BTS Gugus COVID19 GKI: Si Anak Muda Bodoh atau Pemberani?

All About GKI, People of GKI, 15 May 2020
"Lalu aku mendengar suaraTuhan berkata : 'Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk aku?' Maka sahutku : 'Ini aku, utus aku!' --Yesaya 6:8

            Dimulai karena perCovid-an ini, yes Covid–19, yang menimbulkan bencana di berbagai sektor. Negara kita pun ternyata ikut terguncang dengan adanya virus baru ini. Awalnya, nggak ada yang mengira kalau virus ini akan mampir di bumi Indonesia kita. Kurasa semua pasti terkejut dan terguncang, terlebih sektor kesehatan yang waktu itu masih belum siap dengan kedatangan tamu baru ini. Tamu kita bukan hal kecil; ia adalah hal besar yang cukup mengagetkan. Kemudian mulai muncul rumah sakit rujukan Virus Covid 19 ini di beberapa kota besar. Rumah sakit besar sudah mulai bersiap, disusul beberapa minggu kemudian, rumah sakit di daerah dan puskesmas siap menjadi rujukan. Masalah pun muncul; alat kesehatan langka di mana – mana, harga melonjak, distribusi tidak merata, dan berbagai masalah mengenai alat medis. Berita itu banyak dan tidak hanya di satu pulau, di semua daerah di Indonesia mengalami masalah tersebut. Ibu Pertiwi seperti dilanda banyak kabar buruk, dari virus yang bertamu hingga kelangkaan alat kesehatan. 


Tepat 25 Maret 2020 lalu, BPMSW GKI Sinode Wilayah Jawa Timur membuka penggalangan donasi bantuan untuk tim medis. Penggalangan donasi yang dibuka bisa berupa uang dan barang. Mulai dari sana dibentuklah Gugus Tugas Covid – 19 GKI Sinode Wilayah Jawa Timur. Kemudian salah satu koordinator relawan membentuk tim yang digerakkan oleh para anak muda. Tanggal 27 Maret 2020, tim relawan berkumpul pertama kali dan beberapa donasi sudah mulai berdatangan. Mereka bukan hanya pemuda/pemudi dari Jawa Timur namun ada yang dari Jawa Tengah, Kupang, Ambon, Papua. Tim mulai mempersiapkan tempat dan hal yang harus dilakukan. Ternyata 27 Maret itu, para relawan langsung mendapatkan orderan dari tim distribusi untuk mengirimkan donasi alat kesehatan. 

Awalnya, para relawan masih belum mengerti bagaimana urutan kerja yang efektif, tepat dan efisien dengan begitu banyak barang dan jenis alat kesehatan yang ada. Mereka terus belajar, mereka terus mencoba berbagai metode. Para relawan masih meraba bagaimana jobdesk dan pengaturan barang yang seharusnya. Seiring berjalannya waktu, pengaturan kerja mulai tersusun. Tim relawan ini terbagi di beberapa jobdesk; ada bagian koordinator, bagian packing, bagian pembuatan bahan (membuat disinfektan), bagian administrasi (sekertaris dan bendahara), hingga bagian checking stock. 




             Gugus Tugas Covid -19 Sinwil Jatim tidak hanya membantu para tim medis di Jawa Timur, namun kami menyebarkan donasi kami di beberapa daerah ada di Lampung, Palakangkaraya, Ambon, Kupang, Toraja, Papua dan wilayah Indonesia Timur lainnya. Salah satu relawan tak  bekerja di kantor sinode, namun di daerah Kupang untuk mendistribusikan paket alat kesehatan ke rumah sakit di sana. Saat ini Gugus Tugas Covis-19 GKI Sinwil Jatim sudah berjalan selama lebih dari dari dua bulan. Hingga saat ini para relawan masih terus menyiapkan banyak paket alat kesehatan yang dikirimkan.

               Semangat teman-teman relawan sungguh besar, meski banyak tantangan selama dua bulan kami menjalankan tugas ini. Ketika awal kami mengirimkan donasi langsung ke rumah sakit, ternyata ada banyak protokol ketat dalam rumah sakit pemerintah. Kemudian ketika kami mengirimkan sampai ke luar Surabaya, kami kesulitan dengan medan yang terkadang sangat tidak menentu, banyak lokasi rumah sakit yang kecil hingga malam pun kami sulit menemukannya, perjalanan jauh kami tetap tempuh agar kebutuhan alat kesehatan langsung diterima tepat sasaran. Hal lain yang pernah terjadi ketika pengiriman ke Papua, pesawat sudah tutup dan daerah di Papua sedang lockdown, kami kesulitan mencari dan mengakomodasikan barang ke sana. Kami terus mencari cara bagaimana agar dapat menghantarkan barang itu dapat sampai ke lokasi tujuan. Akhirnya setelah beberapa kali usaha pencarian kami menemukan salah satu ekpedisi kapal yang bisa ke Papua. Kemudian beberapa hari barang yang terkirim sudah sampai. Kami senang karena jerih-payah terbayar, barang sampai di tempat dengan baik.


            Jelas relawan muda ini tidak bisa diam, tidak bisa tenang, kami terus bergerak, kami ingin masuk dan membantu sahabat kami, para tim medis yang sedang berjuang. Kemudian timbul banyak pertanyaan mengapa mayoritas para relawan malah bukan berasal dari Jawa Timur. Hal ini terjawab dengan salah satu kalimat “Indonesia bukan hanya milik Jawa Timur, Indonesia bukan hanya Pulau Jawa. Indonesia ada banyak pulau di dalamnya, ada banyak daerah di dalamnya. Kami ingin membantu, kami ingin menjadi tangan yang terbuka untuk para tim medis yang sedang berjuang, berjerih-lelah di luar sana.” 

Bantuan tenaga kami merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan bahwa limpahan kesehatannya tak ingin kami sia – siakan, bantuan tenaga kami merupakan wujud nyata anak muda memiliki dampak positif, bantuan tenanga kami merupakan wujud kegiatan positif ketika wabah menyerang, bantuan tenaga kami merupakan ungkapan cinta dan sayang kepada Ibu Pertiwi yang saat ini sedang kedatangan tamu yang mengusik. 

Kami cinta negeri ini, maka kami tak ingin diam melihat Indonesia mengalami krisis multi-dimensi. Kami yang muda ingin terus bergerak menjadi gambaran nyata Kasih-Nya kepada bangsa ini. Semoga apa yang kami lakukan merupakan langkah setapak untuk Indonesiaku sembuh, untuk Indonesiaku bisa berdiri kembali menjalani tiap harinya dengan baik. Di luar sana ada banyak kegiatan donasi untuk negeri ini, semoga apa pun hal baik yang muncul tetap berlangsung dengan baik, tetap membawakan hal baik ketika timbul ketakutan, semoga banyak hati yang tetap tenang dan diam di rumah. 

Kepada seluruh pembaca, selamat berdiam di rumah, selamat menjaga kesehatan, semoga kalian dapat turut ambil bagian di lingkungan kalian ketika masa pandemi ini. Semoga rahmat-Nya melingkupi kalian semua.


Dari relawan yang ingin terus berjuang.


*Kita dapat berpartisipasi mendukung Gugus Tugas Covid19 GKI, #diRumahAja! Gimana caranya, Min? Para penulis IGNITE GKI telah berkolaborasi menghasilkan kompilasi 20 tulisan, komik, dan ilustrasi dalam ebook Happiness from Home yang dapat kamu pesan seharga Rp 29.900 via WA di +62 821-4060-9147. Hasil penjualan akan disalurkan untuk kegiatan Gugus Tugas Covid19 GKI




LATEST POST

 

"Ibadah seharusnya memelihara kehidupan bukan malah mengancam kehidupan"Minggu, 19 Juli 20...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 11 Aug 2020

Lee Ha-yi, atau yang lebih dikenal dengan nama Lee Hi, merupakan seorang singer-songwriter asal Kore...
by Jerell Michael Cussoy | 11 Aug 2020

Sudah bertahun-tahun aku melihat anakku terkulai lemah di atas ranjangnya. Tubuhnya panas, sewaktu-w...
by Hendrik Siboro | 11 Aug 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER