3 Cinta Ini Membunuhmu!

Best Regards, Live Through This, 21 July 2020
Hati-hati! jangan-jangan yang kamu cintai itu bukan dia seutuhnya, tapi kenanganmu semata.

“Hati-hati dek... jangan-jangan yang kamu cintai itu bukan dia seutuhnya, tapi kenanganmu semata”. Aku mengingat dengan baik kala sore itu aku menangis di hadapan mentorku, Bang Daniel. Aku ungkapkan semuanya dengan jujur bagaimana aku merasa hancur dengan keadaan percintaan yang ternyata tidak berjalan sesuai ekspektasi. Si dia ternyata bukanlah sosok yang seharusnya aku dekati dan aku cintai sejak awal, tetapi aku tidak menyadarinya sampai akhirnya kisah itu harus kandas. Mungkin tak apa, karena toh kandasnya kisahku justru mendewasakan diriku. 

Titik balik hidupku dimulai ketika Bang Daniel mulai mengajarkanku bahwa ada cinta yang bisa membunuhku. Nah, hal itulah yang ingin aku bagikan juga dengan Ignite People. “Cinta ini membunuhku”. Lagu itu ternyata tepat juga, karena selama sharing dengan Bang Daniel, setidaknya ada tiga jenis “cinta” yang bisa membunuh kita. Apa saja itu?


Cinta pada Kebaikannya

Di tipe ini, kamu sangat mencintai apa yang tampak darinya. Kamu mencintai apa yang telah dia lakukan padamu, karena semuanya terlihat begitu baik. Wajar-wajar saja si dia bersikap baik dan sangat lembut kepadamu, karena toh citra baik itulah yang ingin dimunculkan. Apalagi dalam masa pengenalan awal-awal, kita memang cenderung mengeluarkan sisi terbaik. Nah, dia pun begitu. Dia juga pasti ingin membentuk citra yang baik. Karena alasan itulah, dia melakukan banyak hal yang baik, penuh kelembutan, kesabaran, dan semua sifat yang kita idam-idamkan.

Hal itu sama sekali tidak salah, karena insting kita memang mengarahkan kita untuk menciptakan impresi yang baik. Nah, terus salahnya dimana? Salahnya itu ketika kita berhenti mengenal dia dari apa yang tampak padanya saja. Dengan kata lain, kita hanya sebatas jatuh cinta pada kebaikannya. Kalau sudah begitu, kita akan sangat kaget ketika ia melakukan sesuatu yang “tidak baik” menurut kita. Bukan hanya kaget, kita mungkin saja akan menganggap dia tidak lagi seperti dia yang dulu kita kenal. Padahal, sebenarnya hal-hal yang “tidak baik” itu hanyalah sepercik dari keutuhan dirinya, sama seperti kebaikan yang ada dalam dirinya.

Cinta pada kebaikannya ini membuat kita tidak bisa menilai seseorang dalam masa PDKT dengan jernih. Kita terbutakan oleh kebaikannya dan menutup diri dari kemungkinan adanya perilaku yang tidak selamanya baik dan menyenangkan. Pengenalan seperti ini nih yang membuat kita jadi “cinta buta” sama orang tersebut. Cinta pada kebaikannya bisa berwujud dalam banyak rupa. Kita bisa jatuh cinta pada attitudenya yang bagus, pada kelembutannya, pada cara dia mendengar dengan begitu rupa, dan bisa juga jatuh cinta pada loyalitasnya dalam memberikan banyak hal materi kepada kita.


https://unsplash.com/photos/LaHo9Set3bI


Cinta pada Kenangan

Cinta yang satu ini juga membuat kita tidak mawas diri lho sama banyak hal yang dia lakukan dan juga sama apa yang kita pikirkan. Cinta pada kenangan itu layaknya jatuh cinta pada kenyamanan. Nyaman sih, tapi bisa bahaya. Cinta pada kenangan tuh kayak gini: misalnya ayah kamu dulu sering mengajak kamu makan di tempat favoritmu di akhir minggu, tetapi sekarang ayah tidak bisa lagi melakukan hal itu karena ayah sudah renta dan hanya bisa di rumah. Lalu, sekarang muncullah dia yang juga memperlakukan kamu dengan cara yang serupa seperti ayah dulu. Jelas respons kita adalah bahagia, karena kenangan bersama ayah adalah kenangan yang membahagiakan.

Sayangnya, kecintaan kita pada kenangan akan sangat berpotensi merusak hubungan. Lho, kok bisa? Ketika kita begitu mencintai kenangan, kita bisa tanpa sadar menuntut pasangan kita untuk berperilaku sesuai alur kenangan kita. Kita sangat mungkin berusaha membentuk pasangan kita menjadi sosok yang kita rindukan; entah itu ayah, ibu, kakak, teman, atau bahkan mantan. Duh, sakit banget sih kalau gitu! Nah, kecintaan kita pada kenangan inilah yang membuat kita tidak mendorong pasangan kita untuk bertumbuh sesuai jati dirinya. Selain itu, kita juga perlu mengintrospeksi cinta kita; apa betul kita mencintai dia seutuhnya atau kita hanya terjatuh pada kenyamanan kenangan?


https://unsplash.com/photos/G8rRItjrwkA 



Cinta untuk Mengubahnya

Pernah gak sih kalian berharap mampu mengubah kehidupan atau setidaknya karakter seseorang melalui cinta yang kalian berikan? Berharap bahwa ketika dia bersama kamu, dia akan berubah pelan-pelan menjadi pribadi yang lebih baik dan dia akan mulai membenahi hidupnya. Jelas, tidak ada yang salah dari pengharapan akan perubahan yang lebih baik dari dirinya. Bahkan, dalam relasi apapun, kita tetap butuh berharap akan perubahan, karena kalau tidak ada perubahan, tidak akan ada pertumbuhan. Tapi Ignite People, kita perlu eling alias sadar sama apa yang kita harapkan. Kita perlu sadar apakah si dia memang memiliki kapasitas untuk membenahi hidupnya.

Tipe cinta yang ini, yaitu cinta yang ada untuk mengubahnya justru berkebalikan dengan jatuh cinta pada kebaikannya. Ya, karena biasanya, cinta tipe ini terjadi sama orang yang jatuh hati pada seorang bad boy atau bad girl alias mereka yang memiliki gaya hidup yang nakal, hingga jatuh hati pada sosok orang yang temperamennya tinggi, kasar dan bisa melakukan tindak kekerasan terhadap pasangannya. Melihat pasangan yang seolah terlihat terpuruk akibat tindak tanduk dan karakter yang sulit berubah, kita, sebagai (calon) pasangan merasa ingin mengubah hidupnya dengan menjalin hubungan bersamanya. Alasannya: “aku yakin kok dia bisa berubah pelan-pelan kalau sama aku”

Hei! :) Berharap memang tidak salah, tapi kalau kamu mau berpasangan, cari yang memang kamu yakin sama kepribadiannya, bukan yakin dia akan berubah. Karena tidak ada yang bisa memastikan apakah dia akan berubah atau tidak. Cinta memang bisa memberikan pengaruh, tapi keputusan untuk berubah ada di tangannya, bukan di tangan kita :) Yuk, jangan arogan dan sombong memandang kita bisa seajaib itu mengubah seseorang. Relakan kalau memang tidak sejalan.

https://unsplash.com/photos/S9yn7XYqxoU


Dear Ignite People,

Kalau kamu sadar sedang berada di salah satu atau bahkan ketiga jenis cinta ini, yuk segera introspeksi yuk, supaya hubungan kita tetap sehat dan kita tidak membunuh diri sendiri :)

gmp

LATEST POST

 

Sepanjang jantung berdetak, rasa itu memang akan senantiasa ada.Dan tidak akan pernah bisa kulupakan...
by A.Z. Myra Johanna P. | 05 Sep 2021

Membaca tema diatas, mungkin membuatmu “terusik”. Apalagi ketika kita membahas issue&nbs...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 05 Sep 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhenti berarti "tidak bergerak, tidak berjalan, ti...
by Yessica Anggi | 29 Aug 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER