan sebagai ikan cupang dalam toples aquarium yang bening dan diletakan pada sebuah meja bundar, serta dikelilingi sepuluh orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Dimana, ikan tersebut adalah perumpamaan dari diri kita yang tinggal dan hidup di lingkungan sosial, maupun maya. Sedikit saja kita melakukan pergerakan, maka mereka-mereka yang mengelilingi toples cupang tadi langsung memberikan persepsi yang berbeda-beda terhadap diri kita yang merupakan ikan cupang tadi.


Seiring berjalannya waktu dalam kehidupan, biasanya kita akan menemukan berbagai up and down, dimana ini merupakan salah satu dari sekian banyak, faktor pembentukan citra diri. Ini menyebabkan citra diri kita sering kali berubah-ubah dimata orang lain, kadang positif, tapi tak kadang juga menjadi negatif dimata mereka. Sudahkah kamu menemukan langkah yang tepat guna untuk memperbaiki apa yang sudah rusak tersebut?

Jawabannya, hanya satu, melawan apa yang menjadi citra negatif tadi, yakni personal re-branding. Tak hanya perusahaan-perusahaan yang membutuhkan rebranding ketika brand-nya sudah mulai meredup demi mempertahankan citra di segmen pasarnya, kita pun sebagai seorang individu sangat perlu melakukannya juga.

Emang buat apaan? 

Alkitab emang nyuruh kita buat ngelakuin hal itu?

Alkitab pun mengimbau kita sebagai anak-anak Allah untuk melakukan “personal re-branding”. Ini tertulis pada surat Paulus kepada jemaat di Roma, yakni Roma 12:2, berbunyi demikian:

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Roma 12:2

IGNITE People, Tuhan sudah mengingatkan kita semua melalui tulisan Paulus ini, untuk terus semakin serupa dengan apa yang dikehendaki oleh Allah sesuai dengan tulisan di Alkitab. Bagaimana pun juga, apabila kita memiliki sebuah personal branding yang buruk, itu dapat memengaruhi lingkungan sosial kita. Hal ini dapat dimulai dari diri sendiri. Sebab, apabila kita ingin mengubah lingkungan sosial kita, hal yang paling sederhana diubah (walaupun dengan rentang waktu) yang cukup lama, adalah dengan mengubah konsep cara dan pola berpikir kita terhadap suatu hal. 

Kita dapat menjadi pribadi yang legowo (lapang dada) atau menjadi pribadi yang menolak adanya perkembangan (denial). Hal-hal tersebut merupakan kebebasan kita dalam memilih untuk menjalani hidup ke depannya. Memang tak ada seorang pun yang berhak menentang pilihan kalian, tetapi pilihan kalian lah yang menjadi titik penentu, bagaimana kalian dipandang oleh masyarakat luas. Bagaimana pun, kita ini adalah gambaran dan rupa Tuhan di dunia, sudah sepatutnya kita serupa dan segambar dengan Tuhan. Tetap andalkan Dia dalam setiap langkah hidup kita. Kiranya Tuhan terus menolong kita untuk terus semakin serupa dengan-Nya. Tuhan memberkati kita dalam kehidupan kita hari lepas hari. Amin.

LATEST POST

 

Hidup ini seperti merangkai puzzle, karena kita akan merangkai kepingan demi kepingannya agar menja...
by Yessica Anggi | 05 Dec 2021

Hallo, gengs! Hmm, filsafat... Filsafat mungkin terdengar menarik sekaligus “mengerikan”...
by Rain Bow Hutabarat | 05 Dec 2021

Bayangkan sebuah dunia di mana kita tak dapat melihat.Sebuah dunia di mana kebutaan merupakan suatu...
by Primaridiana Pradiptasari | 28 Nov 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER