Aku Hanya Memanggilmu Ayah

Best Regards, Live Through This, 15 October 2019
Manusia mungkin mengecewakan, sekeren apa pun dia, akan ada bagian dalam hidupnya yang membuat kamu tidak puas. Tapi Tuhan tidak pernah mengecewakan.

Sering kali dalam kehidupan, kita memiliki sesuatu yang kita idolakan. Hal ini tidak salah. Sebagai manusia yang adalah makhluk sosial pasti memiliki banyak kebutuhan. Salah satunya adalah kebutuhan untuk memiliki harta berharga dalam hidupnya.

Harta ini di sini bisa berarti apa pun. Tidak harus sesuatu yang berwujud uang. Bisa berarti keluarga, orang yang kita cintai, kita sayangi, orang terdekat, jabatan kita, pekerjaan, popularitas atau yang lainnya.

Namun tanpa kita sadar, sering kali sesuatu yang kita idolakan itu pada akhirnya menggeser posisi Tuhan dalam hidup kita. Kita tidak bermaksud, tetapi nyatanya kita jadi semakin jauh dari Tuhan. Atau bisa juga ketika bayangan kesempurnaan akan idola kita hancur, kita malah menyalahkan Tuhan.

Photo by Blake Barlow on Unsplash

Ada seorang anak, sebut saja namanya Alika, yang sejak masa kecilnya sangat mengidolakan papanya. Bagi dia, sang papa adalah pria sempurna yang dia tempatkan menjadi standar pria yang akan ia nikahi kelak. "Papa adalah papa terbaik di dunia." Anak ini tumbuh dengan pemahaman bahwa sang papa tidak akan pernah menyakiti perasaannya dan itulah yang dia percayai.

Dia melihat bagaimana sang papa memperlakukan mama dengan sangat baik. Bagaimana papa mencukupi semua kebutuhan Alika dan mamanya. Tidak pernah sekali pun membentak atau memukul mama. Papa selalu membelikan Alika apa yang dia minta. Ketika ia menangis, papanya selalu tahu bagaimana harus menghiburnya. Anak ini sangat bangga pada papanya.

Waktu terus berjalan dan Alika kini telah beranjak remaja, usia SMA. Rasa kagum Alika terhadap sang papa semakin menjadi. Dia tidak mau berangkat sekolah kalau tidak diantar papanya. Dia tidak suka kalau papanya lebih pilih menemani adik laki-lakinya belajar daripada menemaninya nonton televisi. 

Photo by lucas clarysse on Unsplash

Suatu kali, Alika mendapati kenyataan bahwa usaha papanya bangkrut. Mencari uang menjadi hal yang sukar bagi sang papa, berakibat pada kemampuannya mengontrol emosi yang semakin menjadi. Tangan papa mulai berani melukai mama. Seketika Alika menjadi muak dengan papanya. Seorang yang tadinya adalah super hero di mata Alika, seketika berubah menjadi seorang yang begitu lemah. Beberapa kali papa Alika hendak bunuh diri tapi selalu berhasil dicegah oleh Alika atau adik laki-lakinya. Beberapa kali beliau juga mengepak barangnya dan hendak pergi dari rumah. Dalam hati kecil Alika, ingin rasanya membiarkan sosok itu pergi dan tidak perlu mempedulikannya lagi. 

Namun pada akhirnya Alika tetap menahan beliau (yang rasanya kini menjadi anak kecil dan sering merajuk) , mengangkat kopernya dan berkata: "Pah, jangan pergi." 

Muak hati Alika, tapi kini ia tahu, tidak ada seorang pun yang bisa ia andalkan di dunia ini selain Tuhan Yesus. Dia begitu buta dan melihat papanya tanpa cacat cela hingga Tuhan harus menyadarkannya.

Manusia hanyalah manusia. Kita semua berbuat kesalahan. Kiranya dengan pemahaman itu membuat kita juga menjadi orang yang berhati besar dan mudah memberikan maaf. Akan ada saatnya kita disalahmengertikan, akan ada saatnya kita merasa ditinggalkan, bahkan oleh orang yang paling kita kasihi. 

Photo by Nguyễn Tân on Unsplash

Hanya saja kita tetap terus boleh berharap pada kasih setia Tuhan. Dia Allah yang setia. Jangan ada satu hal pun yang menggantikan posisi Dia dalam hidupmu.

Lalu, salah kah jika kita mengagumi seseorang? Rasanya tidak. Hanya saja, jangan jadikan dia pusat hidup. Kita harus mampu berpikir bahwa tidak seorang pun bertanggung jawab atas kebahagiaan kita kecuali diri kita sendiri. Tidak mudah hidup tetap bersyukur dalam segala keadaan. Namun, kiranya justru juga di masa-masa sulit kita bisa semakin melihat hal-hal kecil dari kebaikan Tuhan. Beberapa orang memiliki masalah insecurity dalam hubungan (takut ditinggalkan sehingga mengidolakan). Jalan keluarnya? Tetap minta pertolongan Tuhan, supaya kita lebih mengandalkan Tuhan daripada manusia. Kamu tidak salah hanya karena kamu menjadi apa adanya kamu sekarang ini. 

Ya, kita sama-sama manusia yang masih berjuang. Mari saling membantu, saling mengingatkan, tidak saling menghakimi. Jika masih ada berhala lain dalam hidupmu, datang minta ampun sama Tuhan karena Dia adalah Allah yang pencemburu. Dia tidak senang diduakan.  


LATEST POST

 

            Pastinya sebagian dari kita sering mendengar atau mel...
by Eva Chrisviana | 30 Nov 2020

"Kala kucari damaihanya kudapat dalam Yesuskala kucari ketenanganhanya kutemui di dalam Yesusta...
by Grifith Mercia | 25 Nov 2020

Kalau saja namanya bisa ditukar dan menjadi keadaan ibunya, Gia akan senang hati menukarnya walau mu...
by Surya Hadi | 25 Nov 2020

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER