Into The “Jesus” Verse: Ekspektasi Tinggi & Kita yang Belum Siap

Best Regards, Live Through This, 03 May 2020
Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak 1 , tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan 2 pekerja-pekerja untuk tuaian itu." - Matius 9:37-38

Salah satu cerita di Alkitab yang menurut saya menarik setelah saya dewasa, adalah tentang seorang yang ingin menjadi murid Yesus tetapi ingin menguburkan orang tuanya dahulu. Ketika Yesus menjawab “Biarkan orang mati menguburkan orang mati,” saya merasa ganjil, apa maksudnya? Setelah berdiskusi di forum katekisasi, ternyata salah satu interpretasi dari permintaan “menguburkan orang tua” bukan dimaknai dalam masa kini tapi di masa depan. Si “calon murid” ingin menunggu hingga orang tuanya meninggal sebelum ia mengikut Yesus. Sederhananya, si “calon murid” merasa belum siap, ia mau menjadi pengikut setia Yesus dan menjadi “penjala manusia” seperti yang murid Yesus yang lain tetapi ia merasa belum siap. Ia butuh waktu.

 

Into The Spider Verse (Spoiler)

Miles Morales, seorang pelajar sekolah menengah, baru saja pindah ke sebuah sekolah unggulan di daerah Brooklyn. Ia tumbuh bersama ayahnya, seorang polisi yang disiplin serta paman Aaron yang lebih luwes dan mendukung keinginan Miles untuk bebas berekspresi melalui grafiti. Ketika membuat grafiti bersama paman Aaron, Miles digigit oleh laba-laba yang memberinya kekuatan super.

Ketika menyelidiki asal laba-laba tersebut, Miles bertemu dengan Peter Parker/Spiderman. Ketakutannya bahwa ia tidak siap dan keputusannya untuk bersikap pasif membuat Peter Parker tewas. Tanpa ia sadari, ternyata ada beberapa Spiderman dari dimensi lain yang masuk ke dimensi milik Miles, salah satunya adalah Peter B. Parker. Kebalikan dari Peter Parker, Miles yang nyaris sempurna, aktif menjaga kota dari penjahat super, S2 di bidang fisika, dan memiliki hubungan harmonis dengan Mary Jane – Peter B. Parker memilih menjadi pasif, tenggelam dalam kemalasan dan menjadi pesimis setelah bercerai dari Mary Jane di dimensi asalnya. Alasan ia bercerai? Ia merasa tidak siap untuk menjadi seorang ayah.

Miles menemukan bahwa beberapa keputusannya seperti malas mengikat sepatu dan menjauhi tanggung jawab, memiliki dampak besar bagi orang-orang di sekitarnya. Miles juga belajar bahwa tidak pernah ada kata siap ketika kita dipanggil untuk melakukan hal yang benar. Dengan melepaskan keraguan akan dirinya dan menghadapi rasa takut, Miles mampu mengendalikan kekuatannya dan menjadi Spiderman baru di dimensinya.

 

Not in My Time

Kisah Miles memiliki kesamaan dengan Nabi Yunus dan orang yang ingin “menguburkan orang tuanya”. Tuhan nyaris tidak pernah memanggil orang-orang yang sempurna, dan terutama ia tidak pernah memanggil orang yang siap sepenuhnya.  Namun terlepas dari kita siap atau tidak, Tuhan selalu memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bagi orang-orang yang dipanggil-Nya. Bayangkan menjadi Yunus dan langsung diminta untuk membuat seisi kota NIniwe bertobat?

Di tengah kebebasan yang kita miliki di dunia, memilih untuk mengikuti teladan Yesus dan menjadi seorang Kristen merupakan satu hal yang dengan sadar kita lakukan untuk merelakan kebebasan kita. Menjadi Kristen berarti kita mau mengikuti apa yang Tuhan inginkan agar rencanaNya terjadi secara sempurna di dunia ini.  Namun di dalamnya pula, kita masih bisa memilih untuk melawan dan menolak untuk mengikuti rencanaNya. Justru ketakutan kita yang membuat kita tidak dapat menyatakan Tuhan melalui hidup kita.

Hal ini merupakan tema yang sering muncul di cerita Spiderman termasuk dalam versi Miles Morales. Ketika Miles mendapatkan kekuatan super untuk menjadi Spiderman, ketakutannya membuat ia berlindung dan lari. Ia sebenarnya sadar bahwa ia memiliki kesempatan untuk membantu Peter Parker, namun ia membiarkan sikap pasif dan ketakutan di hatinya menyebabkan Peter Parker tewas.

Ketika kita memilih untuk mengikut Yesus, kita masih memiliki kebebasan untuk memilih tindakan kita dalam hidup. Kita memiliki potensi untuk menjauh ataupun mendekat dengan Tuhan, dan ketika Tuhan memanggil, kita harus menentukan pilihan untuk ikut rencana-Nya atau tetap tinggal. Kita tidak harus siap, tetapi kita harus mau berproses.

Pertama, kita harus percaya diri bahwa ada alasan Tuhan ingin memakai kita. Bila kita merasa tidak siap, percayalah bahwa Tuhan tidak memilih secara sembarangan. Persiapkan dirimu untuk meninggalkan status quo dan kehilangan hal-hal yang mungkin nyaman untukmu sekarang.

Kedua, percayalah pada Tuhan. Ia tidak akan meninggalkan kita saat berproses. Tuhan turut hadir ketika nanti kita mengalami kegagalan atau melakukan kesalahan, maupun ketika ketika dipanggil dalam pekerjaan ataupun pelayanan. Bila kita sudah mengetahui hal ini dan masih meragukan Tuhan, berdoalah dan bicara. Karena ketika kita menerima panggilanNya, God has great expectations on you.

 

Jump Into the Jesus Verse

Mungkin kita belum siap sepenuhnya ketika Tuhan tiba-tiba memanggil kita untuk melayani-Nya. Tapi hal itu bukan berarti Tuhan memilih secara sembarangan pula. Di dalam kebebasan kita sebagai manusia, kita bisa memilih untuk kabur dari rencana-Nya, atau justru mewujudkan rencana-Nya. Sama seperti teori kuantum, Tuhan menjalankan jutaan rencana-Nya dalam cerita hidup manusia. Next time Tuhan memanggilmu, melompatlah, kita tidak sendiri. Tuhan akan mempertemukan kita dengan banyak orang, dan Ia bersamamu setiap waktu. Ambillah tanggung jawab, dan pilihlah menurut hatimu, Tuhan tidak mencari yang siap karena Ia lebih mencari yang menjawab “mau”.

LATEST POST

 

Kitab suci umat Nasrani terdiri dari 66 kitab (39 kitab perjanjian lama, 27 kitab perjanjian baru)....
by Nuel Lubis | 01 Jun 2020

Ini suara saya yang sekarang melayani di salah satu another liquid place, yaitu dunia pendidika...
by Febrima Yuliana Mouwlaka | 01 Jun 2020

Hai Ignite People, bagaimana kabar kalian semua? Aku berharap kalian semua dalam kondisi yang baik d...
by Kevin J. Darmawan | 01 Jun 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER