Jalan Tuhan Bukan Jalanku

Best Regards, Live Through This, 20 April 2020
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikian firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu"

"Jalan Tuhan bukan jalanku jangan bimbang ataupun ragu, nantikan Tuhan jadikan semua indah pada waktunya," kata Herlin Pirena dalam lagunya yang berjudul Jalan Tuhan.

Sebelum masuk kuliah dulu saya punya pergumulan mengenai tempat kuliah. Saya berkeinginan untuk kuliah di beberapa universitas impian saya di Pulau Jawa, tapi tak disetujui orang tua. Saya ingat benar ketika saya bergumul, saya minta untuk jangan masuk di tempat kuliah pilihan orang tua (kampus kesehatan).

Ketika waktu untuk masuk perguruan tinggi tiba, orang tua tetap pada pendirian mereka agar saya kuliah di kampus kesehatan. Mereka hanya memberi saya satu kelonggaran, yaitu jurusannya. Ya,  saya boleh memilih jurusan kesehatan apa saja yang penting pada jurusan kesehatan yang ada di kampus pilihan mereka. Saya benar-benar seperti ada di jalan buntu, tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi saya juga tak mau mimpi saya untuk masuk kampus impian harus gagal. Saya tetap mendaftarkan diri pada kampus pilihan saya dengan harapan saya akan lulus. 

Singkat cerita, saya akhirnya lulus dari kampus pilihan orang tua saya dengan pilihan prodi Farmasi yang saya sendiri tak tahu mengapa bisa memilih prodi tersebut. Mungkin bisa dibayangkan bagaimana tidak enaknya karena bukan pilihan sendiri. Di awal perkuliahan, saya complain terus ke Tuhan. "Tuhan, mengapa teman yang lain bisa masuk  pada jurusan dan kampus yang mereka impikan. Tuhan saya berhenti saja ya, Tuhan," hanya itu yang ada di otak saya setiap hari.



Farmasi, jurusan di mana saya tidak punya bekal apa-apa, dan saya juga tak punya bayangan apa-apa. Semester 1 saya lewati dengan acuh tak acuh. Ke kampus hanya untuk mengisi absen bukan menimba ilmu. Otak ke mana-mana pikirannya karena berniat mau keluar. Kemudian saya mulai bergabung di PMK yang pada saat itu menjadi komunitas yang sangat menguatkan, terkhusus saat saya mulai tergabung dalam KTB. Di KTBlah saya menerima dan mengalami Tuhan Yesus secara pribadi. Saya juga punya kakak-kakak rohani yang terus memotivasi saya. 

Perlahan saya mulai diubah Tuhan untuk bisa menerima jurusan ini dengan sukacita. Masuk semester 2 saya berdoa pada Tuhan "kalau memang farmasi jalan saya, Tuhan tolong beri saya semangat belajar." Puji Tuhan di semester 2 lah saya mulai semangat belajar. Saya selalu aktif dalam diskusi, saya mulai belajar dengan sungguh-sungguh, pelajaran dengan seakan begitu gembira masuk ke otak, dan saya mulai mencintai dunia perkuliahan. Tidak jarang juga beberapa dosen selalu berkata "bukan kebetulan kalian berada di sini". Kata-kata yang semakin menguatkan saya. 

Saya pernah membaca sharing di Instagram yang mengatakan:

Terkadang manusia itu sok tahu, kita hanya ciptaan jadi sudah seharusnya kita ikut kata pencipta karena Dia yang tahu hal terbaik untuk ciptaan-Nya dan ketika Dia memproses hidupmu atau sedang merenda hidupmu semua itu untuk membawamu dekat, mengenal-Nya lebih dalam, lebih mencintai-Nya. 



Pada kampus di mana awalnya terjadi penolakanlah, Tuhan membuat saya mengalami-Nya secara pribadi. Bukan hanya dari kata orang, atau dari yang biasa saya dengar tentang-Nya. Saya belajar untuk bertumbuh dalam KTB, mulai memberi diri dalam pelayanan kampus dan saya benar-benar diproses Tuhan. Saya terkadang berpikir, "Kalau seandainya saya di kampus lain belum tentu saya menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi" yang menurut saya hal ini adalah keputusan paling penting dalam hidup saya.

Yeremia 55:8-9 "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikian firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu". 

Saya selalu tersenyum dalam hati dan berpikir "Tuhan, sungguh manis sekali rancangan-Mu". Mari tetap mempercayakan hidup pada Tuhan dan tetap berada dalam jalur-Nya. Kamu pasti akan kaget dengan cara-Nya yang menakjubkan itu. 

Semoga sharing ini bermanfaat, terutama yang sedang menggumulkan tempat kuliah. 


LATEST POST

 

Sepanjang jantung berdetak, rasa itu memang akan senantiasa ada.Dan tidak akan pernah bisa kulupakan...
by A.Z. Myra Johanna P. | 05 Sep 2021

Membaca tema diatas, mungkin membuatmu “terusik”. Apalagi ketika kita membahas issue&nbs...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 05 Sep 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhenti berarti "tidak bergerak, tidak berjalan, ti...
by Yessica Anggi | 29 Aug 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER