Am I Infected?

Best Regards, Live Through This, 30 March 2020
Update COVID-19 di RI per 08 April 2020: Terkonfirmasi: 2.956; Dalam perawatan: 2494 Sembuh: 222; Meninggal: 240 dan aku bekerja sebagai seorang petugas kesehatan di rumah sakit.

Melihat kenyataan dunia saat ini yang sedang gempar mengenai infeksi virus Covid-19 membuat semua orang panik, takut, dan gentar. Virus ini merupakan virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia dan baru ditemukan pada akhir tahun 2019 di kota Wuhan, China. Tidak bisa dipungkiri bahwa negara kita tercinta ini masuk di dalam daftar negara dengan persentase jumlah kematian akibat Covid-19 yang cukup tinggi dibandingkan negara lain. 

Sebagian besar masyarakat harus berhadapan dengan kenyataan pahit akibat kondisi ekonomi yang kurang baik saat ini. Banyak instansi perusahaan yang membuat kebijakan untuk mengurangi tatap muka langsung dalam bekerja dengan cara work from home. Berbagai macam kegiatan dan pesta pun ditunda seperti konser musik, pertandingan sepak bola, pernikahan, acara sosial, dan masih banyak lagi. Jalanan sudah sangat sepi, masyarakat lebih memilih untuk stay at home. Namun, keadaan di rumah sakit terlihat jauh berbeda.

Inilah suasana baru di rumah sakit tempatku bekerja. Para dokter dan perawat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Bahkan petugas keamanan dan kebersihan juga menggunakan pakaian khusus untuk berjaga – jaga menghadapi virus ini. Setiap hari, semakin banyak warga berdatangan dengan rasa cemas untuk memeriksakan kondisinya. Apakah saya sehat? Apakah saya menderita gejala dari penyakit tersebut? Di balik semua itu, sebagai petugas medis, kami juga mempunyai pemikiran yang sama dengan masyarakat, “am I infected?”

 

Menggunakan APD lengkap tidak menjamin 100% petugas medis akan terhindar dari virus tersebut, APD digunakan agar mengurangi risiko penularan saja. Setiap hari terjadi kontak dengan pasien–pasien yang diduga menderita penyakit tersebut, mulai dari saat pasien tersebut mendaftar, diperiksa, pemeriksaan laboratorium, sampai menerima obat yang dilayani oleh petugas farmasi. Petugas yang menangani pasien secara langung termasuk dalam kategori kontak erat dengan risiko tinggi. Jam terbang yang lebih sibuk dari biasanya membuat kami terkadang lupa untuk makan dan beristirahat sejenak. Perasaan kami takut, kami tidak tahu apakah suatu saat entah itu besok, lusa, atau minggu depan, atau kapan pun daya tahan tubuh kami lemah, kami dapat terinfeksi virus ini. 

Bagaimana jika suatu saat nanti aku terinfeksi? Apakah aku akan selamat? Tidak ada satupun yang tau bagaimana masa depan akan menyambut kita. Tuhan selalu mengajarkan kepada kita untuk selalu berjaga-jaga dan berdoa. 

Kita semua akan melewati keadaan ini bersama-sama dengan Tuhan yang adalah juruselamat kita semua. Bersama Dia yang diatas, apa lagi yang perlu kita takutkan? 

Ya, mungkin memang ada seseorang yang kita tahu atau kita kenal, sedang mengidap penyakit akibat virus ini. Beberapa hari kedepan mudah-mudahan berita baik yang akan kita terima. Namun, apabila ada berita yang tidak kita inginkan di kemudian hari, tentu saja ini merupakan rencana Tuhan. Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera, dan bukan rancangan kecelakaan.


Mari kita tetap bekerja secara profesional dan penuh semangat, baik yang bekerja di rumah, maupun di tempat kerja dengan segala risiko yang akan kita terima. Tidak lupa untuk selalu berdoa dan mengucap syukur setiap hari. Percayalah bahwa Bapa di surga akan selalu menyertai. 

Mazmur 23:4 berkata “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

Ada banyak sisi positif yang bisa kita ambil dari peristiwa saat ini. Mungkin kita menjadi lebih dekat dengan orang-orang di rumah? Jika biasanya setiap anggota keluarga mempunyai kesibukan masing-masing, tetapi sekarang ada banyak waktu untuk bertatap muka dengan mereka. Apakah kita lebih memperhatikan keadaan sekitar? Mengemas barang-barang yang sudah tidak terpakai? Mengelompokkan baju yang masih layak namun jarang digunakan? Belajar memasak dan menjahit mungkin? 

Teman-teman, yang bisa kita lakukan sekarang adalah melakukan yang terbaik dengan iman percaya kepada Tuhan bahwa Dia akan selalu menjaga kita. Jangan panik, namun tetap waspada. Kita harus semangat untuk tetap menjalankan pola hidup bersih dan sehat, dengan rajin mencuci tangan, olahraga teratur, makan buah dan sayur setiap hari, dan jangan lupa untuk mengikuti nasihat dari pemerintah setempat mengenai stay at home dan work from home. Usahakan untuk seminimal mungkin beraktivitas di luar rumah. Keluar dari rumah jika memang keadaan benar-benar mendesak dan tidak dapat ditunda. Mari bersama-sama kita bersatu untuk melawan wabah penyakit ini.

Selamat bekerja baik yang di rumah, maupun di tempat kerja masing-masing. Kiranya kasih Tuhan selalu menyertai kita semua. Semoga wabah Covid-19 ini segera berakhir. Tuhan Yesus memberkati.

LATEST POST

 

Rasanya bukan hal yang asing jika kita menjadi skeptis dengan hal-hal yang bersifat doktrinal. Benar...
by Ellen Kosakoy | 28 Sep 2022

Hari itu, Seekor burung pipit luka sayap sebelah. Bulu rontok bak tersayat sembilu.Berteng...
by Hendrik Siboro | 28 Sep 2022

Shalom, Ignite People! Kali ini, aku mau membagikan kesaksian nyata dari seorang suster yang ma...
by Nuel Lubis | 28 Sep 2022

Want to Submit an Article

Untuk menjadi bagian dari gerakan generasi
muda Kristen Indonesia. Kirimkan karyamu ke:

[email protected]

READ OTHER