Menata Iman di Tengah Rencana Hidup yang Dihantam Pandemi

Best Regards, Live Through This, 11 June 2020
Mungkin pandemik membuat hidupmu menjadi gelap dan tanpa arah, tetapi Tuhan selalu sedia dan setia mengulurkan tangan, memampukan umatNya untuk berjalan.

“Halo, gimana kabarnya? Sehat kan?”

“Iya sehat kok. Kamu gimana?”

“Iya aku juga sehat Puji Tuhan. Gimana kerjaan? Terdampak, nggak?”

“Lumayan berdampak, selain kerjaan, beberapa rencana hidup juga berdampak dan timeline-nya jadi berantakan”

“Sabar ya, semua orang juga ngalamin hal yang sama. Semangat terus…”

Thank you, kamu juga semangat!”


Itulah mungkin sedikit cuplikan perbincangan kita dan teman-teman di masa pandemic ini. Situasi ‘tidak normal’ ini memaksa jutaan orang untuk kembali mengatur ulang rencana hidupnya. Mulai dari deadline skripsi yang berubah, income yang turun drastis akibat dirumahkan atau di-PHK, bagaimana cara menggaji karyawan, rencana menikah yang diundur hingga mungkin sekadar pertanyaan "Besok mau makan apa" pun harus diatur sedemikian rupa. Seorang yang ahli mengatur future plans pun tidak  memprediksi dan memperhitungkan akan ada the worse case seperti saat ini.  

Terus, kita harus gimana? Hidup normal aja udah susah. Ini ada pandemic serasa hidup di ujung tanduk! Teman-teman ingat lirik lagu NKB 188 – Tiap Langkahku kan? Di salah satu baitnya, terdapat lirik:


“Tiap langkahku diatur oleh Tuhan

Dan tangan kasihNya memimpinku

Di tengah badai dunia menakutkan

Hatiku tetap tenang teduh.”


Lagu ini mempunyai arti yang begitu dalam, bahwa Tuhan senantiasa memimpin langkah hidup umatNya, bahkan di saat badai dunia menakutkan terjadi. Manusia mempunyai banyak rencana dan menata banyak hal dalam hidup. Namun, sebaik-baiknya manusia menata rencana hidup, tetap Tuhan adalah Sang Pembuat Garis Kehidupan. Rencana Tuhan terkadang rumit untuk dapat dibayangkan. Rumit, sebab Tuhan tidak membeberkan dengan gamblang dan jelas rencanaNya kepada manusia, sehingga manusia hanya bisa membaca rencanaNya dengan kemampuan yang terbatas. 


Dalam Alkitab, terdapat kisah mengenai Abraham yang diutus Tuhan untuk meninggalkan Ur-Kashdim, tempat kelahirannya, menuju ke suatu tempat yang telah dijanjikan Tuhan (Kejadian 12). Tuhan tidak bilang apa-apa selain ‘tinggalkanlah tanah kelahiranmu”. Terdengar menakutkan, bukan? Namun Abraham melaksanakan perintah Tuhan dengan percaya.  

Tuhan tidak pernah menjelaskan dengan rinci rencanaNya dengan Abraham. Tuhan hanya memberikan rencanaNya sedikit demi sedikit. Bagaimana Abraham percaya dan mau melakukan perintah Tuhan tersebut? Abraham bermodalkan iman. Iman percaya kepada Tuhan bahwa Ia akan memberikan yang terbaik bagi hidupnya, walau di tengah ketakutan dan keraguan yang muncul dalam diri Abraham. Sampai pada akhirnya, Abraham melaksanakan perintah Tuhan dan kita hari ini mengenal Abraham sebagai Bapa Orang Percaya. Pada akhirnya, Tuhan mengagugerahi Abraham dengan keturunan yang banyak seperti bintang di langit dan debu di tanah (Kejadian 13:15-16). 

Seperti itulah cara Tuhan bekerja dalam hidup manusia. Ia mungkin tidak melukiskan semua rencana dan mimpi hidupmu dengan lengkap dalam sekejap. Maka, di sepanjang perjalanan hidupmu, pakailah sabda dan firman Tuhan sebagai pelita untuk menerangi setiap langkah kehidupan. Mungkin pandemi membuat hidupmu menjadi gelap dan tanpa arah. Bingung dan penuh kesesakan. Tuhan izinkan itu semua, agar manusia bersandar padaNya, Ia menyadarkan kita semua bahwa manusia hanya kumpulan spesies yang ‘numpang hidup’ di bumi. Pakailah lilin kehidupan, berjalanlah selangkah demi selangkah dengan berpegang pada tanganNya. 

Tetaplah beriman kepada Tuhan di tengah situasi sulit ini. Tuhan selalu sedia mengulurkan tangan memampukan umatNya untuk berjalan. Semoga pandemi segera usai agar rencana hidup yang berantakan kembali tersusun rapi.   


LATEST POST

 

Ada satu ungkapan yang pernah saya baca dan agak cukup nyeleneh  sekaligus menyedihkan. Ungkapa...
by Ryan Richard Rihi | 02 Jul 2020

“Biarkanlah kurasakan Hangatnya sentuhan kasihmu Bawa daku penuhiku Berilah diriku kasih putih...
by Aditya Seto Nugroho | 02 Jul 2020

Memasuki kelas 11, aku mulai dihadapkan dengan berbagai kepengurusan ekstrakurikuler di SMA aku send...
by Jerell Michael Cussoy | 02 Jul 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER