Karena Rumput Tetangga Lebih Hijau

Best Regards, Live Through This, 14 February 2020
Your grass is the greenest grass for you.

Kita tentu mau hidup ini berjalan mulus, tanpa masalah, sukses, semua baik, dan lainnya. Tapi pada kenyataannya, hidup tidak seindah itu. Di dunia yang penuh dengan dosa ini, kita tidak mungkin menghindari masalah dan konflik; dengan maraknya social media, tentu lebih mudah bagi kita untuk turut menyaksikan kehidupan orang lain yang terlihat baik, menyenangkan, atau juga care free. Sehingga tidak jarang kita membandingkan hidup kita dan berpikir "Andai saja hidupku seperti dia, pasti enak." Tapi, apakah benar demikian? Apakah rumput tetangga selalu lebih hijau? 

Ada seorang remaja mengeluhkan, "Andai saya di angkatan atas, pasti tidak ada drama karena teman-temannya baik semua." Ada pula yang mengeluh, "Andai saya seperti dia yang mengambil percepatan sekolah di luar negeri pasti enak." Tentu kita hanya melihat bagian hidup mereka yang indah tanpa mengetahui apa saja yang sudah mereka perjuangkan, atau bahkan tutupi. Jalur pendidikan orang lain mungkin terlihat instan tapi bisa jadi itu karena perjuangan berat di belakangnya tidak terlihat. Seringkali karena perasaan-perasaan ini, kita mau mengambil shortcut. Mengikuti jejak orang lain, kabur dari keadaan kita yang sekarang, untuk mengejar apa yang terlihat lebih baik. Tapi apakah itu selalu adalah jalan yang terbaik? 

Saya pun pernah ada di posisi merasa rumput tetangga lebih baik. Saya merasa tempat kerja saya saat itu tidak baik, dan ada opsi di luar sana yang lebih baik dan akhirnya saya memutuskan pindah. Tapi apakah benar rumput tersebut lebih hijau? Tentu saja tidak. Namun, ada satu hal yang saya pelajari : Dunia ini memang sudah penuh dengan dosa, tidak ada hal yang sempurna dan sepenuhnya baik. Tidak ada tempat atau lingkungan yang bebas dari masalah. Tidak ada hal yang mudah dan instan. Tapi, Tuhan tidak pernah menempatkan kita di suatu situasi tanpa tujuan. 

Rumput yang mungkin terlihat 'kurang hijau' tersebut, sebenarnya adalah tempat terbaik bagi kita pada saat itu. Untuk bertumbuh, untuk diasah, untuk belajar, untuk diuji, untuk dipersiapkan bagi suatu hal yang lebih besar. Mungkin Tuhan juga mau memakai kita menjadi berkat di lingkungan tersebut. Tuhan tidak pernah memberikan kita yang second best. Dia selalu memberikan yang terbaik. 

"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya"
- Lukas 11:13.

When life gets hard, trust that God is in control. Meaning, it is the best path. Jangan ambil jalan pintas. Jangan iri terhadap kehidupan orang lain. Percayalah tidak ada yang sempurna di hidup ini dan rumput tetangga tidak lebih hijau. 

"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia"
- Yakobus 1:12.

Mari kita sama-sama berjuang dalam kehidupan. Terus berakar lebih dalam lagi dalam Tuhan melalui setiap masalah yang hadir. Untuk tidak kabur, tapi menghadapi masalah itu agar kita bisa belajar dan bertumbuh serta tidak lupa untuk mensyukuri segala sesuatu yang ada dalam hidup kita. 

Your grass is the greenest grass for you. 

LATEST POST

 

Sepanjang jantung berdetak, rasa itu memang akan senantiasa ada.Dan tidak akan pernah bisa kulupakan...
by A.Z. Myra Johanna P. | 05 Sep 2021

Membaca tema diatas, mungkin membuatmu “terusik”. Apalagi ketika kita membahas issue&nbs...
by Richard Lecourtbushe Bogar | 05 Sep 2021

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berhenti berarti "tidak bergerak, tidak berjalan, ti...
by Yessica Anggi | 29 Aug 2021

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER