Tuhan, Apakah Dia Orang yang Tepat?

Best Regards, Live Through This, 12 January 2020
Bila kita punya hubungan yang dekat dengan Tuhan, kita tentu akan lebih dimampukan mendengar suara-Nya, juga melihat tanda-tanda yang Dia tunjukkan pada kita melalui hal-hal di sekitar kita.

Tak jarang kita berdoa dan bertanya, "Tuhan, apakah dia orang yang tepat?"

Mungkin banyak dari kita yang sudah sering melihat tanda Tuhan tunjukkan, namun masih tidak yakin apakah itu benar-benar "lampu hijau" atau "lampu merah". Di sini, aku akan membagikan pengalamanku dalam mendoakan seseorang yang berujung pada tanda yang sangat jelas dari Tuhan melalui doa puasa.

Di pertengahan 2019, aku menjalin hubungan dekat dengan seseorang; semakin hari semakin aku rasakan bahwa kami ini seirama. Seirama tidak hanya seiman, namun ada banyak sekali hal yang sama, mulai dari cara pandang hingga kesukaan kami. Aku pun sempat melihat daftar hal-hal yang aku inginkan dari seorang pasangan hidup, dan anehnya, semua yang aku tulis itu ada dalam dirinya! Saat itu, aku sampai pada suatu titik di mana aku merasa cocok tetapi belum ada rasa suka yang mengarah ke cinta yang tumbuh. Hal itu membuatku mulai bertanya-tanya apakah dia ini adalah orang yang tepat, yang Tuhan berikan?

Doa puasa adalah hal yang tidak pernah aku lakukan seumur hidupku karena aku punya sakit maag cukup parah. Telat makan beberapa kali saja sudah kambuh, apalagi puasa. Tetapi, di pertengahan tahun 2019 itu, ada seorang temanku yang berkata, “Kamu bisa bercerita ke siapa saja, dan siapa saja bisa memberikan segenap masukan. Tetapi kamu harus tahu bahwa yang mengerti jalan di depanmu adalah Tuhan. Jadi, coba kamu tanya langsung sama Tuhan, coba doa puasa.” 

Mendengar itu, aku pun membulatkan niatku untuk doa puasa dan berdoa terlebih dahulu, “Tuhan, Engkau tahu aku tengah dekat dengan seseorang dan kecocokan yang aku rasakan beda dari yang pernah aku rasakan sebelumnya. Kali ini aku akan mencoba untuk doa puasa agar bisa lebih mengerti rencanaMu.” Akhirnya, aku pun menjalani doa puasa selama 2 minggu. Dalam doa puasa ini, memang aku tidak melakukan 24 jam penuh. 

Tuhan memang benar-benar ingin menunjukkan sesuatu yang hebat kepadaku, pikirku. Hari-hariku pun juga aku isi dengan banyak berdoa, menyetel lagu-lagu pujian, membaca konten-konten rohani inspiratif di Instagram, menonton berbagai video khotbah di Youtube dan membaca Firman Tuhan. Doa puasa yang aku jalani selama 2 minggu itu benar-benar membuatku melihat bahwa Tuhan menunjukkan tandaNya. Selama 2 minggu itu, ada banyak renungan dan postingan di Instagram yang isinya seperti berbicara bahwa memang dia lah orangnya. Ada salah 1 quote yang aku dapatkan dari @RealTalkKim waktu itu, “Single ladies, a real man opens more than your doors. He opens his Bible. A real man does more than pay for your food, he prays for you! He covers your soul. He guides you toward God & not away from Him,” yang seakan-akan ingin memberitahuku bahwa memang dia orangnya.

Walau demikian, aku masih tak puas akan jawaban dari doa puasa tersebut. Aku pun kembali berdoa, “Tuhan, jika memang dia orangnya, tolong Tuhan buat kami semakin dekat dan aku juga memohon tanda terakhir agar dia muncul di mimpiku sebanyak 3 kali.” Beberapa waktu berlalu dan kami menjadi semakin dekat dan Tuhan mulai memberikan mimpi yang aku minta bahkan Dia memberikanku lebih dari 3 mimpi! Sejak itu, aku kembali berdoa, “Tuhan, terima kasih atas semua tanda yang telah Kau berikan kepadaku, semuanya lebih dari cukup. Sekarang aku akan berhenti meminta tanda dan percaya bahwa memang dia adalah orang yang telah Engkau siapkan buat aku. Mulai detik ini, aku mohon agar Engkau senantiasa memimpin hubungan kami ke depannya.”

Setelah kami menjalani hubungan ini selama beberapa minggu, aku dapat melihat bahwa Tuhan menunjukkan tanda-tanda lainnya yang bahkan tidak aku minta. Di pertemuan pertamaku dengan orang tuanya, kami langsung klop. Di pertemuan pertamanya dengan orang tuaku, mereka pun juga langsung klop. Ini merupakan sesuatu yang tidak pernah aku lihat sebelumnya karena ke-klop-an yang aku lihat ini sungguh berbeda. Ke-klop-an ini terasa seperti roti yang bertemu dengan selai. 

Dari situ aku melihat, bahwa di dalam mendoakan seseorang, kita harus melihat 3 hal:

  1. Konfirmasi Tuhan
  2. Konfirmasi orang tua
  3. Konfirmasi diri sendiri

Salah satu cara kita bisa menggumulkan konfirmasi dari Tuhan adalah dengan doa puasa. Hal yang kunikmati dari doa puasa adalah kesempatan untuk menggumulkan relasi dengan Tuhan. Karena bila kita punya hubungan yang dekat dengan Tuhan, kita tentu akan lebih dimampukan mendengar suara-Nya, juga melihat tanda-tanda yang Dia tunjukkan pada kita melalui hal-hal di sekitar kita. Kita bisa mendapat konfirmasi dari hal-hal sekitar kita, dari konfirmasi orang tua misalnya. Mengapa konfirmasi orang tua itu penting? Menurutku, Tuhan memercayakan kita kepada orang tua kita untuk dirawat, dibesarkan, dididik dan dikasihi. 

Jadi, jikalau memang si dia adalah orang yang sesuai dengan rencana Tuhan, restu orang tua pasti akan turun dengan sendirinya. Setelah melihat kedua konfirmasi utama, kita pun juga harus bertanya kepada diri kita sendiri apakah memang kita bisa menerima dia seutuhnya dan apakah kita siap mengasihinya seumur hidup kita? Jika jawabannya “ya”, maka menurutku, dia adalah orang yang tepat.

Aku yakin bahwa semua yang kita awali dengan melibatkan Tuhan, pasti akan berakhir dengan indah. Karena, seperti yang 1 Korintus 2:9 katakan, 

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Biarlah ceritaku bisa menginspirasi teman-teman sekalian untuk melibatkan Tuhan sejak awal di dalam pergumulan soal pasangan hidup.


LATEST POST

 

            Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga di Malang mend...
by Yawan Yafet Wirawan | 20 Oct 2020

"Aku yakin kamu pasti senang kalau orang lain menganggap kamu ‘incredible’!"(...
by Timothy Aditya Sutantyo | 20 Oct 2020

Mungkin aku hanyalah seorang mahasiswa biasa dan masih jauh sekali untuk membicarakan pernikahan. Te...
by Yeheskiel Dewabrata | 19 Oct 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER